Berita

Polisi Sebut Loker Diduga Palsu di Jaksel Perusahaan Outsourcing

kapolsek-kebayoran-lama-kompol-seala-syah-alam-menyerahkan-motor-yang-dicuri-pasutri-kepada-pemilik-taufiqdetikcom-1789554352806_169
Foto : John Anderson - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Polisi Telusuri Dugaan Lowongan Kerja Palsu di Kebayoran Lama
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Polisi Telusuri Dugaan Lowongan Kerja Palsu di Kebayoran Lama

Ceritaberkat.com – Sebuah kantor di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi perhatian setelah dugaan praktik lowongan kerja palsu ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah pencari kerja diduga diminta menyerahkan uang sebelum dapat bekerja, sementara kepolisian kini menelusuri status dan bidang usaha perusahaan tersebut.

Kantor yang dimaksud disebut bergerak dalam layanan penyaluran tenaga kerja atau outsourcing. Namun, kepastian mengenai legalitas dan data perusahaannya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi melalui Online Single Submission (OSS).

“Kalau untuk bidangnya sih, berdasarkan keterangan-keterangan terduga, itu adalah biro jasa untuk outsourcing. Nah, tapi kan kita menunggu hasil resmi dari OSS-nya, seperti itu,” kata Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam kepada wartawan di Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

Pemeriksaan Data Usaha Melalui OSS

Polisi telah menjalin komunikasi dengan OSS yang berada di bawah Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh data perusahaan secara resmi, termasuk informasi yang diperlukan dalam pendalaman dugaan yang muncul.

Selain OSS, kepolisian juga mengirimkan surat kepada instansi terkait untuk meminta data perusahaan. Seala menjelaskan bahwa mekanisme satu pintu melalui OSS menjadi bagian penting dalam proses verifikasi identitas dan aktivitas badan usaha.

“Karena kan yang ya sekarang kan sekarang kan one gate system kan, satu pintu melalui OSS itu kan, One Single Submission. Jadi kami bersurat ke OSS, ke Kemenkumham ya, Kemenkum untuk meminta data-data perusahaan tersebut. Yang Pasar Minggu beda,” jelasnya.

Kasus di Kebayoran Lama ini ditegaskan berbeda dengan perkara lain yang berada di wilayah Pasar Minggu. Pemisahan penanganan tersebut penting agar pemeriksaan tidak mencampurkan pihak, lokasi, maupun dugaan peristiwa yang tidak sama.

Dua Orang Mengadu, Satu Sudah Diperiksa

Hingga Rabu, polisi mencatat dua orang telah menyampaikan pengaduan terkait peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, satu orang telah datang untuk menjalani pemeriksaan dan memberikan keterangan kepada penyidik.

Salah satu dugaan yang sedang didalami berkaitan dengan permintaan uang senilai Rp1,6 juta. Uang itu disebut diminta sebelum calon pelamar diperbolehkan keluar dari kantor. Keterangan para pihak akan menjadi bagian dari proses pendalaman untuk memperjelas rangkaian kejadian.

“Untuk korbannya saat saat ini sejauh ini sudah ada dua. Tapi baru satu yang datang untuk diperiksa. Nanti keterangan lebih lanjut pasti kami sampaikan. Mintanya itu Rp1,6 juta. Jika tidak diberikan uang Rp1,6 juta tidak boleh keluar dari kantor tersebut,” ucapnya.

Dugaan permintaan biaya dalam proses pencarian kerja patut menjadi perhatian calon pelamar. Pencari kerja perlu memahami secara jelas tujuan setiap biaya yang diminta, identitas pihak yang meminta, serta dokumen atau penjelasan tertulis yang menyertainya. Kehati-hatian dapat membantu pelamar menghindari situasi yang tidak jelas sebelum menerima tawaran kerja.

Informasi mengenai jenis pekerjaan, nama perusahaan, alamat kantor, bentuk hubungan kerja, dan tahapan rekrutmen juga perlu diperiksa secara cermat. Dalam kasus ini, polisi masih melakukan penelusuran, sehingga status dugaan serta fakta lengkapnya menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Kantor Sudah Tidak Beroperasi

Polisi bergerak mendatangi lokasi setelah informasi tersebut menyebar luas. Saat petugas melakukan pengecekan, kantor yang berada di area Bungur, Kebayoran Lama, sudah dalam keadaan tutup dan tidak lagi beroperasi.

“Iya. Jadi semenjak viral, kami langsung mendatangi kantor tersebut, nah langsung saat ini kantor tutup. Bisa dicek langsung ke Bungur, kan dekat,” katanya.

Penutupan kantor itu tidak menghentikan proses penelusuran. Kepolisian tetap mengumpulkan keterangan, memeriksa pengaduan yang masuk, dan menunggu data resmi terkait perusahaan yang dikaitkan dengan dugaan tersebut.

Bagi warga yang pernah mendatangi lokasi atau memiliki pengalaman serupa, keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan berpotensi membantu memperjelas perkara. Dokumen komunikasi, bukti pembayaran, informasi kontak, serta rincian waktu dan lokasi kejadian dapat menjadi bahan penting saat memberikan pengaduan kepada aparat.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa proses rekrutmen perlu dijalani dengan waspada, terutama apabila terdapat tekanan untuk menyerahkan uang secara segera atau pembatasan terhadap kebebasan calon pelamar untuk meninggalkan lokasi. Pelamar berhak meminta penjelasan yang terang mengenai prosedur penerimaan kerja sebelum mengambil keputusan.

Polsek Kebayoran Lama akan menyampaikan perkembangan berikutnya setelah pemeriksaan dan verifikasi data perusahaan berjalan. Untuk saat ini, penyelidikan masih berfokus pada identitas usaha, keterangan para pengadu, serta dugaan permintaan uang yang dilaporkan.

Frequently Asked Questions

What is Polisi Sebut Loker Diduga Palsu di Jaksel?

Polisi Sebut Loker Diduga Palsu di Jaksel is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Polisi Sebut Loker Diduga Palsu di Jaksel matter?

Polisi Sebut Loker Diduga Palsu di Jaksel matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.