What Happened During: Maling Sikat Habis Isi Rumah di Sumut, 310 Guci hingga Tirai Pintu Dicuri

Maling Sikat Habis Isi Rumah di Sumut, 310 Guci hingga Tirai Pintu Dicuri

What Happened During – Sebuah rumah yang telah ditinggalkan pemiliknya selama tujuh tahun di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, menjadi korban pencurian yang menguras seluruh isinya. Kasus ini terungkap setelah empat pelaku berhasil ditangkap oleh petugas kepolisian. Pencurian terjadi di rumah korban Nursiah Pasaribu (60) di Jalan Merdeka, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, yang sebelumnya ditinggalkan sejak 2019 karena pemiliknya pindah ke Kota Medan.

Detail Pelaku

Empat orang pelaku yang bertanggung jawab atas aksi pencurian tersebut adalah Abdul Kadir (31), Pitra Harahap (22), Hendra Gunawan (39), dan Ilham Syahputra (20). Mereka ditemukan oleh petugas setelah beberapa hari korban melaporkan kejadian tersebut. AKP Verry Purba, Kasi Humas Polres Simalungun, mengatakan bahwa para tersangka berhasil diidentifikasi dan ditangkap.

“Empat tersangka pencurian rumah kosong berhasil diungkap,” kata Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, dilansir detikSumut, Minggu (7/6/2026).

Kasus ini menimbulkan kejutan karena rumah yang sudah ditinggalkan selama hampir tiga tahun tersebut dianggap aman. Pemiliknya, Nursiah Pasaribu, sebelumnya tidak memperkirakan bahwa barang-barangnya akan dicuri begitu cepat. Sebagai informasi tambahan, tiga dari empat pelaku masih dalam usia produktif, sementara dua di antaranya adalah remaja yang belum banyak pengalaman dalam kejahatan.

Keterangan dari Kasi Humas

Menurut AKP Verry Purba, operasi penangkapan ini dilakukan setelah petugas menerima laporan dari warga sekitar. Polisi mengatakan bahwa investigasi terhadap kejadian pencurian ini berlangsung intensif, dengan fokus pada keberadaan pelaku dan cara mereka masuk ke rumah yang kosong.

“Kami melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap motif dan rencana para pelaku,” tambah AKP Verry Purba. “Sikap korban yang meninggalkan rumah selama waktu yang lama memberi peluang bagi pencuri untuk merencanakan aksinya secara matang.”

Dalam penyelidikan, polisi menemukan bukti-bukti bahwa para pelaku melakukan pencurian secara sistematis. Mereka mencuri berbagai barang bernilai tinggi, mulai dari peralatan rumah tangga hingga barang-barang yang bisa dijual kembali. “Para pelaku memang berencana untuk mengambil barang-barang yang mudah dibawa, seperti guci dan tirai pintu,” jelas Verry Purba. “Namun, mereka justru mengambil hampir seluruh isi rumah korban.”

Pencurian di Rumah Nursiah Pasaribu

Kapolsek Dolok Batu Nanggar, AKP Gunawan Sembiring, memberikan keterangan bahwa pencurian terjadi pada bulan Mei 2026. Menurutnya, rumah korban sudah kosong sejak tahun 2019, ketika Nursiah Pasaribu pindah ke Medan. “Rumah itu sempat ditinggalkan karena korban tidak tinggal di sana lagi,” kata Sembiring. “Namun, para pencuri tetap menargetkan tempat tersebut.”

“Rumah korban sudah ditinggalkan sejak 2019. Terakhir kali barang-barang di dalam rumah dilihat masih lengkap pada bulan Januari 2026,” kata Gunawan.

Sembiring menjelaskan bahwa para pelaku mengambil barang-barang dengan cara yang cukup rapi. Mereka tidak hanya mencuri guci dan tirai pintu, tetapi juga peralatan rumah tangga seperti kompor gas, mesin jahit, dan mesin air. “Mereka memastikan bahwa barang-barang yang diambil sudah siap untuk dibawa pergi,” tambah Sembiring. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau kerusakan signifikan di sekitar rumah.”

Barang-Barang yang Dicuri

Menurut laporan, para pelaku mencuri hampir seluruh isi rumah korban. Daftar barang yang berhasil diambil mencakup 310 guci dengan berbagai ukuran, 20 boneka ukuran besar, 15 tirai pintu, satu unit televisi 32 inci, kompor gas beserta dua tabung, mesin jahit, mesin air, tempat tidur beserta lima tilam, sepuluh tas wanita, dua ambal, lima selimut, serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.

Barang-barang tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi, terutama guci dan perlengkapan rumah tangga. Menurut warga setempat, guci yang dicuri berbagai ukuran dan warna bisa menjadi target para pembeli di pasar. “Korban merasa sangat kecewa karena barang-barang pribadinya hilang begitu saja,” ujar salah satu tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Dalam penyelidikan, polisi juga menemukan petunjuk bahwa aksi pencurian ini dipersiapkan secara terencana. Beberapa hari sebelum kejadian, para pelaku diketahui mengamati rumah korban untuk mengetahui kondisi sekitar. “Mereka memanfaatkan kesempatan korban tidak tinggal di rumah,” tambah Sembiring. “Ini menunjukkan bahwa para pelaku sangat memperhatikan waktu