Ngeri Prajurit TNI di Tangerang Tewas Dikeroyok 9 Orang
Table of Contents
Kematian Tragis Prajurit TNI Akibat Pengeroyokan di Tangerang
Ceritaberkat.com – Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan pangkat Prada, yaitu Arif Budiman Sampurna, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pinggir Jalan Raya Permata Hijau Golf yang terletak di wilayah Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Tragisnya, korban mengalami serangan brutal dari sembilan orang yang kemudian menyebabkan kematiannya. Insiden mengerikan ini terjadi pada hari Minggu, tanggal 19 Juli 2026, tepatnya sekitar pukul 05.45 waktu Indonesia Barat.
Menurut informasi yang dihimpun, prajurit tersebut mengalami tusukan sebanyak sepuluh kali dan juga dikeroyok hingga akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Hingga saat ini, pihak kepolisian telah berhasil mengamankan empat orang tersangka yang diduga terlibat langsung dalam kasus tersebut. Namun, motif atau alasan di balik pembunuhan tersebut masih belum terungkap secara jelas dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut.
Proses Penemuan Jasad dan Respons Cepat
Prada Arif merupakan personel yang berasal dari Kodam XVII/Cenderawasih. Saat kejadian terjadi, ia sedang menjalankan tugas untuk membantu operasional Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih yang berlokasi di Jakarta. Ketika saksi mata pertama kali menemukan jasad korban, mereka juga menemukan kartu tanda anggota (KTA) militer yang milik korban. Setelah itu, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa serta Bhabinkamtibmas di wilayah setempat.
Sebagai respons terhadap insiden ini, tim gabungan yang terdiri dari TNI dan Polri segera bergerak. Unit-unit yang terlibat antara lain Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, Denpom Tangerang, serta Polres Tangerang Selatan. Mereka bergerak cepat untuk mengejar para pelaku sekaligus menyelidiki kasus guna mengumpulkan para saksi dan alat-alat bukti yang berkaitan dengan aksi pengeroyokan tersebut.
Empat Tersangka yang Sudah Ditangkap
Pihak kepolisian berhasil menangkap empat orang tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan prajurit TNI bernama Prada Arif Budi Sampurna. Keempat tersangka tersebut memiliki peran yang berbeda-beda dalam kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, hingga saat ini terdapat empat orang tersangka terhadap perbuatan ini.
“Hingga saat ini, terdapat empat orang tersangka terhadap perbuatan ini,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan, Selasa (21/7).
Empat pelaku tersebut memiliki inisial yang berbeda. BR (36) dan MKN (27) berperan dalam mengejar korban. RRG (22) bertugas memukul korban serta mengejar korban menggunakan sepeda motor. Sementara itu, H (21) memiliki peran yang lebih kompleks, yaitu mengejar korban, memukul korban, dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau.
Tiga tersangka pertama ditangkap oleh tim gabungan. Sedangkan tersangka bernama H menyerahkan diri ke Subdit Jatanras Polda Metro Jaya yang kemudian diserahkan ke Polres Tangsel. Wira menjelaskan bahwa antara pelaku dan korban tidak saling mengenal. Polisi juga menyita beberapa baju yang digunakan para pelaku dalam kasus pengeroyokan maut tersebut.
Dugaan Motif dan Proses Penyidikan
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan terkait motif pembunuhan Prada Arif Budi. Dugaan awal menunjukkan bahwa pengeroyokan dipicu oleh perselisihan. Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, memberikan keterangannya mengenai hal ini.
“Insiden awal kejadian tersebut diduga akibat perselisihan, salah paham di salah satu tempat makan yang kemudian menyebabkan aksi pengeroyokan disertai penusukan dari suatu kelompok masyarakat terhadap Prada ABS,” kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, dalam keterangannya, Rabu (22/7).
Kasus tersebut saat ini sudah berada dalam tahap proses penyidikan di Polres Tangerang Selatan dengan terperiksa saksi sejumlah 17 orang. Pihak Kodam XVII/Cenderawasih menduga ada sembilan orang pelaku yang mengeroyok Prada Arif. Dari hasil pendalaman penyidikan, dapat kami sampaikan bahwa terduga pelaku pengeroyokan dan penusukan kepada korban Prada ABS sejumlah 9 orang, sedangkan 8 orang saksi lainnya telah dibebaskan karena tidak ada keterlibatan di dalam kejadian tersebut.
Pihak TNI akan terus mengawal ketat proses hukum ini dan mengimbau masyarakat serta rekan almarhum agar tetap tenang serta menyerahkan penindakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Pihak Kodam XVII/Cen turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga (alm) Prada ABS, untuk pelaksanaan proses hukum dijamin akan dilaksanakan secara transparan.
Kodam juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari Kodam Jaya dan Polda Metro Jaya, khususnya Korem 052/Wijayakrama, Deninteldam Jaya, dan Denpom Tangerang serta Polres Tangerang Selatan yang telah bergerak cepat untuk mengungkap kasus pengeroyokan yang menyebabkan Prada Arif meninggal.
Saksikan Live DetikPagi:
