Demo di Jalan Medan Merdeka Selatan Selesai, Lalin Arah Gambir Normal Lagi
Table of Contents
Kegiatan Demo di Jalan Medan Merdeka Selesai, Kondisi Lalu Lintas Menuju Gambir Pulih
Demo di Jalan Medan Merdeka Selatan – Kegiatan demo di Jalan Medan Merdeka Selatan yang berlangsung selama beberapa jam akhirnya resmi berakhir pada hari Jumat, 17 Juli 2026. Demonstrasi yang dipimpin oleh mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) ini berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatannya tanpa insiden berarti. Setelah massa mulai membubarkan diri, ruas jalan yang sebelumnya ditutup untuk kendaraan menuju arah Stasiun Gambir kini telah dibuka kembali sepenuhnya.
Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi kejadian, para demonstran mulai meninggalkan titik berkumpul mereka sekitar pukul 17.55 WIB. Sebelum sepenuhnya berpindah, massa menggeser posisi mereka ke area tempat putar balik atau U-turn yang berada tepat di depan gedung Bank Syariah Indonesia (BSI). Meskipun demikian, petugas kepolisian memberikan instruksi agar para peserta tidak diperbolehkan berpindah ke jalur-jalur lain yang tersedia di sekitar kawasan tersebut.
Keputusan untuk menjaga massa tetap di lokasi awal ini diambil dengan pertimbangan untuk menjaga ketertiban umum. Petugas memastikan tidak terjadi gangguan lalu lintas yang lebih luas di kawasan pusat kota Jakarta. Barikade yang didirikan oleh polisi mulai dibuka pada pukul 17.58 WIB, menandai dimulainya proses normalisasi lalu lintas di kawasan tersebut.
Segera setelah jalan dibuka, kendaraan-kendaraan dari arah Patung Kuda dapat langsung melintas tanpa hambatan berarti. Proses pembukaan barikade berjalan lancar dan tidak menimbulkan kerumitan bagi para pengendara yang menunggu. Sebelumnya, sebelum akhirnya bubar, para mahasiswa sempat membagi-bagikan roti kepada para pengendara motor yang melintas di sekitar lokasi demonstrasi. Tindakan solidaritas ini mendapat respons positif dari para pengendara yang tampak menerima dengan antusias.
Isi Tuntutan dan Orasi dari Mobil Komando
Sebelumnya, para orator menyampaikan pidato mereka dari atas mobil komando yang menjadi pusat kegiatan massa. Dalam orasinya, para pembicara sempat meminta agar massa diperbolehkan menembus ke arah Bundaran HI atau menuju Patung Kuda. Namun, permintaan tersebut tidak langsung dikabulkan oleh pihak kepolisian yang bertugas mengamankan area.
Para orator juga menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah yang menjadi inti dari kegiatan demo di Jalan Medan Merdeka ini. Tuntutan pertama adalah pembongkaran total sistem tata negara yang dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tuntutan kedua berkaitan dengan penyelamatan pendidikan Indonesia dari berbagai masalah yang dihadapi saat ini. Tuntutan ketiga adalah penguatan kedaulatan masyarakat sipil dalam pengambilan keputusan publik.
“Tuntutan kami, bongkar total sistem tata negara. Kedua, selamatkan pendidikan Indonesia. Ketiga, kedaulatan masyarakat sipil. Tuntutan kami itu memang tuntutan umum, tapi aksi ini akan terus berlangsung berjilid-jilid dan akan menggemborkan kabinet Prabowo-Gibran,” kata salah satu orator.
Mereka juga menekankan bahwa tuntutan tersebut bukan hanya sekadar seruan sesaat, melainkan bagian dari gerakan yang akan terus berlanjut. Demo di Jalan Medan Merdeka ini diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kinerja kabinet pimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Para peserta menyatakan bahwa mereka akan terus melakukan aksi hingga tuntutan-tuntutan tersebut dapat dipenuhi.
Timeline Kedatangan Massa dan Proses Penutupan Jalan
Massa aksi tiba di lokasi sekitar pukul 15.10 WIB dengan membawa satu mobil komando. Mereka bergerak menuju Patung Kuda dalam formasi yang tertib dan teratur. Namun, perjalanan massa sempat terhenti di sekitar area seberang gedung BSI. Di titik inilah pihak kepolisian membuat barikade dan menutup jalan dari Patung Kuda menuju arah Stasiun Gambir.
Penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas dan memastikan keamanan para demonstran selama kegiatan berlangsung. Barikade tersebut tetap berdiri hingga massa mulai membubarkan diri di akhir sore. Kegiatan demonstrasi ini menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi politik dan sosial yang mereka pegang teguh.
Dengan adanya mobil komando dan orator yang menyampaikan tuntutan, massa berhasil menyampaikan pesan mereka kepada publik dan pemerintah. Setelah selesai, kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan kembali kondusif untuk aktivitas sehari-hari. Para pengendara kini dapat kembali menggunakan jalur tersebut tanpa hambatan, menandai berakhirnya kegiatan demo di Jalan Medan Merdeka yang berlangsung sejak siang hari.
