Main Agenda: Waka DPRD Surabaya Dorong Camat-Lurah Tiru Gaya Sidak Eri Cahyadi

Main Agenda: Waka DPRD Surabaya Dorong Camat-Lurah Tiru Gaya Sidak Eri Cahyadi

Main Agenda – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, mengajak seluruh camat dan lurah untuk meneladani gaya kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi. Menurut Main Agenda yang menjadi sorotan publik, pendekatan sidak langsung ke lapangan menjadi kunci transformasi pelayanan publik di Surabaya. Arif menekankan bahwa respons cepat terhadap keluhan warga harus menjadi prioritas utama setiap aparatur pemerintah daerah.

Momentum Perubahan bagi Aparatur Sipil Negara

Politikus Partai Golkar tersebut menilai bahwa Main Agenda ini memberikan kesempatan berharga bagi aparatur sipil negara. Camat dan lurah sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat dituntut untuk lebih adaptif dan inovatif. Gaya kepemimpinan Eri Cahyadi yang dikenal sering melakukan kunjungan langsung ke berbagai lokasi menjadi inspirasi bagi para pejabat tingkat kecamatan dan kelurahan.

Setiap atensi publik harus menjadi energi untuk menyelesaikan persoalan masyarakat. Pemimpin hari ini tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi juga memastikan langsung kondisi di lapangan. Karena itu seluruh perangkat daerah harus mampu beradaptasi dengan pola kepemimpinan tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Arif Fathoni melalui keterangan tertulis pada Senin, 13 Juli 2026. Ia menekankan pentingnya perubahan mindset dalam birokrasi modern yang tidak lagi mengandalkan prosedur kaku semata. Main Agenda transformasi ini memerlukan komitmen dari seluruh elemen pemerintah kota.

Laporan Warga sebagai Dasar Evaluasi Pelayanan

Menurut Arif, setiap aduan yang masuk ke pemerintah kota seharusnya tidak dipandang sekadar sebagai kritik. Main Agenda evaluasi pelayanan harus menjadikan laporan masyarakat sebagai bahan berharga untuk peningkatan kualitas berkelanjutan. Inspeksi lapangan yang rutin dilakukan wali kota bertujuan memastikan informasi yang diterima sesuai dengan realitas di lapangan.

Yang ingin dipastikan adalah apakah laporan yang diterima itu benar-benar sesuai dengan kenyataan. Jangan sampai apa yang seharusnya terjadi berbeda dengan fakta di lapangan.

Arif juga mengingatkan bahwa aparatur sipil negara harus siap ditempatkan di berbagai lokasi sesuai kebutuhan. Mekanisme penghargaan maupun sanksi harus diterima sebagai konsekuensi dari birokrasi yang profesional. Mutasi dan rotasi pegawai merupakan bagian penting dari penyegaran organisasi agar aparatur tidak terjebak dalam zona nyaman.

Mengatasi Zona Nyaman melalui Inovasi Berkelanjutan

Menurut politikus tersebut, apabila seorang pegawai terlalu lama menempati satu posisi, risiko masuk ke dalam comfort zone akan semakin besar. Main Agenda perbaikan layanan harus menjadikan keluhan masyarakat sebagai pendorong inovasi. Arif memberikan apresiasi kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya atas konsistensi mereka dalam memberikan teladan melalui kerja lapangan.

Di sisi lain, keberadaan sistem hotline pengaduan menuntut pemerintah untuk bergerak lebih cepat dalam menyelesaikan setiap persoalan warga. Cara-cara konvensional yang mengandalkan rapat berulang kali dinilai sudah tidak relevan lagi dengan kebutuhan masyarakat modern. Main Agenda perubahan ini harus dimulai dari tingkat kecamatan dan kelurahan.

Ketika pemerintah membuka hotline pengaduan, masyarakat tentu berharap penyelesaiannya juga cepat. Cara-cara lama yang hanya mengandalkan rapat berulang sudah tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Memetakan Persoalan di Tingkat Kecamatan dan Kelurahan

DPRD Surabaya mengimbau seluruh camat dan lurah untuk mulai memetakan berbagai permasalahan di wilayah masing-masing. Main Agenda ini mencakup isu-isu seperti parkir liar, pedagang kaki lima, hingga kebersihan lingkungan. Ujung tombak pelayanan memang berada di kelurahan dan kecamatan, sehingga setiap keluhan warga dapat diselesaikan lebih awal sebelum berkembang menjadi masalah besar.

Arif menilai pendekatan antisipatif lebih efektif dibandingkan menunggu persoalan menjadi viral atau mendapat perhatian langsung dari kepala daerah. Sistem reward dan punishment tetap diperlukan untuk membangun birokrasi yang profesional. Sementara itu, inspeksi mendadak yang dilakukan wali kota dinilai mampu mengubah budaya kerja aparatur agar selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Tidak ada yang abadi selain perubahan itu sendiri. Masyarakat sekarang menginginkan penyelesaian yang cepat dan konkret. Karena itu birokrasi juga harus berubah, semakin adaptif, inovatif, dan hadir memberikan solusi bagi setiap persoalan warga.

Main Agenda transformasi pelayanan publik di Surabaya ini diharapkan dapat meningkatkan kepuasan masyarakat. Perubahan ini bukan hanya soal gaya kepemimpinan, tetapi juga tentang bagaimana aparatur pemerintah merespons kebutuhan warga dengan lebih cepat dan tepat sasaran.