Pasukan Nigeria Tewaskan 300 Teroris di Wilayah Utara dalam Sepekan

Operasi Militer Nigeria Hancurkan 300 Teroris di Zamfara Utara

Pasukan Nigeria Tewaskan 300 Teroris di Wilayah – Sepekan terakhir mencatatkan keberhasilan besar bagi angkatan bersenjata Nigeria dalam memberantas ancaman teror di kawasan utara. Operasi intensif yang berlangsung di Negara Bagian Zamfara berhasil menewaskan lebih dari tiga ratus anggota kelompok kriminal yang dikenal sebagai penculik dan perampok ternak. Militer Nigeria tidak hanya menyasar satu jenis ancaman, melainkan menggempur sekaligus kelompok militan ISIS dan geng-geng bandit bersenjata yang beroperasi di wilayah tersebut.

Detail Operasi di Distrik Gummi

Sesuai laporan yang dihimpun dari kantor berita AFP pada hari Sabtu, 11 Juli 2026, pasukan tempur memfokuskan serangan mereka di distrik Gummi. Operasi kilat yang memakan waktu dua hari ini berhasil menekan aktivitas teroris secara signifikan. Komisaris Informasi untuk Negara Bagian Zamfara, Mahmud Muhammad Dantawasa, mengonfirmasi keberhasilan tersebut melalui pernyataan resmi yang dirilis.

Operasi ini menyebabkan penumpasan lebih dari 300 teroris di wilayah kami.

Kelompok-kelompok militan dan geng bandit yang menjadi sasaran operasi ini memiliki karakteristik khusus. Mereka dikenal sebagai pelaku penculikan yang menuntut uang tebusan dari korban. Aktivitas mereka tidak hanya terbatas pada pencurian, tetapi juga mencakup pemungutan biaya ilegal terhadap petani lokal yang berupaya mengakses lahan pertanian mereka sendiri. Masyarakat di bagian utara dan tengah Nigeria kerap merasakan dampak teror dari kelompok-kelompok ini dalam kehidupan sehari-hari.

Koalisi Kriminal dan Jihadis

Para analis keamanan menyoroti fenomena menarik yang terjadi belakangan ini. Terdapat peningkatan kerja sama yang signifikan antara geng-geng kriminal yang didorong oleh motif keuntungan finansial dengan kelompok-kelompok jihadis. Fenomena ini muncul di tengah kondisi negara yang masih menghadapi tantangan ekonomi. Kelompok jihadis sendiri telah melancarkan pemberontakan selama 17 tahun terakhir di wilayah timur laut Nigeria, menciptakan lapisan ancaman yang kompleks bagi keamanan nasional.

Abubakar Muhammad, seorang penduduk lokal Gummi, memberikan kesaksian langsung tentang skala operasi yang dilakukan. Ia melaporkan bahwa tentara bersama kelompok milisi penjaga keamanan lokal atau vigilante berhasil menghadang sekitar seribu bandit. Ribuan bandit tersebut sedang melakukan perpindahan dari kamp mereka, membawa serta ratusan ternak yang dicuri sejak Rabu malam hingga Kamis pagi.

Tentara dan kelompok vigilante membunuh lebih dari 300 bandit dalam pertempuran yang berkecamuk sepanjang malam hingga pagi harinya.

Saksi Mata Mengisahkan Pertempuran

Abubakar Kudi-Kasa, warga Gummi lainnya, menambahkan kronologi kejadian yang lebih rinci. Ia menyebutkan bahwa kontak senjata pertama kali meletus sekitar pukul 21.30 waktu GMT pada hari Rabu. Suara rentetan tembakan dan ledakan keras terdengar jelas, membuat seluruh warga kota terjaga sepanjang malam karena intensitas pertempuran.

Menurut Kudi-Kasa, para bandit saat ini masih berada dalam kepungan ketat dari pasukan militer dan kelompok vigilante. Ia juga mengingat bahwa tentara pernah mencoba menyerbu kamp para bandit dua pekan sebelumnya, namun terpaksa mundur karena jumlah bandit yang bersenjata lengkap sangat melimpah. Kali ini, strategi yang digunakan berbeda.

Kali ini para tentara bersiap dengan matang dan kembali untuk memukul mereka dengan keras.

Shehu Dandare, warga lain yang menjadi saksi, memberikan estimasi jumlah korban tewas yang sejalan dengan laporan resmi. Ia menyebutkan bahwa pasukan berhasil menghujani komplotan tersebut dengan serangan udara dan darat secara massal, sehingga menyebabkan banyak korban di pihak teroris.

Konteks Sejarah Operasi Militer

Operasi minggu ini bukanlah yang pertama kalinya militer Nigeria mencatatkan keberhasilan besar. Pada Juli tahun lalu, tentara Nigeria juga berhasil menewaskan sedikitnya 150 bandit dalam penyergapan terhadap konvoi besar yang terdiri dari sekitar 350 bandit. Insiden tersebut terjadi di Negara Bagian Kebbi yang berdekatan, saat para bandit sedang menuju kamp mereka di Negara Bagian Niger.

Satu bulan setelah operasi di Kebbi, militer kembali melumpuhkan lebih dari seratus bandit di wilayah pemerintahan lokal Bukkuyum, Zamfara. Saat itu, jet tempur yang berkoordinasi erat dengan pasukan darat berhasil menghantam kumpulan lebih dari empat ratus anggota geng di kamp hutan. Laporan keamanan yang disiapkan untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengonfirmasi angka tersebut.

Pemerintah Negara Bagian Zamfara secara resmi menggambarkan operasi minggu ini sebagai terobosan signifikan dalam perang melawan kejahatan dengan kekerasan. Nigeria, sebagai negara berpenduduk terbanyak di benua Afrika, saat ini memang sedang bergelut dengan berbagai krisis keamanan yang kompleks.

Nigeria bagian timur laut sendiri telah dicengkeram oleh pemberontakan ekstremis Islam sejak tahun 2009. Awalnya, pemberontakan dipimpin oleh Boko Haram, kemudian dilanjutkan oleh kelompok sempalan sekaligus rivalnya, yaitu Islamic State West Africa Province atau ISWAP. Kombinasi ancaman dari berbagai kelompok ini menuntut respons militer yang terkoordinasi dan berkelanjutan dari pemerintah Nigeria.