Polres Ogan Ilir dan Tim Gabungan Mitigasi Karhutla di 6 Titik

Operasi Mitigasi Karhutla Polres Ogan Ilir di Enam Titik Panas

Ceritaberkat.com – Kegiatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) berlangsung intensif di wilayah Kabupaten Ogan Ilir pada hari Sabtu lalu. Kapolres AKBP Rizka Aprianti memimpin langsung operasi ini bersama tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi. Upaya penanggulangan tersebut juga dihadiri oleh para Kapolsek sebagai bentuk pengawasan langsung di lapangan. Sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan operasi kali ini, dengan melibatkan personel Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ogan Ilir, serta BPBD Provinsi Sumatera Selatan. Tim Manggala Agni dan unsur terkait lainnya pun turut bergabung dalam operasi di lapangan.

Enam Lokasi Target Mitigasi

Operasi kali ini menargetkan enam lokasi yang menjadi titik panas utama. Wilayah pertama mencakup Desa Embacang dan Desa Talang Tengah Laut yang berada di Kecamatan Lubuk Keliat. Lokasi kedua adalah Desa Kelampadu di Kecamatan Muara Kuang. Sementara itu, Desa Kelampaian di Kecamatan Rantau Alai menjadi area ketiga. Area keempat terletak di Desa Ibul Besar I yang berada di Kecamatan Pemulutan Selatan. Terakhir, Desa Palemraya di Kecamatan Indralaya Utara melengkapi daftar lokasi sasaran mitigasi.

Dalam pelaksanaannya, tim gabungan menghadapi berbagai kendala teknis. Lokasi hotspot banyak yang berada di kawasan rawa dengan akses jalan yang terbatas. Beberapa titik juga sulit dijangkau karena terpisah oleh aliran Sungai Ogan. Selain itu, ketiadaan jaringan komunikasi menjadi hambatan tambahan. Meski demikian, personel tetap berkoordinasi dengan warga sekitar dan memantau kondisi api secara berkala untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan api menggunakan peralatan yang tersedia berkat dukungan personel lintas instansi. Seluruh titik api berhasil dipadamkan berdasarkan hasil pantauan petugas di lapangan. Petugas terus melakukan monitoring di lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari sisa asap. Langkah preventif ini penting untuk mencegah kebakaran meluas ke area sekitarnya.

Apresiasi dan Imbauan kepada Masyarakat

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Rizka Aprianti menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah bekerja tanpa mengenal lelah selama operasi berlangsung.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh personel Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, para Kapolsek jajaran, serta seluruh unsur terkait yang telah menunjukkan dedikasi, semangat, dan kerja sama yang luar biasa di lapangan. Berkat sinergi seluruh pihak, titik-titik api dapat segera dikendalikan sehingga tidak meluas dan situasi tetap kondusif,” ujar Kapolres pada keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2026).

Selain mengapresiasi kerja keras petugas, ia juga memberikan imbauan tegas kepada warga setempat. Pihaknya meminta kesadaran masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang bisa memicu kebakaran lahan. Imbauan ini penting mengingat musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar karena selain melanggar hukum, juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat, merusak lingkungan, serta menimbulkan kerugian yang besar. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat atau instansi terkait agar dapat segera dilakukan penanganan,” tegas Kapolres.

Melalui kegiatan mitigasi ini, Polres Ogan Ilir berkomitmen terus meningkatkan patroli dan deteksi dini Karhutla. Respons cepat terhadap setiap kejadian juga akan dioptimalkan bersama jajaran instansi terkait. Langkah ini bertujuan untuk mewujudkan wilayah Kabupaten Ogan Ilir yang aman dan bebas dari bencana kebakaran lahan. Koordinasi yang intensif antara berbagai pihak diharapkan dapat menekan angka kejadian kebakaran di masa mendatang.

Keberhasilan operasi kali ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antarinstansi dalam menangani bencana alam. Dengan adanya dukungan penuh dari masyarakat dan petugas, upaya pencegahan Karhutla dapat berjalan lebih efektif. Kapolres juga menekankan pentingnya pelaporan dini setiap titik api yang ditemukan oleh warga sekitar.

Frequently Asked Questions

Apa saja instansi yang terlibat dalam operasi mitigasi Karhutla di Ogan Ilir?

Operasi ini melibatkan berbagai instansi termasuk Polri, TNI, BPBD Kabupaten Ogan Ilir, BPBD Provinsi Sumatera Selatan, Tim Manggala Agni, serta para Kapolsek jajaran. Kolaborasi antarinstansi ini memastikan penanganan yang komprehensif.

Berapa banyak titik panas yang menjadi target operasi kali ini?

Terdapat enam lokasi yang menjadi titik panas utama, yaitu Desa Embacang, Desa Talang Tengah Laut, Desa Kelampadu, Desa Kelampaian, Desa Ibul Besar I, dan Desa Palemraya yang tersebar di berbagai kecamatan.

Apa yang harus dilakukan masyarakat jika menemukan titik api?

Masyarakat diminta untuk segera melaporkan titik api kepada aparat atau instansi terkait agar dapat segera dilakukan penanganan. Selain itu, hindari membuka lahan dengan cara dibakar untuk mencegah kebakaran.

Mengapa akses jalan menjadi kendala dalam operasi pemadaman?

Banyak lokasi hotspot berada di kawasan rawa dengan akses jalan yang terbatas. Beberapa titik juga sulit dijangkau karena terpisah oleh aliran Sungai Ogan, sehingga memerlukan strategi khusus dalam pemadaman.

Kapan operasi mitigasi ini dilaksanakan?

Operasi dilaksanakan pada hari Sabtu lalu dengan keterangan tertulis dari Kapolres pada Minggu (2/8/2026). Tim gabungan terus melakukan monitoring untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.