Meeting Results: Situasi Terkini Kafe de’Clan Usai Digeledah Polisi Terkait 3 Kasus Korupsi

Meeting Results: Kafe de’Clan Usai Digeledah Polisi

Meeting Results – Kawasan Cipete di Jakarta Selatan kembali menjadi sorotan publik setelah Kafe de’Clan Signature ditutup sementara pasca operasi penggeledahan besar-besaran oleh aparat kepolisian. Meeting Results ini menyoroti keterkaitan kafe tersebut dengan tiga perkara hukum yang sedang ditangani oleh pihak berwenang. Kedua perkara utama yang menjadi fokus adalah dugaan korupsi serta tindak pidana pencucian uang atau yang lebih dikenal dengan istilah TPPU.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh tim detikcom pada keesokan harinya, Kamis pagi tanggal 9 Juli 2026, suasana di sekitar kafe masih terasa sepi dan tidak menunjukkan aktivitas normal. Meeting Results menunjukkan bahwa seluruh pintu akses menuju area kafe telah ditutup rapat menggunakan pagar berwarna hitam yang mengelilingi seluruh bangunan. Tidak terlihat adanya kegiatan komersial apapun yang berlangsung di dalam kawasan kafe tersebut, memberikan kesan bahwa tempat ini sedang dalam masa penutupan sementara.

Dua pintu masuk yang terletak di bagian dalam gedung juga dalam keadaan tertutup. Sebagai tanda kepada masyarakat yang mungkin datang, sebuah papan informasi berukuran kecil telah digantung di salah satu pintu. Pada papan tersebut tertulis pesan singkat namun jelas, yaitu kata “Tutup” yang memberikan pemberitahuan kepada calon pengunjung bahwa kafe sedang tidak beroperasi. Meeting Results ini juga mengonfirmasi bahwa penggeledahan telah selesai dilakukan.

Meskipun secara visual kafe terlihat tutup total, terdapat beberapa indikasi bahwa aktivitas tertentu masih berlangsung. Di halaman kafe, terparkir dua unit mobil dan beberapa sepeda motor. Selain itu, petugas keamanan juga terlihat tetap berada di pos jaga mereka di pintu masuk, menunjukkan bahwa ada proses yang sedang berjalan di dalam kafe tersebut. Meeting Results dari penggeledahan ini akan menentukan langkah selanjutnya dalam penyidikan.

Pada pukul 10.23 WIB, terlihat beberapa individu memasuki area kafe. Namun hingga saat ini, identitas maupun tujuan kedatangan orang-orang tersebut belum dapat diidentifikasi secara pasti. Tak lama setelah mereka masuk, pagar dan pintu kafe kembali ditutup rapat oleh petugas yang bertugas, mengindikasikan bahwa proses penyidikan atau pencarian barang bukti masih berlangsung. Meeting Results akhir dari operasi ini diharapkan dapat segera diumumkan.

Detail Penggeledahan dan Barang Bukti yang Disita

Penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan pada siang hari sebelumnya sempat menarik perhatian warga sekitar. Meeting Results dari operasi ini menunjukkan bahwa sejumlah personel Brimob yang dilengkapi dengan senjata lengkap tampak berjaga di pintu masuk kafe selama proses berlangsung hingga malam hari. Dari hasil penggeledahan tersebut, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti yang dianggap penting untuk kelancaran proses penyidikan.

Barang bukti yang disita antara lain satu buah brankas dan empat koper. Koper-koper tersebut dilaporkan berisi gepokan uang tunai dalam mata uang dolar Amerika Serikat, yang menjadi salah satu indikator kuat adanya dugaan tindak pidana pencucian uang yang sedang diselidiki. Meeting Results awal menunjukkan bahwa nilai uang yang disita cukup signifikan.

Joint Investigation dan Tiga Kasus Utama

Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, memberikan klarifikasi mengenai konteks penggeledahan tersebut. Meeting Results dari pertemuan tersebut mengonfirmasi bahwa operasi ini merupakan bagian dari skema joint investigation yang melibatkan Kortas Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Ada tiga perkara yang menjadi fokus utama penyidikan saat ini.

“Kortas Polri sedang melaksanakan skema joint investigation dengan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam penanganan perkara korupsi dan pencucian uang pada perkara PLN BB (Batubara), kemudian ASABRI tahun 2020 sampai 2025, dan perkara dugaan korupsi dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI tahun 2020-2025,” ujar Totok kepada wartawan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa seluruh pengusutan kasus-kasus ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan tingkat prioritas yang tinggi dari pemerintah pusat terhadap penanganan kasus-kasus korupsi tersebut. Meeting Results dari koordinasi ini akan menentukan arah penyidikan ke depan.

“Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti,” tegas Budi.

Daftar 12 Lokasi yang Digeledah

Kombes Budi Hermanto menambahkan bahwa total ada 12 lokasi yang digeledah polisi dalam rangkaian penyidikan kasus ini. Meeting Results dari operasi ini mencakup berbagai titik penting di wilayah Jabodetabek. Selain kafe de’Clan Signature, polisi juga menggeledah beberapa kantor perusahaan dan rumah pribadi di wilayah Jabodetabek. Berikut adalah daftar lengkap 12 lokasi tersebut:

1. PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat 2. PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara 3. PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat 4. Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan 5. Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan 6. Rumah Sdr. AR, Pondok Indah, Jakarta Selatan 7. Kantor PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat 8. Rumah Sdr. BD, Kemang, Jakarta Selatan 9. Kantor PT CBS Cabang, Cengkareng Timur, Jakarta Barat 10. Rumah Sdr. CE, Menteng, Jakarta Pusat 11. Kantor Asabri, Senayan, Jakarta Selatan 12. Rumah Sdr. FG, Tebet, Jakarta Selatan.