Pagar Mal Kokas Disorot Pramono Berujung Dibongkar

Sorotan Gubernur Pramono terhadap Pagar Mal di Jakarta
Ceritaberkat.com – Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Salah satu yang paling ramai dibicarakan adalah Pagar Mal Kokas Disorot Pramono, yang akhirnya berujung pada pembongkaran pagar tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai langkah ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan kesan bahwa ibu kota sedang dalam kondisi tidak aman.
Menurut Pramono, pemasangan pagar yang berlebihan justru dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap keamanan Jakarta. Ia menjelaskan bahwa selama ini Jakarta telah dikenal sebagai kota yang kondusif dan nyaman untuk ditinggali maupun berbisnis.
"Saya mengikuti dengan saksama adanya pemasangan di beberapa tempat pagar-pagar yang kemudian menjadi sangat tinggi sekali. Secara pribadi, sebagai Gubernur Jakarta, tentunya saya tetap berkeinginan, apa pun, Jakarta itu aman, nyaman," kata Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).
Pramono juga menekankan bahwa para pelaku usaha, pengelola mal, pemilik properti, hingga perkantoran tidak perlu memasang pagar secara berlebihan. Ia berjanji akan segera mengoordinasikan penertiban pagar-pagar tersebut agar citra Jakarta tetap positif.
Proses Pembongkaran Pagar Mal Kokas
Kabar baik datang dari Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan. Pagar tinggi yang sempat dipasang di area depan mal kini telah dibongkar. Berdasarkan pantauan detikcom pada Minggu (2/8/2026), pagar besi yang sempat terpasang sudah tidak terlihat lagi. Bagian depan mal telah kembali seperti semula, dengan hanya terlihat bekas fondasi tiang pagar di lokasi.
Alexander Tedja, pendiri Pakuwon Group, juga telah memberikan klarifikasi terkait pemasangan pagar tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusan memasang pagar merupakan inisiatif manajemen lokal tanpa arahan dari pemegang saham maupun kantor pusat. "Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (2/8).
Reaksi Warga dan Pedagang Sekitar
Warga dan pedagang di sekitar Mal Kokas memberikan tanggapan positif atas pembongkaran pagar. Hamdan, seorang pedagang, mengatakan bahwa ia masih melihat pagar pada Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, saat hendak berjualan pada Minggu pagi, pagar tersebut sudah tidak terlihat lagi.
"Kemarin sih malam masih ada pulang dagang, tapi besokannya lagi (pagi ini) berangkat udah nggak ada," kata Hamdan saat ditemui di sekitar lokasi, Minggu (2/8).
Warga lain, Zaidin Santoso, juga menyampaikan hal serupa. Ia menyatakan masih melihat pagar berdiri pada pukul 23.00 WIB. "Kalau tahunya kapan (dibongkar) nggak, cuma semalam sampai jam 11 udah nggak ada," ucap Zaidin. Ia menambahkan bahwa pagar tersebut sudah terpasang sejak sepekan lalu dan menurutnya, Mal Kokas lebih bagus tanpa pagar tinggi.
"Karena biasanya gak ada pagernya ya bagusan begitu. Kadang kita lihat medsosnya, ada isu-isu (kerusuhan) itu, mungkin karena isu-isu itu," ungkapnya.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pagar Mal Kokas
Mengapa Mal Kokas memasang pagar tinggi?
Pemasangan pagar tinggi di Mal Kokas merupakan keputusan manajemen lokal yang dipicu oleh isu-isu kerusuhan yang beredar di media sosial. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman bagi pengunjung dan karyawan mal.
Kapan pagar Mal Kokas dibongkar?
Pagar Mal Kokas dibongkar pada Minggu (2/8/2026), sehari setelah Gubernur Pramono Anung menyurati pengelola mal untuk menertibkan pagar-pagar yang dipasang secara berlebihan.
Apakah ada mal lain yang memasang pagar tinggi?
Ya, beberapa mal di Jakarta juga memasang pagar tinggi sebagai respons terhadap isu keamanan. Gubernur Pramono telah mengoordinasikan penertiban pagar-pagar tersebut agar tidak menimbulkan kesan negatif.
Bagaimana reaksi masyarakat terhadap pembongkaran pagar?
Masyarakat dan pedagang di sekitar Mal Kokas menyambut positif pembongkaran pagar. Mereka merasa mal lebih nyaman dan sesuai dengan citra Jakarta yang aman dan kondusif.
Dengan pembongkaran pagar Mal Kokas, diharapkan citra Jakarta sebagai kota yang aman dan nyaman dapat terus terjaga. Langkah ini juga menjadi contoh bagi mal-mal lain di Jakarta untuk tidak memasang pagar secara berlebihan.
