Special Plan: Polisi Sita Foto Keluarga Terkait 3 Kasus Korupsi, Milik Siapa?

Special Plan: Polisi Sita Foto Keluarga dalam 3 Kasus Korupsi

Special Plan – Dalam operasi besar-besaran yang dilakukan kepolisian, sejumlah barang bukti penting berhasil diamankan. Operasi ini merupakan bagian dari Special Plan yang menangani tiga dugaan tindak pidana korupsi secara bersamaan. Ketiga kasus tersebut meliputi korupsi batu bara, skandal ASABRI, serta masalah keuangan di lingkungan Krakatau Steel. Yang menjadi sorotan publik, di antara barang bukti yang diamankan terdapat foto-foto keluarga yang disimpan dalam bingkai. Kombes Budi Hermanto, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa penemuan foto keluarga ini terjadi saat tim penyidik melakukan penggeledahan di hunian pribadi. Lokasi tersebut berada di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

“Dan barang bukti berupa dua bingkai foto keluarga,” kata Budi Hermanto di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).

Meskipun foto-foto tersebut telah disita, Budi tidak ingin memberikan rincian lebih lanjut mengenai pemilik foto-foto tersebut. Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memamerkan barang bukti berupa foto keluarga tersebut kepada media dalam konferensi pers. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan untuk menjaga aspek privasi. Special Plan ini menunjukkan komitmen Polri dalam menangani kasus-kasus korupsi secara transparan namun tetap menghormati hak privasi para pihak terkait.

“Kami sampaikan bahwa untuk foto tidak akan kami tampilkan karena ada hal-hal yang bersifat privasi yang harus kami jaga. Di situ terdapat foto keluarga dan kami juga harus tetap melindungi keluarga serta pihak-pihak lainnya,” jelasnya.

Detail Operasi Penggeledahan

Polda Metro Jaya sebelumnya telah melaksanakan serangkaian penggeledahan di beberapa titik pada hari Rabu, tanggal 8 Juli. Operasi ini mencakup tiga dugaan korupsi yang sedang ditangani. Di antara lokasi yang digeledah adalah sebuah money changer dan Cafe de’Clan Signature yang berlokasi di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Selain itu, polisi juga melakukan penggeledahan di sebuah rumah di Sentul, Bogor. Selama proses penggeledahan, polisi berhasil mengamankan berbagai jenis barang bukti. Mulai dari emas batangan hingga valuta asing dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Barang-barang tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan. Irjen Totok Suharyanto, yang menjabat sebagai Kakortastipidkor Polri, menjelaskan bahwa pengusutan ketiga kasus tersebut dilakukan melalui skema joint investigation bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ia menyebutkan bahwa kasus-kasus tersebut memiliki keterkaitan yang signifikan. Kasus pertama berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan batu bara yang sempat memicu terjadinya blackout listrik. Kasus kedua adalah mega korupsi ASABRI yang melibatkan dana dalam jumlah besar. Sementara itu, kasus ketiga menyangkut penyelesaian utang dari PT CBS kepada PT KNI, yang merupakan anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.

Komitmen Terhadap Prioritas Nasional

Budi kembali menekankan bahwa penanganan ketiga kasus korupsi ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Polri berkomitmen penuh untuk mendukung prioritas nasional pemerintah dalam upaya memperkuat pemberantasan korupsi di Indonesia. Special Plan ini sejalan dengan Asta Cita ketujuh dalam agenda pemerintahan. Poin tersebut menekankan pentingnya memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi.

“Pemberantasan tindak pidana korupsi ini merupakan atensi Presiden Republik Indonesia dalam program prioritas Asta Cita ketujuh, yaitu memperkuat reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Hingga saat ini, tim penyidik telah berhasil memeriksa sebanyak 15 orang saksi yang berkaitan dengan kasus-kasus tersebut. Budi memastikan bahwa pengumuman mengenai tersangka akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Meskipun ia belum memberikan jadwal pasti, ia menegaskan bahwa pengumuman tersebut tidak akan menunggu lama. Special Plan penanganan ketiga kasus korupsi ini menunjukkan bahwa Polri terus berupaya memberikan hasil terbaik dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Bukan malam ini, tetapi dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait tersangka dalam perkara yang ditangani oleh joint investigation oleh Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya,” kata Budi.