Table of Contents
Menteri Pertahanan Pakistan Kritik Serangan Israel sebagai “Kutukan bagi Kemanusiaan”
Istanbul – Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, mengecam serangan Israel sebagai “kutukan bagi kemanusiaan” karena tindakan genosida yang terus berlangsung. Dalam pernyataan di platform X, Asif menyebut bahwa Israel merupakan “penjahat yang menghancurkan kemanusiaan” dan menegaskan bahwa genosida masih terjadi di Lebanon meski perundingan perdamaian sedang berlangsung di Islamabad.
Kritik terhadap Pertumpahan Darah yang Tak Berhenti
Asif menyoroti pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak bersalah di Gaza, Iran, serta Lebanon. “Pertumpahan darah tidak kunjung berhenti,” ujarnya, menunjukkan bahwa perang terus memperburuk situasi kemanusiaan. Ia juga menyatakan bahwa siapa pun yang membangun Israel di tanah Palestina akan “terbakar di neraka” karena peran mereka dalam kekejaman tersebut.
Intensitas Serangan dan Upaya Diplomatik
Serangan Zionis Israel ke Lebanon semakin meningkat sejak Rabu (8/4), menyebabkan setidaknya 303 korban tewas dan 1.150 orang terluka, menurut data dari otoritas pertahanan sipil setempat. Kementerian Kesehatan Lebanon menambahkan bahwa serangan yang berlangsung sejak 2 Maret telah menimbulkan 1.888 kematian dan 6.092 luka. Pernyataan Asif muncul setelah gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, yang dimediasi Pakistan, tetapi masih berlangsung. Islamabad dan Teheran bersikeras bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon, sementara Washington dan Tel Aviv menyangkal hal tersebut.
“Israel adalah penjahat dan merupakan kutukan bagi kemanusiaan. Ketika perundingan perdamaian berlangsung di Islamabad, genosida masih berlanjut di Lebanon,” kata Asif.
“Pertumpahan darah tak kunjung berhenti,” ucap Menhan Pakistan itu.
