Siswi SD di Cianjur Viral Bestie dengan Ular – Dibawa Tidur hingga Sekolah

Siswi SD di Cianjur Viral karena Membawa Ular ke Sekolah

Satu video yang beredar di media sosial mengejutkan netizen karena menunjukkan seorang siswi SD di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membawa seekor ular berukuran besar ke dalam tas sekolahnya. Ular itu tidak hanya dibawa ke sekolah, tapi juga ikut ditemani saat ia tidur. Video tersebut memperlihatkan kebiasaan tidak biasa dari sang siswi, yang menimbulkan perhatian luas di berbagai platform online.

Profil Siswi yang Memiliki Hobi Unik

Di dalam video viral tersebut, sosok siswi berusia 8 tahun terlihat memegang dan bermain dengan ular yang sebelumnya disebutkan sebagai King Koros. Ia ditemani oleh seorang bocah laki-laki, yang tampak mengenakan seragam SD. Saat orang lain memeriksa isi tasnya, kejutan datang karena isinya bukan bekal biasa, melainkan seekor ular yang hidup. Meskipun tidak menunjukkan rasa takut, siswi yang akrab disapa Caca ini justru tampak nyaman dan akrab dengan makhluk berbisa itu.

Kisah Meisa Arifa Kartiwa, Sang Siswi dengan Koleksi Ular

Meisa Arifa Kartiwa, nama lengkap dari siswi yang terlibat dalam kejadian ini, dikenal memiliki hobi yang tidak biasa sejak kecil. Ia dilaporkan mulai tertarik pada reptil dan hewan lainnya sejak usia tiga tahun. Dari situ, kebiasaan uniknya berkembang, bahkan membuatnya bisa berinteraksi dengan ular liar secara nyaman. Saat ini, ia duduk di kelas 2 SD dan menjadi bintang viral karena kebiasaannya membawa ular ke sekolah.

Dalam penjelasannya, Caca menyebutkan bahwa ular King Koros dalam video tersebut hanya satu dari banyak hewan yang ia pelihara. “Yang di video itu namanya Zoro, ular king koros. Tapi masih banyak yang lain di rumah,” ujarnya, seperti dilansir detikJabar, Senin (27/4/2026). Penjelasan ini menunjukkan bahwa kegemarannya terhadap hewan bukan hanya pada ular, tapi juga berbagai jenis reptil.

Peran Ayah dalam Pengasuhan Ular

Jepi Kartiwa, ayah dari Meisa, mengungkapkan bahwa anaknya memang tertarik pada hewan sejak dini. “Saya kan dulu sering berkumpul dan belajar soal penanganan ular bersama content creator Sahabat Alam, Dede Inoen, dan lainnya. Makanya di rumah ada koleksi hasil rescue,” katanya. Jepi menjelaskan bahwa ia memulai minat pada hewan melalui komunitas yang ia ikuti, dan putrinya ikut terlibat dalam merawat serta bermain dengan ular-ular yang berhasil diselamatkan.

Menurut Jepi, Caca telah terbiasa dengan ular sejak kecil. “Dari sebelum sekolah memang suka main sama ular. Yang di video itu namanya Zoro, ular king koros. Tapi masih banyak yang lain di rumah,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa hewan-hewan yang dipelihara telah dijinakkan oleh ayahnya, sehingga Caca bisa menjaga hubungan akrab dengan mereka. “Nggak takut, kan sudah dibuat jinak sama ayah. Makanya sampai tidur juga sama Zoro atau ular yang lain,” ujar Caca dengan semangat.

Perjalanan Kecintaan Caca pada Hewan

Sejak balita, Caca sudah menunjukkan ketertarikannya pada hewan. Ia kerap menangkap kalajengking dengan tangan kosong sebelum beralih ke ular. “Awalnya malah yang ditangkap itu kalajengking. Kemudian baru main ular,” katanya. Menurut Jepi, kebiasaan ini berawal dari keingintahuan Caca terhadap makhluk-makhluk yang hidup di alam liar, dan ia mulai menangani hewan-hewan itu dengan bantuan ayahnya.

