Meeting Results: Gaspol Digitalisasi Bansos, Kemensos Perkuat Kolaborasi Data Lintas Sektor

Gaspol Digitalisasi Bansos, Kemensos Perkuat Kolaborasi Data Lintas Sektor

Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) terus berupaya mempercepat proses digitalisasi distribusi bantuan sosial (bansos) dengan memperkuat integrasi data lintas sektor. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan efisiensi dan keakuratan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Piloting sebagai Langkah Awal Uji Coba Sistem

Pembahasan ini dilakukan dalam rapat yang membahas penguatan penggunaan data lintas sektor sebagai bagian dari uji coba digitalisasi bansos, yang melibatkan sejumlah lembaga pemerintah. Rapat tersebut merupakan langkah strategis dalam mengimplementasikan piloting digitalisasi bansos secara lebih masif.

Menurut Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, digitalisasi menjadi solusi utama untuk mengatasi masalah bansos yang belum memenuhi target sasaran. “Inilah bagian dari upaya kami menyusun strategi agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026). Pernyataan tersebut disampaikan di Ruang Rapat Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

“Ini menjadi bagian dari upaya kami menjawab persoalan data agar bansos benar-benar tepat sasaran,” ujar Robben, dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).

Robben menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk mempercepat pelaksanaan digitalisasi. Ia menekankan perlunya kolaborasi yang lebih intensif antarinstansi agar data bisa diakses secara real-time dan diproses lebih cepat.

Tim Kerja Lintas Sektor untuk Mempercepat Integrasi

Untuk mempercepat integrasi data, Kemensos mengusulkan pembentukan tim kerja lintas sektor yang bekerja secara bersamaan setiap hari di satu lokasi. “Karena kalau hanya rapat seperti ini terus, tidak akan selesai. Harus langsung dikumpulkan, dikonsolidasikan, dan dieksekusi,” kata Robben.

Menurut Robben, tim yang beroperasi secara langsung di satu tempat akan memudahkan koordinasi dan mempercepat pengambilan keputusan. “Kami siap menyiapkan tempat, supaya tim bisa bekerja tiap hari dalam satu lokasi,” lanjutnya.

Saat ini, sistem digitalisasi bansos sudah mencapai 80% dari target yang diharapkan. Meski demikian, beberapa hambatan masih terjadi, terutama terkait kualitas dan kelengkapan data yang digunakan. Robben menyatakan bahwa masalah ini perlu diperbaiki agar proses penyaluran bantuan bisa lebih transparan dan akurat.

Peran BPKP dalam Memastikan Kualitas Pelaksanaan

Sebagai langkah peningkatan akuntabilitas, Kemensos juga mengusulkan keterlibatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mengawasi dan melakukan audit. “Kita ingin dari awal ini dikawal, supaya hasil akhirnya benar-benar clean dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Robben.

Dengan adanya BPKP sebagai pihak pengawas, diharapkan proses pelaksanaan bisa lebih terjaga kualitasnya sejak tahap awal. Hal ini akan mengurangi risiko kesalahan dalam distribusi bantuan dan memastikan semua data yang digunakan telah diverifikasi secara maksimal.

Piloting di 42 Kabupaten/Kota sebagai Langkah Awal

Piloting digitalisasi bansos akan dilaksanakan di 42 kabupaten/kota sebagai langkah awal menuju sistem perlindungan sosial yang lebih terintegrasi. Mekanisme ini bertujuan menguji efektivitas pemanfaatan data lintas sektor dalam berbagai program bantuan.

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengatakan bahwa agenda transformasi digital dalam perlindungan sosial telah dimulai sejak September tahun lalu. Awalnya, fokus transformasi ini terletak pada program bansos yang dijalankan Kemensos, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menyampaikan bahwa agenda transformasi digital dalam perlindungan sosial telah dimulai sejak September tahun lalu, dengan fokus awal pada program bantuan sosial di Kemensos seperti PKH dan BPNT,” jelas DEN.

Tidak hanya fokus pada bansos, DEN juga menegaskan bahwa digitalisasi ini memiliki potensi untuk diperluas ke berbagai program perlindungan sosial lainnya. Peningkatan koordinasi lintas sektor, menurut DEN, akan menjadi fondasi utama dalam menciptakan sistem yang lebih efisien dan inklusif.

Saat ini, terdapat sekitar 38 kementerian/lembaga (K/L) yang menjalankan sedikitnya 197 program bantuan sosial, subsidi, serta bantuan pemerintah kepada masyarakat. Dengan jumlah program yang besar, koordinasi lintas sektor menjadi lebih penting untuk menghindari duplikasi dan ketidakselarasan data.

Ikhtisar Proses Transformasi dan Komitmen Luhut Pandjaitan

Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung pelaksanaan kerja tim lintas sektor. “Kami siap memastikan pelaksanaan ini berjalan lancar dari hari pertama,” ujarnya.

Luhut menambahkan bahwa keterlibatanDEN dalam piloting digitalisasi bansos akan memperkuat upaya Kemensos dalam mengoptimalkan penggunaan data. “DEN akan menjadi mitra strategis dalam memantau pelaksanaan ini secara berkala,” katanya.

Dalam rapat tersebut, juga dilakukan penandatanganan naskah kesepakatan oleh Sekjen Kemensos Robben Rico sebagai bagian dari butir-butir kesepakatan Rapat Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah. Kesepakatan ini bertujuan mendukung piloting digitalisasi bansos di 42 kabupaten/kota sekaligus memperkuat kerja sama lintas sektor.

Kemensos mengakui bahwa digitalisasi bansos masih dalam tahap awal, tetapi telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dengan 80% target pencapaian, program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan data lintas sektor dapat menjadi tulang punggung keberhasilan reformasi bantuan sosial. Namun, diakui pula bahwa perlu kerja sama yang lebih kuat dan konsisten untuk menutupi celah-celah yang masih ada.

Pelaksanaan piloting digitalisasi bansos ini diharapkan tidak hanya mempercepat proses penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menciptakan sistem perlindungan sosial yang lebih modern. Dengan integrasi data yang lebih baik, pemerintah bisa memastikan bantuan sosial lebih tepat sasaran dan efisien dalam penyalurannya.

Transformasi digital yang digagas Kemensos dan DEN akan menjadi bahan pert