Visit Agenda: Invasi 900 Ular saat Banjir di China, 1 Wanita Tewas Dipatuk Kobra
Table of Contents
Visit Agenda: 900 Ular Invasi saat Banjir China, 1 Wanita Tewas
Visit Agenda – Situasi darurat terjadi di kota Hengzhou, provinsi Guangxi Zhuang, Tiongkok, setelah topan Maysak melanda kawasan tersebut dengan kekuatan luar biasa. Banjir besar yang menyertai badai ini menyebabkan fenomena menakutkan, yaitu keluarnya sekitar 900 ekor ular dari peternakan reptil yang terendam. Sebagian besar ular yang melarikan diri memiliki racun berbahaya yang dapat mengancam keselamatan manusia.
Kronologi Korban dan Ancaman Ular Berbisa
Visit Agenda – Berdasarkan laporan yang dihimpun dari CNN pada hari Minggu, 12 Juli 2026, seorang perempuan warga setempat meninggal dunia setelah digigit oleh seekor kobra. Meskipun demikian, pihak media pemerintah setempat melaporkan bahwa tidak hanya satu korban, melainkan beberapa orang lainnya juga mengalami gigitan ular namun kondisinya tidak mengancam jiwa. Para korban lainnya mendapatkan perawatan medis segera setelah kejadian.
Sementara itu, bencana banjir akibat topan Maysak telah mencatatkan total korban jiwa mencapai 39 orang. Angka ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak yang ditimbulkan oleh badai tersebut terhadap kehidupan masyarakat setempat. Banyak rumah dan infrastruktur yang rusak parah akibat banjir bandang.
Video Viral Menunjukkan Pemandangan Mengerikan
Visit Agenda – Sejumlah warga setempat mengunggah video yang kini viral di media sosial, memperlihatkan situasi yang cukup menakutkan. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas banyak ular yang berenang di jalanan yang telah terendam banjir. Kepala-kepala ular tampak terangkat ke permukaan air dengan tenang, menyerupai periskop yang siap menyerang apa pun yang mendekat. Pemandangan ini menciptakan kepanikan tersendiri bagi warga yang harus melintasi jalan tersebut.
Awalnya, otoritas Tiongkok menganggap ancaman dari ular-ular yang berkeliaran ini tidak terlalu serius. Namun, seiring berjalannya waktu, pihak berwenang mengeluarkan peringatan keras kepada penduduk desa agar menjauhi area yang dihuni oleh ular-ular baru tersebut. Sebagai langkah antisipasi, tim penangkap ular telah dikerahkan ke lokasi, persediaan antibisa diperbanyak, dan petugas rumah sakit disiapkan untuk menangani potensi lonjakan kasus gigitan ular.
Hewan Lain Juga Melarikan Diri dari Kandang
Visit Agenda – Ular bukanlah satu-satunya penghuni yang berhasil lolos dari genangan air. Kebun binatang di wilayah tersebut juga mengalami kebobolan, dengan beberapa hewan besar dan kecil berhasil keluar dari kandangnya. Diantara hewan-hewan yang melarikan diri terdapat dua ekor zebra, satu lembu bungkuk, tiga kuda poni, serta dua ekor keledai. Pemandangan hewan-hewan ini berkeliaran di tengah banjir menambah kekacauan yang terjadi.
Kebun Binatang Guigang yang dikelola oleh pihak swasta juga mengeluarkan pemberitahuan darurat pada malam hari Rabu. Mereka memperingatkan masyarakat bahwa beberapa hewan yang telah kabur, termasuk burung unta, emu, dan rakun, berpotensi menjadi agresif ketika merasa ketakutan. Warga diminta untuk segera melaporkan setiap penampakan hewan-hewan tersebut ke pihak berwenang terdekat.
Dalam sebuah wawancara dengan media lokal Hongxing News, Yin Feifei, pemilik kebun binatang tersebut, mengungkapkan bahwa para stafnya mempertaruhkan nyawa untuk mengunci kandang predator saat air banjir mulai naik. Tragisnya, tiga ekor singa tenggelam dalam peristiwa tersebut. Visit Agenda mencatat bahwa insiden ini menjadi salah satu bencana alam terbesar yang pernah melanda wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
“Kami tidak dapat membiarkan predator melarikan diri selama banjir dan menciptakan risiko keselamatan publik tambahan,” katanya.
16.000 Babi Hanyut Terbawa Banjir
Visit Agenda – Selain hewan-hewan besar, media lokal Tiongkok Shangyou News melaporkan bahwa lebih dari 16.000 babi juga hanyut terbawa arus banjir. Alat berat pun dikerahkan untuk mengangkat babi-babi tersebut dari genangan air. Proses penyelamatan ini digambarkan mirip dengan mesin capit di permainan arcade, sebagaimana terlihat dalam video yang diunggah secara daring. Seluruh kejadian ini menunjukkan betapa luasnya dampak topan Maysak terhadap berbagai sektor kehidupan di wilayah tersebut, mulai dari peternakan hingga kebun binatang.