Dalam pengasuhan ayahnya, ular-ular yang ia pelihara tidak hanya dipelihara untuk keindahan, tapi juga untuk keperluan edukasi dan konservasi. Jepi menjelaskan bahwa komunitas yang ia ikuti berfokus pada penanganan hewan melalui program rescue, yang berarti menyelamatkan hewan dari keadaan terancam. “Anak saya malah ikut merawat dan bermain sama ular-ular ini,” katanya dengan bangga. Keberhasilan Jepi dalam mengajarkan anaknya untuk memahami kehidupan ular mungkin terjadi karena keterlibatannya dalam komunitas yang menyebarkan pengetahuan tentang ekosistem alam.

Pengalaman Khusus dengan Ular Kesayangannya

Caca tidak hanya menikmati keberadaan ular-ular peliharaannya, tetapi juga rela mengorbankan kebiasaan sehari-hari demi melindungi mereka. Dalam satu kesempatan, ia sempat mogok makan ketika Zoro, ular kesayangannya, dipinjam oleh teman ayahnya. “Dulu saya nggak bisa jauh dari Zoro. Kalau dia nggak ada di samping, saya jadi sedih,” ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa kehangatan dan kedekatan antara Caca dengan hewan peliharaannya lebih dalam daripada sekadar mainan.

Keberadaan ular dalam tas sekolahnya juga menggambarkan bagaimana keterampilan Caca dalam mengelola hewan menjadi bagian dari rutinitas harian. Jepi menyebutkan bahwa ia tidak hanya mempelihara ular, tapi juga memastikan anaknya tetap aman dalam berinteraksi dengan hewan-hewan itu. “Saya selalu memantau cara Caca bermain dengan ular, agar tidak ada risiko kecelakaan,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan Caca pada hewan bukan hanya kesenangan, tetapi juga tanggung jawab.

Komentar dan Reaksi Masyarakat

Viralnya video tersebut memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Beberapa orang mengapresiasi keberanian dan ketertarikan Caca terhadap hewan, sementara yang lain mengkritik cara ia membawa ular ke sekolah. Meski demikian, Jepi memastikan bahwa ular-ular peliharaannya tidak membahayakan karena sudah dijinakkan dan dikelola dengan baik.

“Yang terpenting, Caca bisa menjaga keharmonisan dengan hewan-hewan ini,” kata Jepi. Ia menegaskan bahwa anaknya tidak hanya memelihara ular, tetapi juga berusaha memberikan lingkungan yang nyaman bagi mereka. “Dari kecil, Caca selalu mengeksplorasi hewan, dan saya berharap kebiasaannya ini bisa menginspirasi anak-anak lain untuk lebih mengenal alam sekitar,” tambahnya.

Banyak orang yang menyebutkan bahwa Caca menjadi contoh bagus tentang bagaimana anak-anak bisa menunjukkan sisi unik mereka. Dengan usia yang relatif muda, ia mampu membangun hubungan yang kuat dengan hewan yang sering dianggap berbahaya. “Saya selalu berharap, Caca bisa terus mengeksplorasi minatnya ini, karena bisa menjadi jembatan antara manusia dan alam,” pungkas Jepi. Dengan dukungan dari keluarga dan komunitas, Caca berharap bisa menyebarluaskan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keharmonisan dengan makhluk hidup di alam liar.

Di sisi lain, Caca sendiri tetap bersemangat dalam bermain dengan ular-ular peliharaannya. Ia menikmati setiap momen yang berhubungan dengan hewan, termasuk saat mereka ditemani ke sekolah. Meski ada yang merasa heran, Caca tetap yakin bahwa ular adalah teman yang baik. “Saya nggak pernah merasa takut, kalau sudah biasa,” katanya. Kebiasaan ini, yang mungkin dianggap aneh oleh sebagian orang, justru menjadi bagian dari kehidupan Caca yang penuh petualangan dan pengetahuan.

Terlepas dari reaksi publik, kejadian ini menunjukkan bagaimana minat pada hewan dapat berkembang menjadi suatu keahlian. Caca, dengan usia yang masih belia, telah membuktikan bahwa ia mampu mengatur kehidupan dengan ular dan hewan lain. Dengan bermain, bermain, dan bermain, ia membangun keterampilan yang tidak hanya penting untuk kehidup