Mengenal Falkland atau Malvinas, Jadi Sorotan Usai Laga Argentina vs Inggris

Kepulauan Falkland atau Malvinas: Latar Belakang Sengketa yang Kembali Menjadi Sorotan

ceritaberkat.com – Kepulauan Falkland, yang juga dikenal dengan nama Islas Malvinas, kembali menarik perhatian dunia internasional. Hal ini terjadi setelah tim nasional Argentina mengibarkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas Son Argentinas” atau yang berarti “Malvinas adalah milik Argentina” setelah mengalahkan Inggris dalam pertandingan Piala Dunia 2026. Tindakan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang meminta FIFA untuk melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Di balik kontroversi yang muncul, terdapat sejarah panjang mengenai sengketa kedaulatan antara Argentina dan Inggris yang telah berlangsung lebih dari satu abad. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai apa itu Kepulauan Falkland atau Malvinas, alasan di balik perebutan wilayah tersebut, perjalanan sejarah konflik hingga terjadinya Perang Falkland, serta bagaimana status terkini dari wilayah yang diperebutkan ini.

Apa Itu Kepulauan Falkland atau Malvinas?

Berdasarkan informasi dari laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kepulauan Falkland atau Islas Malvinas adalah sebuah gugusan pulau yang terletak di Samudra Atlantik Selatan. Secara geografis, wilayah ini berjarak sekitar 500 kilometer dari garis pantai Argentina. Komposisi wilayah ini terdiri dari dua pulau utama, yaitu East Falkland dan West Falkland, ditambah dengan ratusan pulau kecil lainnya yang tersebar di sekitarnya.

Sesuai dengan pernyataan Pemerintah Kepulauan Falkland (Falkland Islands Government), wilayah ini saat ini memiliki status sebagai British Overseas Territory yang memiliki otonomi sendiri. Dalam sistem pemerintahan ini, pemerintah lokal memiliki wewenang untuk mengelola sebagian besar urusan dalam negeri, sementara Inggris memegang tanggung jawab penuh atas pertahanan dan hubungan luar negeri.

Perbedaan penamaan wilayah ini mencerminkan perbedaan klaim kedaulatan yang masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Di Inggris, wilayah ini dikenal dengan nama Falkland Islands, sedangkan Argentina menggunakan sebutan Islas Malvinas untuk wilayah yang sama.

Akibat Perebutan antara Argentina dan Inggris

Menurut dokumen resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri Argentina dengan judul The Question of the Malvinas, Argentina mengklaim kepulauan tersebut sebagai bagian integral dari wilayah nasional yang diwarisi setelah memperoleh kemerdekaan dari Spanyol. Pemerintah Argentina berpendapat bahwa Inggris mengambil alih wilayah ini pada tahun 1833 dan sejak saat itu terus melakukan upaya penyelesaian sengketa melalui jalur perundingan sesuai dengan rekomendasi PBB.

Di sisi lain, Pemerintah Inggris menegaskan bahwa Kepulauan Falkland merupakan bagian dari British Overseas Territory. Inggris juga menyatakan bahwa masa depan kepulauan tersebut harus ditentukan oleh masyarakat lokal melalui prinsip self-determination atau hak menentukan nasib sendiri.

Menurut catatan PBB, isu mengenai Kepulauan Falkland atau Malvinas telah dimasukkan ke dalam daftar Non-Self-Governing Territories sejak tahun 1946. Komite Khusus Dekolonisasi PBB secara rutin mengadopsi resolusi yang mendorong kedua negara untuk terus melakukan dialog guna mencari penyelesaian damai atas sengketa yang berlangsung lama ini.

Perjalanan Sejarah Konflik hingga Perang Falkland

Berdasarkan arsip sejarah National Records of Scotland mengenai Battle of Falkland Islands serta informasi resmi dari Pemerintah Kepulauan Falkland, wilayah ini telah menjadi pusat persaingan berbagai negara Eropa sejak abad ke-18 sebelum akhirnya berada di bawah kendali Inggris pada tahun 1833. Argentina kemudian terus mempertahankan klaimnya bahwa kepulauan tersebut merupakan bagian dari wilayahnya.

Konflik mencapai titik puncaknya pada tanggal 2 April 1982 ketika pasukan Argentina mendarat dan mengambil alih kepulauan tersebut. Menurut catatan Pemerintah Kepulauan Falkland, Inggris kemudian mengirimkan satuan tugas militer ke Atlantik Selatan untuk merebut kembali wilayah yang telah diambil alih tersebut.

Perang berlangsung selama 74 hari dan berakhir pada tanggal 14 Juni 1982 setelah pasukan Argentina menyerah. Pemerintah Kepulauan Falkland menyatakan bahwa perang tersebut merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah modern kepulauan karena membawa perubahan besar terhadap aspek pertahanan, pemerintahan, dan pembangunan wilayah.

Status Terkini Kepulauan Falkland atau Malvinas

Hingga saat ini, Kepulauan Falkland tetap berada di bawah administrasi Inggris. Menurut data dari Pemerintah Kepulauan Falkland, dalam referendum yang diadakan pada tahun 2013, sebanyak 99,8 persen pemilih mendukung agar kepulauan tetap menjadi Wilayah Seberang Laut Britania.

Namun, Argentina tidak mengakui hasil referendum tersebut. Dalam dokumen resmi Kementerian Luar Negeri Argentina, pemerintah berpendapat bahwa prinsip self-determination tidak dapat diterapkan dalam kasus Malvinas karena penduduk saat ini dinilai merupakan populasi yang terbentuk setelah pendudukan Inggris pada tahun 1833.

Perbedaan pandangan ini menyebabkan sengketa tetap berlanjut hingga saat ini, dengan kedua negara terus mempertahankan klaim masing-masing. Sementara itu, masyarakat lokal Kepulauan Falkland terus menjalani kehidupan sehari-hari dengan status sebagai wilayah otonomi di bawah naungan Inggris, sambil menunggu penyelesaian final atas sengketa yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad ini.

“Las Malvinas Son Argentinas” – Spanduk yang dikibarkan Argentina setelah mengalahkan Inggris dalam Piala Dunia 2026 menjadi simbol kuat dari klaim kedaulatan yang masih diperjuangkan hingga saat ini.