Berita

Orang Utan Terjebak di Pohon Saat Karhutla Kalteng, Kaki dan Tangan Luka

orang-utan-novita-terjebak-karhutla-di-palangka-raya-kalteng-1790551983394_169
Foto : Nancy Williams - ceritaberkat.com
Daftar Isi
  1. Novita Dievakuasi dari Pohon di Tengah Karhutla Palangka Raya
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Novita Dievakuasi dari Pohon di Tengah Karhutla Palangka Raya

Ceritaberkat.com – Seekor orang utan muda bernama Novita berhasil diselamatkan setelah terperangkap di atas pohon saat kebakaran hutan dan lahan melanda Daerah Katune, Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Saat ditemukan, satwa berusia sekitar empat tahun itu mengalami luka bakar serius pada tangan dan kakinya.

Novita diperkirakan memiliki berat sekitar 17 kilogram. Dalam situasi yang dipenuhi api dan asap, ia bertahan seorang diri di atas pohon yang berada di kawasan terdampak kebakaran. Kondisi tersebut membuat proses penyelamatan menjadi penting sekaligus membutuhkan penanganan yang aman bagi satwa dan petugas.

Informasi mengenai orang utan tersebut diterima petugas pada 25 September 2026. Evakuasi kemudian berhasil dilakukan sehari setelahnya, pada 26 September 2026. Keterangan mengenai penyelamatan itu disampaikan BKSDA Kalimantan Tengah melalui akun Instagram resminya pada Senin, 28 September 2026.

“Di tengah kepungan api dan asap, 1 individu orang utan kecil bertahan sendirian di atas pohon. Usianya baru sekitar 4 tahun, dengan berat sekitar 17 kilogram,”

Bertahan Meski Mengalami Luka Bakar

Luka pada kedua tangan dan kaki Novita menjadi tanda beratnya situasi yang dihadapi selama kebakaran berlangsung. Orang utan kecil tersebut tidak dapat mencari bantuan secara langsung, tetapi tetap berupaya bertahan di tengah area yang terdampak api.

“Orang utan kecil tidak bisa bercerita tentang apa yang terjadi, tidak bisa meminta pertolongan. Namun luka bakar serius di kedua tangan dan kakinya seakan menjadi cerita tentang perjuangan yang baru saja di lalui,”

Dalam kondisi terluka, Novita juga sempat membuat sarang di atas pohon. Perilaku itu menunjukkan upayanya untuk tetap berada di tempat yang dianggap aman ketika lingkungan di sekitarnya mengalami gangguan akibat kebakaran.

“Dalam kondisi terluka, ia masih berusaha bertahan hingga membuat sarang di atas pohon,”

Penyelamatan Novita melibatkan Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Kalimantan Tengah, BOSF Nyaru Menteng, serta Tim TNI. Setelah dievakuasi, ia dibawa ke Klinik BOSF Nyaru Menteng untuk memperoleh perawatan dan menjalani masa pemulihan.

Penanganan medis menjadi tahap penting bagi Novita mengingat luka bakar dapat memengaruhi kemampuan satwa untuk bergerak, memanjat, mencari makanan, dan bertahan di habitatnya. Pemulihan dilakukan agar kondisinya dapat dipantau secara menyeluruh sebelum langkah perawatan berikutnya ditentukan.

Karhutla Menjadi Ancaman bagi Satwa Liar

Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada vegetasi, kualitas udara, serta aktivitas warga di sekitar kawasan terdampak. Satwa liar juga menghadapi risiko langsung ketika api dan asap memasuki ruang hidup mereka. Bagi satwa yang terluka atau kehilangan akses ke area aman, kemungkinan muncul di sekitar permukiman dapat meningkat.

Kasus Novita memperlihatkan mengapa temuan satwa liar di lokasi karhutla perlu segera diteruskan kepada petugas yang berwenang. Pertolongan yang cepat dapat membantu penyelamatan dilakukan dengan prosedur yang sesuai, terutama untuk satwa dilindungi yang membutuhkan perlakuan khusus.

BKSDA Kalimantan Tengah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penanganan sendiri apabila menjumpai satwa liar yang terdampak kebakaran atau berada di dekat wilayah permukiman. Masyarakat juga diminta tidak mendekati ataupun memberi makan satwa tersebut.

“Jika melihat satwa liar berada di sekitar permukiman atau terdampak kebakaran, jangan didekati, jangan diberi makan, dan jangan ditangani sendiri. Segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan aman. Karena mereka tidak bisa meminta pertolongan. Kitalah yang bisa menjadi suara mereka,”

Imbauan tersebut penting untuk melindungi kedua pihak. Satwa liar yang stres, terluka, atau terdesak dari habitatnya dapat bereaksi secara tidak terduga apabila didekati. Di sisi lain, pemberian makanan atau upaya memindahkan satwa tanpa keahlian dapat memperburuk keadaan dan menghambat penanganan lanjutan.

Harapan Pemulihan untuk Novita

Novita kini berada dalam pengawasan di Klinik BOSF Nyaru Menteng. Perawatan yang diterimanya diharapkan membantu pemulihan luka pada tubuhnya setelah melewati kondisi sulit di tengah karhutla di Palangka Raya.

“Novita memang tidak mampu bersuara. Tapi luka di tubuh kecilnya sudah cukup untuk menceritakan semuanya. Semoga Novita pulih dan suatu hari nanti dapat kembali ke rumah yang seharusnya, yang lebih aman dan nyaman,”

Penyelamatan ini menjadi pengingat bahwa respons masyarakat dapat berperan besar ketika satwa liar terdampak bencana lingkungan. Melaporkan temuan kepada petugas, menjaga jarak, serta tidak mencoba menangani satwa sendiri merupakan langkah sederhana yang dapat membantu proses penyelamatan berlangsung lebih aman.

Bagi Novita, evakuasi dari pohon di tengah kepungan api menjadi awal dari proses pemulihan. Perhatian terhadap keselamatan satwa liar di wilayah terdampak karhutla tetap diperlukan agar hewan-hewan yang tidak mampu meminta pertolongan dapat memperoleh penanganan pada waktunya.

Frequently Asked Questions

What is Orang Utan Terjebak di Pohon Saat?

Orang Utan Terjebak di Pohon Saat is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Orang Utan Terjebak di Pohon Saat matter?

Orang Utan Terjebak di Pohon Saat matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.