Solving Problems: Siang Malam Perbaikan Jalan Amblas di Lenteng Agung
Table of Contents
Perbaikan Jalan Amblas di Lenteng Agung Berjalan Siang dan Malam
Solving Problems – Pekerjaan perbaikan jalan retak di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, berlangsung terus-menerus sepanjang siang dan malam guna mempercepat pemulihan akses lalu lintas di lokasi tersebut. Badan jalan utama diperkirakan dapat dilewati kendaraan secara normal dalam beberapa hari ke depan. Detikcom melaporkan bahwa progres perbaikan hingga Minggu (31/5/2026) terus mengalir, meski ada beberapa hambatan teknis yang dihadapi.
Instalasi Gorong-Gorong untuk Mengalirkan Air
Di lokasi amblas, Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah menyelesaikan pemasangan gorong-gorong atau box culvert. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi aliran air yang sebelumnya menghambat proses perbaikan. Dengan adanya gorong-gorong, air yang berasal dari saluran penghubung danau UI kini teralir lebih lancar, sehingga mempercepat proses pemulihan jalan.
“Pemasangan box culvert sudah mencapai 90 persen karena hanya tinggal satu boks lagi yang perlu segera dipasang,” kata Iwan K Santoso, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Selatan, saat diwawancara di lokasi progres, Minggu (31/5).
Sejumlah petugas terus bekerja di sekitar lokasi, termasuk menggali saluran air di sisi kiri jalan. Satu ekskavator tetap berada di area kerja untuk menunjang kecepatan pengerjaan. Meski masih ada pembatas di sisi kanan jalan, seluruh lajur arah Depok tetap terbuka, memungkinkan lalu lintas tidak terganggu secara signifikan.
Potensi Macet dan Perbaikan Terkini
Pada hari Minggu, proses pengerjaan diketahui mencapai 70 persen. Progres ini meliputi pemasangan box culvert dan persiapan untuk tahap pengecoran jalan. Namun, Iwan menyebutkan bahwa ada perlu waktu sekitar delapan jam untuk menyelesaikan pengecoran, sehingga warga diimbau bersabar menghadapi kemacetan yang mungkin terjadi.
“Kita berharap masyarakat bisa sedikit bersabar karena pasti terjadi kemacetan saat pengecoran berlangsung. Dan untungnya besok masih libur, jadi diharapkan hingga Selasa semua sudah selesai, tinggal pembersihan di sekitar lokasi,” tambahnya.
Pengerjaan sempat terhambat akibat hujan lebat tadi malam. Aliran air dari danau UI menjadi lebih deras, memperlambat proses perapian di sekitar area amblas. Meski begitu, petugas tetap berupaya menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang terbatas.
Hambatan dari Kabel PLN
Beberapa hambatan teknis terjadi di lokasi, terutama karena adanya empat kabel PLN besar yang mengganggu proses pemasangan box culvert. Iwan menjelaskan bahwa petugas telah melakukan penggalian di titik kabel tersebut. “Hari ini sudah dilakukan penggalian, dan nanti akan disambung agar kabel bisa berada di atas box culvert yang dipasang,” tuturnya.
Untuk memastikan pemasangan kabel PLN berjalan lancar, akan ada pemadaman listrik di sekitar lokasi. Durasi pemadaman diperkirakan tidak lebih dari dua jam, dengan PLN berkomitmen menyampaikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat. Pemadaman ini akan dilakukan untuk memudahkan proses penyambungan kabel, yang diperkirakan cepat selesai.
Anggaran dan Tahapan Proyek
Proyek perbaikan jalan amblas di Lenteng Agung dibiayai dengan anggaran sebesar Rp 380 juta, yang mencakup seluruh rangkaian proses. Anggaran tersebut digunakan untuk memastikan perbaikan selesai tepat waktu. Pekerjaan dibagi menjadi dua tahap: tahap pertama fokus pada perbaikan badan jalan utama, sementara tahap kedua menangani finishing area pinggir jalan.
“Kita utamakan 10 meter ini harus selesai malam ini. Perkerasan jalan lebarnya 8,5 meter, dan total dengan sisi kiri dan kanan mencapai 10 meter. Material yang digunakan adalah beton rigid, yang memiliki umur 8 jam sebelum bisa dilewati kendaraan,” jelas Santo, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, saat ditemui di lokasi, Sabtu (30/5).
Tahap pertama diperkirakan rampung dalam tiga hari, sehingga lalu lintas kembali normal pada Senin. Sementara tahap kedua akan menghabiskan waktu lebih lama untuk pembersihan dan finishing area di sekitar jalan. Santo mengatakan bahwa pemasangan 10 box culvert bertujuan untuk mengalirkan air dari saluran UI ke Sungai Ciliwung, memastikan sistem drainase berjalan optimal.
Upaya Mempercepat Pemulihan
Dalam upaya mempercepat pemulihan, pihak Dinas SDA memastikan semua aspek diatur rapi. Pemasangan pelat besi di atas jalan amblas sementara masih dilakukan, dengan petugas menyarankan pengendara melambatkan laju saat melintas. Tumpukan tanah bekas penggalian juga terlihat di sisi kiri jalan, sebagai bukti dari pekerjaan yang sedang berlangsung.
Proses perbaikan yang berkelanjutan diharapkan mampu mengurangi dampak negatif dari jalan amblas. Meski ada rintangan seperti hujan dan kabel PLN, tim tetap berusaha memenuhi target waktu. Kepala Suku Dinas SDA menyampaikan bahwa progres yang telah dicapai adalah hasil dari upaya terus-menerus selama dua minggu terakhir.
Perkembangan Terkini dan Harapan Masyarakat
Seiring berjalannya waktu, petugas terus berkoordinasi untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat. Iwan menegaskan bahwa pengecoran jalan yang dimulai malam hari akan menjadi penanda selesainya tahap utama. “Kalau memang selesai hari ini, proses penggalian dan penyambungan biasanya cepat, jadi kami harap tidak terlalu lama memengaruhi lalu lintas,” tambahnya.
Kehadiran tim kerja yang profesional serta koordinasi antarinstansi diharapkan mampu meminimalkan gangguan. Meski belum sepenuhnya pulih, akses ke daerah Lenteng Agung diperkirakan akan kembali lancar dalam beberapa hari. Masyarakat diimbau tetap waspada dan bersabar menghadapi perubahan arus lalu lintas sementara.
Dengan anggaran yang cukup besar, proyek ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur kota. Pemasangan box culvert, pengecoran, dan pembersihan area merupakan bagian dari upaya menyeluruh untuk mengembalikan fungsionalitas jalan. Proses ini tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga mencegah risiko banjir yang sering terjadi di sekitar daerah tersebut.
Penyelesaian proyek diharapkan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari warga, terutama di kawasan yang padat. Kepala Suku Dinas SDA menegaskan bahwa pengerjaan akan berakhir dalam waktu dekat, sehingga akses jalan kembali optimal. Seluruh proses diawasi secara ket
