Visit Agenda: Pertama dalam Beberapa Dekade, 3 Kapal Induk AS Beroperasi di Timur Tengah
Table of Contents
Pertama dalam Beberapa Dekade, 3 Kapal Induk AS Beroperasi di Timur Tengah
Sebuah pernyataan dari Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengungkapkan bahwa tiga kapal induk milik negara tersebut beroperasi secara bersamaan di wilayah Timur Tengah, sesuatu yang terjadi untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Kehadiran tiga kapal induk ini terjadi saat gencatan senjata antara AS dan Iran yang belum stabil masih berlangsung.
“Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, tiga kapal induk beroperasi di Timur Tengah secara simultan,” demikian pernyataan CENTCOM yang dibagikan melalui media sosial X, sebagaimana dilaporkan Al Arabiya pada hari Sabtu (25/4/2026).
Menurut laporan, kapal induk USS Abraham Lincoln (CVN 72), USS Gerald R. Ford (CVN 78), dan USS George G.W. Bush (CVN 77) mendukung lebih dari 200 pesawat dan 15.000 anggota marinir serta tentara laut. Pernyataan ini datang setelah pengumuman kedatangan USS George H.W. Bush, kapal induk ketiga yang dikerahkan ke kawasan tersebut.
Penjelasan CENTCOM
Centcom mengungkapkan, melalui media sosial X, bahwa USS George H.W. Bush berlayar di Samudra Hindia pada 23 April, dalam wilayah tanggung jawabnya. Dalam pernyataan tersebut, mereka menyertakan foto kapal induk yang menunjukkan jet tempur berkumpul di bagian deknya.
Kapal induk kelas Nimitz, USS George H.W. Bush, berangkat dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk di Virginia, AS, pada akhir Maret dan mencapai Timur Tengah setelah melewati Tanjung Harapan. Kapal induk itu bergabung dengan USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang telah berada di kawasan tersebut sebelumnya, saat perang antara AS-Israel dan Iran sedang berlangsung.
Gencatan senjata yang menghentikan serangan udara AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 8 April dan berlangsung lebih dari dua minggu. Meski begitu, kehadiran tiga kapal induk tetap mempertahankan kekuatan militer AS di tengah kesulitan negosiasi damai dengan Iran.
Perjalanan USS Gerald R. Ford
Kapal induk USS Gerald R. Ford, yang merupakan kapal terbesar di dunia, sempat berlabuh di Kroasia untuk perbaikan setelah mengalami kebakaran di ruang laundry kapal pada 12 Maret. Kini, ia kembali beroperasi di Laut Merah, memperkuat kehadiran angkatan laut AS di wilayah tersebut.
Sebagian besar serangan udara AS terhadap Iran dilakukan dari USS Abraham Lincoln, yang saat ini berada di Laut Arab. Kapal induk ini menjadi pusat operasi utama dalam upaya menghadapi ancaman dari Iran, yang sebelumnya membalas dengan rudal dan drone ke target-target di Israel serta negara-negara Teluk.
Sejarah Pengerahan
Pengerahan tiga kapal induk ini terjadi setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari lalu. Gencatan senjata yang berlaku saat ini memungkinkan pasukan AS dan Israel untuk mengambil jeda sejenak, meski ketegangan tetap memanas.
Dengan kehadiran tiga kapal induk, AS memperlihatkan komitmen militernya terhadap keamanan di Timur Tengah. Tiga unit tersebut membentuk kekuatan laut yang signifikan, siap mendukung operasi militer dalam kondisi yang dinamis.
Kapal induk USS Abraham Lincoln Foto: dok. REUTERS/Mike Blake/File Photo
Kapal induk USS Gerald R. Ford Foto: dok. U.S Naval Forces Central Command/U.S. 6th Fleet/Handout via REUTERS/File Photo
