Sambangi Anak Sayuti Melik, Wamensos Pastikan Kebutuhan Terpenuhi

Wamensos Kunjungi Heru Baskoro, Putra Sayuti Melik di Pusat Rehabilitasi Bekasi

Sambangi Anak Sayuti Melik Wamensos Pastikan – Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, melakukan kunjungan langsung kepada Heru Baskoro yang berusia 84 tahun. Pria tersebut merupakan putra dari Sayuti Melik, tokoh penting yang dikenal sebagai pengetik naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Kunjungan ini dilakukan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) yang berlokasi di Kota Bekasi. Tujuan utama kunjungan tersebut adalah memastikan bahwa kebutuhan dasar Heru dan keluarganya telah terpenuhi dengan baik.

Sebelumnya, Heru bersama istrinya, Treyzia Noviani yang berusia 65 tahun, menjalani kehidupan yang cukup sulit. Mereka sempat tinggal terlunta-lunta di sebuah rumah kontrakan. Kini, situasi mereka telah berubah setelah dievakuasi dari lokasi kontrakan di Rawalumbu, Bekasi. Proses pemindahan tersebut dilakukan sejak hari Senin, tanggal 13 Juli lalu. Mereka dipindahkan ke STPL untuk mendapatkan berbagai bentuk bantuan yang diperlukan.

Proses Evakuasi dan Pendampingan

Pendampingan yang diberikan mencakup tiga aspek utama. Pertama adalah bantuan residensial yang memastikan tempat tinggal yang layak. Kedua, rehabilitasi medis untuk menangani masalah kesehatan yang dihadapi Heru. Ketiga, dukungan psikososial untuk membantu pemulihan kondisi mental dan emosional. Wamensos Agus Jabo juga sempat berdialog secara personal dengan kedua pasangan suami istri tersebut. Percakapan berlangsung di area teras STPL yang terlihat nyaman.

Untuk sementara Pak Heru dan Ibu tinggal di sini, akan ada bantuan medis dan psikososial, sehingga pak Heru jika butuh sesuatu bisa bilang ke staf di sini, di sini ada dokter juga.

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Agus Jabo dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Heru dan keluarganya.

Perjalanan Hidup Heru Baskoro

Kehidupan Heru Baskoro memiliki perjalanan yang cukup panjang dan bermakna. Sejak tahun 1998 hingga tahun 2024, ia bersama istrinya menghabiskan waktu di negara Kanada. Selama periode tersebut, mereka mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui pekerjaan sebagai staf senior di sebuah perusahaan minyak multinasional. Keunggulan lain yang mereka miliki adalah status kewarganegaraan Amerika Serikat yang telah mengantongi sejak lama.

Roda kehidupan mereka berubah drastis setelah memutuskan untuk kembali ke tanah air pada tahun 2024. Keputusan ini diambil seiring dengan munculnya masalah kesehatan pada mata kanan Heru. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan fungsi penglihatan yang cukup signifikan. Akibatnya, mereka harus bolak-balik antara Indonesia dan Kanada untuk menjalani perawatan medis.

Setelah enam bulan berada di Indonesia, muncul permasalahan baru terkait keuangan. Dana pensiun yang seharusnya diterima Heru tidak dapat dibayarkan kembali. Situasi ini menimbulkan tekanan finansial yang cukup berat. Untuk mengatasi masalah tersebut, mereka memutuskan untuk menjual seluruh aset yang dimiliki selama ini.

Koordinasi Pemerintah untuk Solusi Jangka Panjang

Mencermati kondisi yang dihadapi Heru, Kementerian Sosial mengambil langkah proaktif. Wamensos Agus Jabo Priyono, yang mewakili Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyatakan bahwa Kemensos akan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Koordinasi ini melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), serta Kementerian Kesehatan.

Tetapi apapun nanti Kemensos akan berdiskusi dengan Kementerian terkait, termasuk dengan keluarga, kira-kira nanti jalan terbaiknya seperti apa. Apakah Kemenlu nanti melalui KBRI juga akan melakukan pengecekan apakah uang pensiunnya juga masih bisa dicairkan.

Salah satu prioritas utama adalah memastikan bahwa Heru dapat menjalani operasi kornea mata tanpa harus kembali ke Kanada. Hal ini dinilai lebih baik untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan pasien. Selain itu, pemerintah juga akan membantu proses pencairan dana pensiun yang terhambat.

Saat ini, semua pihak masih menunggu hasil koordinasi antara pemerintah dan keluarga Heru. Langkah-langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil diskusi tersebut. Dini, sebagai perwakilan keluarga Heru, menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia mengapresiasi respons cepat dan perhatian yang diberikan pemerintah kepada keluarganya.

Terima kasih perhatiannya kepada kami.

Kunjungan Wamensos ini menjadi momen penting dalam memastikan bahwa Heru Baskoro, putra tokoh pers SK Trimurti dan Sayuti Melik, mendapatkan pelayanan yang layak. Berbagai bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi fisik maupun finansial keluarga tersebut dalam jangka panjang.