RW di Kalideres Jakbar Buka Sayembara Rp 10 Juta Buru Pencuri 5 Tabung Gas
Table of Contents
Program Sayembara Rp 10 Juta untuk Tangkap Pencuri Tabung Gas di Kalideres
RW di Kalideres Jakbar Buka Sayembara – Komunitas warga di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, telah meluncurkan inisiatif menarik berupa sayembara dengan hadiah senilai Rp 10 juta. Program ini ditujukan bagi siapa saja yang mampu memberikan petunjuk berharga terkait identitas pelaku pencurian lima tabung gas LPG milik seorang pedagang lokal. Keputusan ini diambil setelah adanya rekaman visual dari kamera pengawas yang berhasil mengabadikan momen kejadian tersebut.
Awal Mula Peluncuran Sayembara
Arif Rahman, selaku pengurus RW 12 Kelurahan Pegadungan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil dengan tujuan ganda. Di satu sisi, masyarakat diharapkan dapat membantu proses penyelidikan kepolisian. Di sisi lain, program ini juga berfungsi sebagai efek jera bagi para pelaku kejahatan serupa.
“Maka kita adakan sayembara yang pertama Rp 5 juta tapi kita naikkan jadi Rp 10 juta bagi yang memberikan informasi, ya kan, keberadaan atau mengetahui orang tersebut kepada pihak kepolisian,” ujar Arif saat ditemui wartawan pada Rabu, 15 Juli 2026.
Peningkatan nilai hadiah dari Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta menunjukkan keseriusan pengurus RW dalam mencari keadilan bagi korban. Langkah ini juga diharapkan dapat memotivasi warga sekitar untuk lebih aktif memberikan informasi yang relevan.
Detail Kejadian Pencurian
Berdasarkan keterangan Arif, pencurian tersebut terjadi pada pagi hari, tepatnya hari Minggu tanggal 12 Juli 2026. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pelaku melakukan aksinya sendirian dengan mengendarai sepeda motor berwarna biru. Yang menarik, sepeda motor tersebut dilengkapi dengan keranjang di bagian belakang yang biasanya digunakan untuk membawa barang dagangan.
“Emang ada CCTV. Jam enam. Jadi motornya itu bawa motor warna biru, belakangnya ada keranjang buat sayur,” jelas Arif.
Pelanggaran ini terjadi sekitar pukul enam pagi, saat kondisi masih sepi dan banyak pedagang baru mulai menyiapkan dagangan mereka. Pelaku terlihat membongkar tempat penyimpanan tabung gas yang berada di dalam gerobak dagangan dengan cara yang cukup kasar.
Profil Pelaku dan Dampak bagi Pedagang
Menurut analisis warga setempat, pelaku diduga merupakan orang luar yang tidak dikenal oleh masyarakat sekitar. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa tidak ada warga yang mengenali wajah atau sosok pelaku dalam rekaman CCTV. Aksi pembongkaran paksa terhadap tempat penyimpanan tabung gas dilakukan dengan cepat dan efisien.
“Kelihatannya orang luar. Satu orang, naik motor. Tabung gasnya ada di gerobak, didongkel kayaknya,” paparnya.
Kehilangan lima tabung gas LPG tentu menjadi kerugian yang cukup signifikan bagi pedagang tersebut. Arif menekankan bahwa kejadian ini sangat merugikan karena pedagang tersebut sangat bergantung pada aktivitas jual beli untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
“Kasihan orang mau dagang, tiba-tiba gasnya nggak ada,” tuturnya dengan nada prihatin.
Insiden Sebelumnya di Lokasi yang Sama
Tidak hanya sekali, lokasi tersebut memang menjadi target para pelaku kejahatan. Beberapa waktu sebelum pencurian tabung gas, terjadi pula pembobolan terhadap pedagang kwetiau yang berjualan di area yang sama. Saat itu, pelaku berhasil membongkar lemari milik pedagang namun hanya mengambil rokok dan meninggalkan barang lainnya.
“Belum lama dibongkar lagi yang kwetiau. Lemarinya dibongkar, enggak dapat apa-apa selain rokok,” katanya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa lokasi tersebut memang rawan terhadap tindak pencurian. Warga setempat pun semakin waspada dan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan mereka.
Tindak Lanjut dan Harapan Warga
Atas dasar kejadian tersebut, korban telah diminta untuk membuat laporan resmi kepada kepolisian. Langkah ini penting agar kasus dapat ditindaklanjuti secara hukum dan pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.
“Kita suruh bikin laporan ke kepolisian,” imbuh Arif.
Warga RW 12 Pegadungan berharap bahwa dengan adanya sayembara ini, pelaku pencurian dapat segera ditemukan dan kasus dapat diselesaikan dengan tuntas. Program ini juga diharapkan menjadi contoh bagi komunitas lain dalam menangani masalah keamanan lingkungan secara kolektif.
