Topics Covered: Hari Ke-2 Prosesi Pemakaman Khamenei, Warga Iran Tuntut Pembalasan ke Trump
Table of Contents
Hari Ke-2 Prosesi Pemakaman Khamenei, Massa Iran Terus Serukan Pembalasan ke Trump
Topics Covered – Dilansir Reuters, Senin (6/7/2026), pemandangan yang diunggah lewat drone oleh media pemerintah menunjukkan ratusan ribu warga Iran berbondong-bondong mengisi jalanan ibu kota. Mereka hadir untuk menyaksikan serangkaian upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, seorang pemimpin spiritual Iran yang baru saja meninggal. Prosesi ini memperlihatkan ketegangan yang terus membara, dengan massa memadati jalan raya sambil menunjukkan rasa dukacita yang mendalam.
Prosesi Kematian dalam Hujan
Petit jenazah Khamenei, yang ditarik oleh truk besar, berjalan di tengah kerumunan warga yang menuntut keadilan. Sejumlah petugas pemadam kebakaran berjaga-jaga, menyemprotkan air dari atas untuk mendinginkan peserta upacara yang menggumpal di bawah jembatan. Aksi ini mencerminkan semangat keterlibatan massa dalam rangkaian kegiatan yang dianggap sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan luar negeri AS.
Massa yang berkumpul di sekitar jalur prosesi menyampaikan pesan yang tajam. Di beberapa titik, mereka melempari batu ke arah papan reklame yang tergantung di atas. Reklame itu menampilkan gambar Donald Trump dengan simbol peluru yang menunjuk ke kepalanya, sebagai perwujudan kekesalan atas keputusan yang dianggap merugikan Iran. Sebuah tulisan di papan tersebut menegaskan keinginan untuk pembalasan, dengan kalimat yang keras dan tegas.
“AS membunuh ayah kami,” tulis di papan itu. “Kami tidak akan membiarkan kalian lolos!”
Ketika memasuki area tertentu, peserta upacara menunjukkan dukungan yang beragam. Beberapa membakar bendera AS dan Inggris, sementara lainnya mengangkat plakat merah dengan kalimat bahasa Inggris “KILL TRUMP.” Wanita yang memakai cadar hitam terlihat lebih aktif, menghadirkan isyarat kekuatan melalui tindakan mereka. Banyak dari mereka juga membawa poster yang menampilkan wajah para tokoh asing, termasuk JD Vance, Wakil Presiden AS, dan Pete Hegseth, Menteri Pertahanan AS.
Kekuatan Simbol dan Pengaruh Budaya
Selain itu, peserta upacara menunjukkan kemarahan dengan membawa gambar Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, dalam format yang sama. Setiap wajah di atas poster terdapat tanda tembakan, sebagai representasi dari kata-kata “There will be blood” yang menjadi bagian dari tradisi Syiah. Frasa ini mengingatkan pada sejarah masa lalu, ketika cucu Nabi Muhammad mengalami kematian dalam pertempuran, memicu rasa sakit yang mendalam dalam keluarga Syiah.
Kehadiran ribuan warga Iran di jalanan tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap Khamenei, tetapi juga menggambarkan solidaritas nasional dalam menghadapi kebijakan luar negeri AS. Mereka bergerak dengan rasa kebersamaan, menunjukkan bahwa rasa dendam terhadap Trump adalah bagian dari keinginan untuk memperkuat posisi Iran di dunia internasional.
Rangkaian Upacara dan Latar Belakang
Prosesi pemakaman Khamenei dimulai pada Jumat (3/7) dengan upacara kecil yang dilakukan di beberapa lokasi. Namun, hari Sabtu dan Minggu menjadi momen besar, dengan acara terbuka yang dihadiri oleh ratusan ribu orang. Puncaknya adalah prosesi pemakaman akbar pada Senin (6/7), yang dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah Iran.
Di sela-sela prosesi, massa menghiasi jalanan dengan berbagai bentuk ekspresi. Tidak hanya bendera Iran yang berkibar, tetapi juga slogan-slogan yang memperkuat pesan perlawanan. Sejumlah warga menggantungkan tanda-tanda kecil di pohon-pohon dan bangunan, menciptakan suasana yang menyatukan rasa sakit dan kegembiraan dalam satu moment.
Pihak berwenang memberi informasi bahwa jenazah Khamenei akan terus diarak ke kota-kota suci sebelum dibawa ke Mashhad untuk dimakamkan pada 9 Juli mendatang. Qom, yang merupakan pusat pendidikan agama Syiah, akan menjadi salah satu tempat istirahat sementara bagi jenazah. Kota-kota lainnya di Irak juga menjadi bagian dari perjalanan ini, menunjukkan kesatuan umat Syiah di kawasan Timur Tengah.
Dalam konteks budaya dan agama, prosesi pemakaman Khamenei adalah simbol kekuatan spiritual yang berpengaruh. Tradisi ini tidak hanya memperingati kepergian seorang pemimpin, tetapi juga menjadi ajang untuk menyampaikan aspirasi politik dan ekonomi. Massa menggunakan berbagai simbol, termasuk warna merah yang melambangkan pengorbanan, untuk menyampaikan pesan yang lebih luas.
Keberhasilan upacara ini menunjukkan tingkat dukungan yang solid di kalangan rakyat Iran. Meski ada berbagai perbedaan politik, rasa persatuan mengungkapkan bahwa kepergian Khamenei membawa dampak yang signifikan. Prosesi ini menjadi momen untuk menegaskan bahwa keinginan untuk membalas dendam terhadap AS adalah bagian dari kesadaran kolektif warga Iran.
