Berita

Menko Airlangga Dorong Percepatan Implementasi ICA-CEPA

menko-airlangga-dorong-percepatan-implementasi-ica-cepa-1789617316585_169
Foto : Nancy Williams - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Indonesia dan Kanada Siapkan Tahap Pelaksanaan ICA-CEPA
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Indonesia dan Kanada Siapkan Tahap Pelaksanaan ICA-CEPA

Ceritaberkat.com – Indonesia dan Kanada mempercepat persiapan penerapan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement atau ICA-CEPA. Langkah tersebut dibahas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Perdagangan Internasional Kanada, The Honourable Maninder Sidhu, dalam pertemuan bilateral di Toronto, Kanada, Senin (14/9/2026).

Pertemuan itu berlangsung di sela agenda Canada Investment Summit, ketika hubungan ekonomi kedua negara memasuki fase penting. Setelah melalui proses ratifikasi, perhatian kini diarahkan pada kesiapan pelaksanaan perjanjian, yang ditargetkan mulai berlaku pada akhir 2026.

Airlangga menilai momentum ini penting karena perdagangan Indonesia dan Kanada menunjukkan perkembangan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Sejak 2021, rata-rata pertumbuhan perdagangan bilateral tercatat sebesar 9,13% per tahun. Pada semester pertama 2025, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$3,1 miliar atau naik 13% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Perjanjian Pertama Indonesia dengan Mitra Amerika Utara

ICA-CEPA menjadi kemitraan ekonomi komprehensif pertama yang dijalin Indonesia dengan negara di Amerika Utara. Dokumen perjanjian tersebut telah ditandatangani Menteri Perdagangan pada September 2025 dan disaksikan oleh kepala negara dari kedua negara.

Bagi Indonesia, kesepakatan ini tidak hanya berkaitan dengan penurunan hambatan perdagangan. ICA-CEPA juga diproyeksikan memperluas akses bagi produk nasional, mendorong arus investasi, serta membuka ruang kerja sama yang lebih terarah dengan Kanada sebagai salah satu mitra strategis di kawasan Amerika Utara.

“Perjanjian ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi kedua negara serta membuka akses pasar, investasi, dan kerja sama yang lebih luas dengan mitra strategis di kawasan Amerika Utara,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Dalam skema yang disepakati, Kanada akan menghapus atau mengurangi tarif atas lebih dari 90% pos tarif bagi produk Indonesia. Indonesia juga akan memberikan perlakuan serupa pada hampir 86% pos tarif produk asal Kanada. Penurunan tarif tersebut diharapkan membuat perdagangan lintas negara lebih kompetitif dan memberi kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha.

Pemerintah memproyeksikan ekspor Indonesia ke Kanada berpotensi mencapai US$11,8 miliar pada 2030 apabila ICA-CEPA telah diterapkan sepenuhnya. Proyeksi tersebut memperlihatkan besarnya peluang yang dapat dikejar, meski pemanfaatannya tetap bergantung pada kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi permintaan pasar, standar produk, serta ketentuan perdagangan yang berlaku.

Peluang Kerja Sama di Sektor Strategis

Selain perdagangan barang, kedua negara melihat potensi kemitraan di sejumlah bidang bernilai strategis. Area yang dibuka mencakup hilirisasi mineral kritis, pengembangan energi bersih, sektor agri pangan, perikanan berkelanjutan, pembangunan infrastruktur, hingga jasa keuangan digital.

Ruang kerja sama tersebut memberi arti penting karena ICA-CEPA dirancang sebagai kesepakatan ekonomi yang lebih luas daripada sekadar pengurangan tarif. Pelaku usaha dapat melihatnya sebagai kerangka untuk menjajaki mitra baru, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat kolaborasi pada sektor yang membutuhkan investasi, teknologi, serta dukungan perdagangan.

Posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar di ASEAN turut menjadi nilai strategis dalam hubungan ini. Keterlibatan Indonesia dapat membantu memperluas hubungan Kanada dengan kawasan Indo-Pasifik, sekaligus memperkuat akses Kanada ke jaringan perdagangan di ASEAN. Di sisi lain, Indonesia memperoleh peluang untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan pasar Amerika Utara melalui kemitraan yang lebih terstruktur.

“Karena itu, kesiapan implementasi ICA-CEPA menjadi prioritas bersama agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh pelaku usaha di kedua negara,” ungkapnya.

Tantangan yang Perlu Diselesaikan

Indonesia dan Kanada sepakat bahwa tahap implementasi memerlukan penyelesaian sejumlah pekerjaan teknis. Hal yang dibahas meliputi penyesuaian persyaratan standardisasi, penerapan praktik keberlanjutan dan ketenagakerjaan, peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah, serta penguatan logistik dan fasilitasi perdagangan Indonesia.

Persyaratan standar menjadi perhatian karena akses pasar tidak semata-mata ditentukan oleh tarif. Produk yang diperdagangkan tetap perlu memenuhi ketentuan mutu, keberlanjutan, dan aturan lain yang dipersyaratkan di negara tujuan. Karena itu, peningkatan kesiapan UMKM dipandang penting agar manfaat perjanjian tidak hanya dinikmati perusahaan besar atau eksportir yang telah memiliki jaringan internasional.

Infrastruktur logistik dan kemudahan proses perdagangan juga menjadi unsur penting untuk menjaga daya saing. Perjanjian ekonomi dapat membuka peluang pasar, tetapi manfaatnya akan lebih nyata jika pengiriman, administrasi, dan dukungan bagi eksportir dapat berjalan efisien. Kedua pihak menekankan perlunya manfaat ICA-CEPA tersebar secara lebih merata.

Ke depan, fokus Indonesia dan Kanada akan diarahkan pada langkah-langkah konkret untuk menjalankan perjanjian tersebut. Agenda yang disepakati antara lain percepatan dialog mengenai mineral kritis dan penguatan kerja sama teknis di bidang ekonomi. Pembahasan ini diharapkan membantu menerjemahkan komitmen perjanjian ke dalam program yang dapat digunakan pelaku usaha.

“Pertemuan hari ini menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Kanada untuk memastikan ICA-CEPA benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha di kedua negara,” tutup Airlangga.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga didampingi Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Pambudi, serta Konsul Jenderal Indonesia di Toronto Vevie Damayanti.

Dengan target implementasi pada akhir tahun ini, tahap berikutnya akan menentukan seberapa cepat manfaat ICA-CEPA dapat diterjemahkan menjadi perdagangan, investasi, dan kerja sama yang nyata. Kesiapan aturan, kapasitas usaha, serta koordinasi antarlembaga akan menjadi bagian penting dalam membawa kemitraan Indonesia-Kanada dari kesepakatan menuju pelaksanaan.

Frequently Asked Questions

What is Menko Airlangga Dorong Percepatan Implementasi ICA CEPA?

Menko Airlangga Dorong Percepatan Implementasi ICA CEPA is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Menko Airlangga Dorong Percepatan Implementasi ICA CEPA matter?

Menko Airlangga Dorong Percepatan Implementasi ICA CEPA matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.