Meeting Results: Terima Walkot Gyeongsan, Bamsoet Bahas Investasi Smart Farm-Otomotif

Meeting Results: Bamsoet Bahas Investasi Smart Farm dan Otomotif

Meeting Results – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua MPR RI periode ke-15, Bambang Soesatyo atau yang lebih dikenal dengan panggilan Bamsoet, telah menerima kunjungan resmi dari Wali Kota Gyeongsan, Korea Selatan, Cho Hyun-Il. Kunjungan ini disertai oleh rombongan delegasi para pelaku usaha yang berasal dari Gyeongsan Chamber of Commerce and Industry atau Kadin Korsel. Tujuan utama dari pertemuan bilateral ini adalah untuk mengeksplorasi dan memperkuat kerja sama ekonomi antara para pelaku bisnis dari kedua negara.

Dalam forum diskusi tersebut, terdapat beberapa poin strategis yang menjadi fokus pembahasan. Para pihak membahas secara mendalam mengenai peluang investasi serta kemitraan bisnis yang dapat dikembangkan di tiga sektor utama, yaitu industri smart farm, sektor kosmetika, dan manufaktur spare part otomotif. Harapannya, kolaborasi ini akan mampu memperluas cakupan investasi, membuka akses ke pasar ekspor baru, sekaligus menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan daya saing industri nasional di tengah persaingan ekonomi global yang semakin ketat.

Strategi Penguatan Ekonomi Melalui Sinergi Teknologi

Bamsoet menyampaikan pandangannya mengenai berbagai peluang yang dapat segera diwujudkan melalui kemitraan antara pengusaha Indonesia dengan rekan-rekan dari Korea Selatan. Ia menekankan bahwa penerapan smart farm akan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui adopsi teknologi pertanian modern. Di sisi lain, industri kosmetika membuka ruang luas bagi peningkatan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia. Sementara itu, sektor spare part otomotif diproyeksikan memiliki prospek pertumbuhan yang sangat besar mengingat perkembangan pasar kendaraan di Indonesia dan kawasan ASEAN yang terus meluas.

“Banyak peluang yang bisa segera diwujudkan melalui kemitraan pengusaha Indonesia dengan pengusaha Korea Selatan. Smart farm akan memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan teknologi pertanian modern, industri kosmetika membuka ruang bagi peningkatan nilai tambah sumber daya alam Indonesia, sementara sektor spare part otomotif memiliki prospek besar karena pasar kendaraan di Indonesia dan kawasan ASEAN terus berkembang,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Mengenai tren investasi dari Korea Selatan ke Indonesia, Bamsoet memaparkan bahwa perkembangan saat ini menunjukkan arah yang positif. Sektor manufaktur, elektronik, dan otomotif menjadi area yang paling menarik perhatian investor Korsel. Kondisi ini semakin diperkuat dengan berlakunya kesepakatan IK-CEPA yang membuka peluang perdagangan dan integrasi rantai pasok industri antara kedua negara secara lebih luas. Meeting Results dari pertemuan ini menunjukkan komitmen kuat untuk pengembangan ekonomi bilateral.

Kekuatan Komplementer Indonesia dan Korea Selatan

Menurut Bamsoet, Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang signifikan dalam hal sumber daya alam, pasar domestik yang sangat besar, serta bonus demografi yang menguntungkan. Di pihak lain, Korea Selatan unggul dalam aspek inovasi, riset, teknologi manufaktur, digitalisasi, dan efisiensi industri. Sinergi antara kedua keunggulan tersebut diharapkan akan menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan dan memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi tantangan persaingan ekonomi global.

Politikus dari Partai Golkar ini juga menyoroti keunggulan spesifik Kota Gyeongsan dalam bidang smart farm. Pemanfaatan Internet of Things atau IoT, sensor otomatis, hingga kecerdasan buatan dapat diadopsi di Indonesia guna memodernisasi sektor pertanian dan menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia agrikultur modern.

“Kerja sama smart farm harus diarahkan pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas petani Indonesia. Tujuannya agar produktivitas meningkat, kualitas hasil panen semakin baik, penggunaan air dan pupuk lebih efisien, serta regenerasi petani dapat berjalan melalui pemanfaatan teknologi digital yang semakin mudah diterapkan,” jelas Bamsoet.

Sektor industri kosmetika juga dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Bamsoet menjelaskan bahwa kemitraan dapat diarahkan pada investasi pabrik bersama, penelitian bahan baku alami Nusantara, serta pengembangan produk kecantikan yang telah bersertifikat halal. Sementara itu, di sektor spare part otomotif, sinergi dengan perusahaan Korsel diharapkan mampu meningkatkan kualitas standar internasional dan teknologi presisi dari komponen buatan dalam negeri agar siap merambah pasar global.

Pertemuan ini diharapkan mampu mempererat hubungan Indonesia dan Korea Selatan melalui kerja sama ekonomi yang lebih produktif. Komunikasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor terus ditingkatkan sehingga berbagai peluang investasi dapat segera direalisasikan menjadi proyek nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Meeting Results dari kunjungan ini menjadi langkah awal untuk kolaborasi jangka panjang yang berkelanjutan.