Key Issue: Pramono Pastikan LRT Jakarta Dilanjut hingga Dukuh Atas, Rampung 2028

Key Issue: LRT Jakarta Diperpanjang ke Dukuh Atas, Rampung 2028

Key Issue – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan kepastian resmi mengenai kelanjutan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta yang sangat dinantikan masyarakat. Proyek strategis ini akan diperpanjang dari Stasiun Manggarai menuju Dukuh Atas, menyusul selesainya pembangunan jalur Velodrome-Manggarai. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan target penyelesaian konstruksi sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut pada tahun 2028 mendatang. Keputusan ini menjadi salah satu Key Issue utama dalam pengembangan transportasi publik di ibu kota.

Keputusan penting ini diumumkan secara langsung oleh Pramono saat melakukan kunjungan inspeksi ke lokasi pembangunan LRT Jakarta di Stasiun Rawamangun, Jakarta Timur, pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Menurut Gubernur, proyek ekstensi ini telah mendapatkan persetujuan untuk segera dilaksanakan karena tidak menghadapi hambatan signifikan terkait pembebasan lahan di sepanjang rute yang direncanakan. Sebagai Key Issue yang telah lama ditunggu, proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar kawasan di Jakarta.

Detail Proyek dan Anggaran

Pramono menjelaskan secara rinci mengenai rencana pembangunan ini. Ia menyatakan bahwa jalur LRT Jakarta yang menghubungkan Kelapa Gading hingga Manggarai memiliki total panjang mencapai 12,2 kilometer dengan 11 stasiun yang tersebar di sepanjang rute tersebut. Key Issue ini juga mencakup rencana perluasan yang akan menghubungkan kawasan timur Jakarta dengan pusat bisnis di Dukuh Atas.

“Dan saya sudah memutuskan untuk langsung dibangun sampai dengan Dukuh Atas, kurang lebih 2 kilometer lagi,” ujar Pramono saat memberikan keterangan pers.

Untuk membiayai perluasan jalur menuju Dukuh Atas, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,1 triliun. Angka ini mencakup seluruh biaya konstruksi, pengadaan rel, serta infrastruktur pendukung lainnya yang diperlukan untuk operasional LRT. Key Issue anggaran ini telah menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam memastikan proyek berjalan sesuai rencana.

“Kalau kemudian sampai Dukuh Atas tambah 2 kilometer lagi, tidak ada pembebasan lahan sehingga tidak ada handicap untuk menunggu pembebasan lahan. Langsung bisa dibangun kurang lebih Rp 2,1 triliun,” tambahnya.

Kesiapan Anggaran dan Timeline

Gubernur Pramono mengungkapkan bahwa pembangunan jalur Manggarai-Dukuh Atas telah ditetapkan untuk diselesaikan sepenuhnya pada tahun 2028. Sebagai langkah konkret, sebagian dari total anggaran proyek tersebut telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta untuk tahun berjalan. Key Issue timeline ini menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama.

“Saya tadi juga sudah minta kepada Ibu Asisten Keuangan untuk pembangunan dari Manggarai ke Dukuh Atas selesai di tahun 2028 dengan anggaran Rp 2,1 triliun, dan sudah dianggarkan di anggaran yang sekarang kurang lebih Rp 611 miliar,” jelas Pramono.

Alokasi dana sebesar Rp 611 miliar ini merupakan bagian awal dari total anggaran yang diperlukan. Sisa dana akan dicairkan secara bertahap sesuai dengan progres pembangunan yang tercapai setiap triwulannya. Key Issue pengalokasian dana ini memastikan bahwa proyek tidak mengalami keterlambatan akibat masalah keuangan.

Kajian Teknis dan Persiapan Konstruksi

Sementara itu, Iwan Takwin, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), memberikan informasi mengenai status kajian teknis yang sedang berlangsung. Menurutnya, seluruh studi kelayakan dan analisis teknis untuk pembangunan lanjutan telah memasuki tahap final. Key Issue kajian teknis ini menjadi prasyarat penting sebelum konstruksi fisik dapat dimulai secara penuh.

“Untuk pembangunan lanjutan, kita akan mulai di awal 2027. Kajiannya sudah berjalan di kami dan juga kajian teknisnya. Ini menjadi syarat untuk penerbitan rekomendasi trase nanti,” kata Iwan.

Iwan menjelaskan bahwa rekomendasi trase merupakan dokumen penting yang diperlukan sebelum konstruksi fisik dapat dimulai secara penuh. Dokumen ini akan menjadi acuan utama bagi kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan. Key Issue rekomendasi trase ini akan menentukan arah pembangunan yang optimal.

Pihak Jakpro juga menargetkan seluruh pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Dengan demikian, masyarakat Jakarta dapat menikmati layanan LRT yang lebih luas hingga ke kawasan bisnis utama di Dukuh Atas. Key Issue target penyelesaian ini menjadi motivasi bagi seluruh pihak terkait.

“Iya. Tahun 2028 menjadi target bisa kita resmikan seperti sekarang ini kondisinya,” pungkas Iwan.

Ekstensi LRT Jakarta ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas transportasi publik di ibu kota dan mengurangi kemacetan di kawasan pusat bisnis. Dengan tidak adanya kendala pembebasan lahan, proyek ini diprediksi dapat berjalan lebih efisien dibandingkan proyek infrastruktur sebelumnya. Key Issue keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh positif untuk pengembangan transportasi berkelanjutan di masa depan.