Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi Sejak Pekan Lalu, Asap Kini Muncul Lagi

Asap Kembali Muncul dari TPS Liar Cikeas Setelah Api Padam

Kebakaran di TPS Liar Cikeas Terjadi – Peristiwa kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di wilayah Desa Cikeas Udik, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor kembali menjadi perhatian publik. Api yang sempat memudar sejak pekan lalu kini menunjukkan tanda-tanda muncul kembali. Asap tebal terlihat mengepul dari lokasi tersebut, mengindikasikan bahwa api belum sepenuhnya padam.

Timeline Kejadian dan Proses Pemadaman

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran ini pertama kali dilaporkan terjadi pada malam hari, tepatnya Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 20.20 WIB. Proses penanganan darurat kemudian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran serta relawan kebencanaan dari Kabupaten Bogor. Namun, proses pemadaman tidak berjalan mulus karena adanya kendala geografis.

“Itu kebakaran tempat sampah yang di Cikeas, itu kejadiannya tanggal 8 Juli, penanganannya baru beres kemarin tanggal 14 Juli. Jadi memang terkendala medan, jadi itu kan posisinya ada di pinggiran Kali Cikeas,” jelas Lukman Habibi, Wakil Komandan Sektor Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor Sekotr Gunungputri, Kamis (16/7/2026).

Lokasi TPS yang berada di tepi Kali Cikeas menjadi salah satu faktor yang memperumit upaya pemadaman. Medan yang tidak rata dan akses yang terbatas membuat tim pemadam harus bekerja ekstra keras. Meskipun demikian, pada Selasa (14/7) api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, baru-baru ini warga melaporkan adanya asap yang kembali muncul dari area TPS tersebut.

Dampak Terhadap Warga Sekitar

Kehadiran asap tebal dari tumpukan sampah ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan keluhan dari masyarakat yang tinggal di perumahan sekitar. Kondisi cuaca pada sore hari membuat asap terlihat semakin pekat dan menyelimuti area permukiman.

“Waktu kejadian awal asapnya memang tebal, pekat kalau sore. Makanya warga perumahan sekitar situ banyak yang komplain,” ungkap Lukman Habibi kepada media.

Keluhan warga semakin meningkat ketika asap kembali muncul setelah sebelumnya api dinyatakan padam. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan potensi kebakaran susulan yang dapat terjadi kapan saja. Warga berharap proses penanganan dapat dilakukan secara tuntas agar tidak ada lagi gangguan yang terjadi.

Konfirmasi dari BPBD Kabupaten Bogor

M Adam Hamdani, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, juga memberikan konfirmasi terkait kondisi terkini di lokasi kejadian. Menurut Adam, tim BPBD hari ini juga telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

“Situasi akhir area lahan masih mengeluarkan asap. Membutuhkan unit pemadaman api,” kata Adam saat dihubungi secara terpisah.

Kehadiran unit pemadaman tambahan diharapkan dapat mengatasi masalah asap yang muncul kembali. BPBD terus memantau perkembangan situasi di lapangan untuk memastikan bahwa api benar-benar padam dan tidak ada risiko kebakaran susulan.

Penyebab dan Konteks TPS Liar

Kebakaran ini diduga kuat disebabkan oleh aktivitas pembakaran kasur yang dilakukan oleh pengelola TPS. Tumpukan sampah di lokasi tersebut memiliki ketebalan mencapai 10 meter, sehingga api dapat merambat dengan cepat dan sulit dipadamkan. Pembakaran kasur dilakukan sebagai bagian dari proses pengelolaan sampah, namun kondisi tumpukan yang tebal membuat api sulit dikendalikan.

Sebelumnya, keberadaan TPS di Desa Cikeas ini juga sempat viral di media sosial. Banyak netizen yang menyoroti status TPS tersebut yang diduga merupakan TPS liar atau ilegal. Keberadaan TPS di area yang tidak seharusnya digunakan untuk pembuangan sampah ini menjadi perhatian pemerintah daerah. Selain itu, asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga menjadi masalah lingkungan yang perlu segera ditangani.

Lukman Habib, Wakil Komandan Pemadam Kebakaran Sektor Gunungputri, menjelaskan bahwa peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut sebenarnya terjadi pada Selasa (14/7/2026). Kepulan asap yang terlihat dalam rekaman video merupakan sisa-sisa kebakaran yang masih sedang ditangani oleh tim pemadam. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun api telah padam, proses pendinginan dan pemadaman total masih memerlukan waktu.

Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Evaluasi terhadap keberadaan TPS liar di berbagai wilayah perlu dilakukan secara komprehensif. Selain itu, peningkatan kapasitas tim pemadam dan relawan kebencanaan juga menjadi prioritas untuk menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja.