Polisi Olah TKP Kasus Warga Depok Diteror Tetangga hingga Pagar Rusak

Penyelidikan Kasus Intimidasi Tetangga di Depok Berlangsung Intensif

Polisi Olah TKP Kasus Warga Depok – Tim penyidik Polres Metro Depok tengah melakukan proses investigasi mendalam terkait dugaan kasus perusakan dan intimidasi yang menimpa keluarga Azis Suraji. Rumah milik warga Kecamatan Pancoran Mas ini menjadi pusat perhatian setelah berbagai kejadian mengganggu terjadi secara berulang kali. Pagar rumah yang rusak serta benda-benda yang dilemparkan ke dalam hunian menjadi bukti fisik yang sedang dikumpulkan oleh petugas.

Menurut keterangan resmi yang dirilis melalui akun Instagram @polresmetrodepok pada Sabtu (18/7/2026), para petugas telah menyelesaikan tahap awal olah tempat kejadian perkara. Proses ini mencakup pengamanan barang bukti, pemeriksaan pelapor, serta wawancara dengan sejumlah saksi yang terkait dengan kasus tersebut. Semua langkah ini dilakukan sebagai bagian integral dari proses penyelidikan yang sedang berjalan.

Proses Investigasi yang Transparan dan Akuntabel

Polisi menegaskan bahwa mereka berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini dengan cepat, transparan, dan akuntabel. Tujuan utama dari penanganan kasus ini adalah memastikan bahwa masyarakat mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Saat ini, para penyidik masih terus melakukan pendalaman dengan memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” demikian pernyataan resmi dari pihak kepolisian.

Tim Jaguar Presisi dari Polres Metro Depok juga telah melakukan kunjungan ke rumah korban. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini dan memberikan dukungan kepada keluarga yang diduga menerima intimidasi atau teror dari tetangganya selama beberapa waktu terakhir.

Rekaman CCTV Menjadi Bukti Penting

Sebelumnya, rekaman dari kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan seorang pria yang melempar helm ke arah rumah tetangga di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Video tersebut menjadi viral di berbagai platform media sosial dan memicu perhatian publik. Polisi kemudian menyelidiki kasus tersebut secara lebih mendalam setelah video tersebut beredar luas.

Dari video yang beredar di media sosial pada Kamis (16/7/2026), terlihat jelas seorang pria yang mondar-mandir menggunakan motor di depan pagar rumah korban. Kemudian, pria tersebut melemparkan helm dengan kencang ke dalam rumah korban. Pada hari yang berbeda, tampak pria yang sama sempat membuang sampah ke rumah korban. Sejumlah warga berusaha melerai aksi pria tersebut, namun muncul keributan yang cukup signifikan.

Konfirmasi Kasat Reskrim dan Laporan Polisi

Dimintai konfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka membenarkan bahwa korban telah membuat laporan polisi (LP) pada Rabu (15/6). Nomor LP terigester adalah LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK. AKBP Made menjelaskan bahwa laporan tersebut baru dibuat semalam saat dikonfirmasi pada Kamis (16/7).

“Iya, baru buat LP semalam,” ujar AKBP Made saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/7).

Saksi Korban Mengungkap Kronologi Lengkap

Novita (29), anak dari Azis Suraji, menceritakan bahwa tetangganya kerap berulah di depan rumahnya. Novita mengatakan bahwa pagar rumahnya rusak ditendang tetangganya pada Rabu (15/7). Peristiwa ini merupakan bagian dari rangkaian kejadian yang terjadi secara bertubi-tubi.

“Itu (perusakan pagar) barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Itu baru. (Pakai) kaki, ditendang,” kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat (17/7).

Novita mengaku keluarganya juga pernah diteror tetangganya yang membawa golok saat Lebaran lalu. Novita menjelaskan bahwa keluarganya juga hampir setiap hari diganggu secara verbal. Gangguan ini telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama dan semakin meningkat frekuensinya.

“Sampai pas Lebaran aja pernah kita dibawain golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, dibawain golok. Banyak saksi hidup, keluarga saya masih pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV,” katanya.

Novita menambahkan bahwa gangguan verbal terjadi hampir setiap hari. Kondisi ini tentu sangat membebani psikologis seluruh anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut. Polisi terus melakukan pendalaman untuk memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dapat dimintai keterangan secara lengkap dan akurat.

Anggota TNI-Polri juga mendatangi rumah warga Kota Depok terkait dugaan perusakan dan intimidasi oleh tetangga. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa kasus ini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak. Proses penyelidikan terus berlanjut dengan harapan dapat menemukan solusi yang tepat dan adil bagi semua pihak yang terlibat.