Bang Jago Akamsi Bogor Ngamuk Bawa Golok Berakhir Dicokok

Remaja Sok Jagoan Bogor Ditangkap Setelah Mengamuk dengan Golok di Dua Tempat

Bang Jago Akamsi Bogor Ngamuk Bawa – Seorang pemuda berusia 18 tahun yang dikenal sebagai tokoh lokal di wilayah Bogor kini harus menghadapi proses hukum setelah其行为 yang membuat resah warga setempat. Pria dengan inisial IK tersebut ditangkap di kediamannya pada malam hari Kamis, 16 Juli 2026, sekitar pukul 18.15 WIB. Penangkapan ini dilakukan oleh petugas Polsek Citeureup yang bekerja sama dengan Tim Resmob Polres Bogor. Menurut keterangan Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa, operasi penangkapan dilakukan dengan cepat setelah menerima laporan mengenai seorang remaja yang diduga kuat melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam jenis golok di area publik.

“Polsek Citeureup bersama Tim Resmob Polres Bogor bertindak cepat mengamankan seorang remaja yang diduga kuat sebagai pelaku pengancaman menggunakan senjata tajam jenis golok di tempat umum,” jelas Kompol Eddy Santosa pada Jumat, 17 Juli 2026.

Saat proses penangkapan berlangsung, IK tidak menunjukkan perlawanan berarti. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat beberapa penyidik memegang tubuh pemuda tersebut sebelum mengikat kedua tangannya menggunakan cable ties. Setelah tangan terikat, IK digelandang menuju mobil polisi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Dua Kali Bikin Onar dalam Satu Malam

Polisi mengungkap bahwa pemuda ini sebenarnya telah melakukan dua kali aksi onar dalam kurun waktu semalam. Peristiwa pertama terjadi pada Senin dini hari, 13 Juli 2026, sekitar pukul 00.35 WIB di sebuah warung jamu yang berada di kawasan Kamurang, Kecamatan Citeureup.

“Peristiwa pengancaman tersebut diketahui terjadi pada Senin (13/7) dini hari di dua lokasi berbeda dalam kurun waktu yang berdekatan,” ungkap Kompol Eddy.

Saat berada di warung jamu, IK mengancam dan menakut-nakuti para penjaga warung dengan golok yang dibawanya. Setelah jeda sekitar tiga jam, pemuda tersebut kembali keluar dan mendatangi warung kelontong di kelurahan lain di wilayah Kecamatan Citeureup.

“Tidak berhenti di situ, berdasarkan hasil interogasi awal setelah penangkapan, pemuda tersebut mengakui kembali melakukan aksi serupa sekitar pukul 03.55 WIB di warung kelontong yang berlokasi di Kelurahan Puspanegara,” tambahnya.

Motivasi Sok Jagoan: Merasa Sebagai Akamsi

Salah satu faktor yang mendorong IK untuk terus beraksi adalah perasaannya sebagai akamsi atau anak kampung asli. Ia merasa memiliki hak untuk berbuat semaunya di lingkungan tempat tinggalnya karena dianggap sebagai orang lokal yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara.

“Ngerasa orang situ, ngerasa orang sekitar, ternyata kan nggak jauh dari TKP (tempat kejadian perkara) tempat kos-kosannya,” kata Kompol Eddy menjelaskan motivasi pemuda tersebut.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, IK juga dikenal sering meminta uang atau barang kepada pedagang di sekitarnya. Sikapnya yang kadang-kadang memalak membuat masyarakat setempat mulai merasa geram dan tidak nyaman.

“Ya kadang-kadang gitu dia kan (memalak), udah akhirnya masyarakat juga sebel kan. Oh, tapi alhamdulillah udah bisa teridentifikasi, bisa diamankan gitu. Nanti kita nunggu hasil prosesnya,” ujar Kapolsek.

Ketika Ditanya Motif Mengamuk

Selama proses pemeriksaan di kantor polisi, Kapolsek Citeureup sempat menanyakan alasan sebenarnya di balik aksi onar yang dilakukan IK. Pemuda tersebut mengaku bahwa tujuannya adalah meminta sebotol minuman beralkohol kepada penjual jamu.

“Kamu minta apa?” tanya Eddy.

“Intisari Pak, buat minum,” jawab IK singkat.

Ketika ditanya mengenai warung kelontong yang juga didatangi, IK menjelaskan bahwa ia tidak mengambil barang apa pun di sana. Ia hanya memiliki masalah pribadi dengan seseorang di tempat tersebut.

“Ngambil apa di warung?” tanya Eddy.

“Nggak ngambil apa-apa, saya ada masalah sama dia,” timpal IK.

Saat ini, IK beserta barang bukti berupa sebilah golok telah diamankan di Mapolsek Citeureup. Pelaku akan menjalani proses pemeriksaan hukum lebih lanjut terkait dugaan pelanggaran membawa senjata tajam tanpa hak di tempat umum. Warga setempat menyambut baik penangkapan tersebut dan merasa lebih tenang setelah sosok yang selama ini membuat resah berhasil ditangani oleh petugas.