Table of Contents
IPO Pertama 2026, Antusias Investor Dorong Saham WBSA Naik 35 Persen
Jakarta – PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) hari ini meluncurkan IPO pertamanya tahun ini dengan harga saham yang melambung hingga Rp226 per lembar, naik 34,52 persen dari harga penawaran awal. Peningkatan ini terjadi sebelum pukul 10.30 WIB, saat saham melewati batas penolakan otomatis (ARA).
Strategi Ekspansi dan Visi Perusahaan
Direktur Utama WBSA, Edwin Wibowo, di Main Hall BEI Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa industri logistik nasional memiliki potensi tumbuh yang signifikan. Indonesia sebagai negara kepulauan serta tingginya aktivitas industri dan konsumsi domestik, menurutnya, memicu kebutuhan besar akan layanan logistik multimoda yang terintegrasi.
“Kondisi ini mendorong kebutuhan yang besar akan layanan logistik multimoda yang terintegrasi. Melalui IPO ini, kami berharap dapat memperkuat posisi dan kapabilitas dalam mendukung pertumbuhan sektor transportasi serta perekonomian Indonesia,” ujar Edwin.
Edwin menegaskan bahwa strategi ekspansi terarah, model bisnis yang terpadu, serta dukungan infrastruktur dan adopsi teknologi menjadi dasar untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan serta nilai tambah jangka panjang bagi semua pihak yang terlibat.
“Perseroan meyakini bahwa pencatatan saham ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat struktur permodalan, mengakselerasi ekspansi usaha, serta memperkuat posisi pasar sebagai penyedia layanan logistik yang terintegrasi,” ujar Edwin.
Detil Penawaran Saham dan Dana yang Dikumpulkan
Dalam IPO, perusahaan menawarkan 1,8 miliar lembar saham baru, yang setara 20,75 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga saham ditetapkan sebesar Rp168 per lembar, sehingga berhasil mengumpulkan dana segar mencapai Rp302,4 miliar.
Penggunaan Dana dan Struktur Kepemilikan
Sebagian besar dana IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan dialokasikan sekitar Rp215 miliar untuk mengambil alih 191.250 lembar saham PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL), yang mencakup 99,99 persen dari modal BIL yang dikelola PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL). Sisanya digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung operasional harian, menjaga likuiditas, serta meningkatkan kemampuan layanan logistik.
Adapun, penjamin pelaksana emisi efek dalam aksi korporasi ini adalah PT OCBC Sekuritas Indonesia dan PT Semesta Indovest Sekuritas. Nama penjamin emisi efek lainnya akan diumumkan secara terpisah.
Setelah IPO, struktur kepemilikan saham WBSA berubah menjadi: 79,01 persen dimiliki oleh Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd (TBK), 0,24 persen oleh PT Permata Gandaria Indah (PGI), dan 20,75 persen dikuasai oleh publik.
