Main Agenda: Pramono Terima Kasih ke Kejaksaan, Bantu Tuntaskan Proyek Mangkrak Jakarta

Pramono Terima Kasih ke Kejaksaan, Bantu Tuntaskan Proyek Mangkrak Jakarta

Main Agenda – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta atas perannya dalam mempercepat penyelesaian sejumlah proyek infrastruktur yang tertunda selama bertahun-tahun. Menurutnya, kerja sama yang baik antara Pemprov DKI dan Kejaksaan menjadi kunci penting dalam menyelesaikan berbagai masalah yang sebelumnya sulit diatasi. Pramono menekankan bahwa sinergi ini tidak hanya mengakhiri proyek-proyek yang membebani pemerintah, tetapi juga memberi dampak positif bagi pengembangan kota.

Peresmian Gedung Baru Kejaksaan Negeri Jakarta Utara

Pernyataan Pramono tersebut disampaikan saat menghadiri peresmian Gedung Baru Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/6/2026). Acara tersebut menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen antara pemerintah daerah dan lembaga kejaksaan dalam menjaga kualitas proyek pemerintahan. Pramono menjelaskan bahwa Gedung tersebut adalah bukti kebersamaan yang solid antara Forkopimda DKI Jakarta dalam menyelesaikan proyek yang selama ini terkendala.

“Gedung ini menunjukkan kolaborasi yang baik Forkopimda DKI Jakarta. Saya secara khusus bukan membahas kantor, tetapi saya malah ingin terima kasih, Bapak Jaksa Agung dan jajaran. Pemerintah DKI Jakarta dalam banyak hal terbantu, tersupport oleh Bapak Kajati dan jajarannya,” kata Pramono.

Dalam sesi wawancara, Pramono menyoroti beberapa proyek yang telah berhasil diselesaikan berkat bantuan dari Kejaksaan. Salah satu contoh yang diberikan adalah penataan kawasan bekas proyek monorel di Jalan HR Rasuna Said. Proyek yang sempat terbengkalai selama 21 tahun kini telah rampung, memberi wajah baru kepada area tersebut. Menurut Pramono, proyek ini tidak hanya memperbaiki fasilitas jalan, tetapi juga meningkatkan nilai estetika dan kegunaan ruang publik.

Progres Proyek Monorel di Rasuna Said

Pramono menegaskan bahwa proyek monorel di Rasuna Said, yang sebelumnya mengalami hambatan selama 109 tahun, akhirnya bisa selesai berkat dukungan dari pihak Kejaksaan. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan ini mencakup perbaikan infrastruktur sepanjang 3,8 kilometer dan pemasangan 109 tiang pancang. Menurutnya, proyek tersebut kini menjadi salah satu landmark Jakarta yang diapresiasi oleh masyarakat.

“Dulu di Jakarta ini banyak sekali permasalahan yang tidak terselesaikan. Salah satunya adalah monorel di Rasuna Said yang jumlahnya 109 tiang pancang, 3,8 kilometer, dan alhamdulillah sekarang Jalan Rasuna Said sudah berhasil kami selesaikan dan menjadi salah satu landmark dari Jakarta yang diapresiasi oleh publik,” ujarnya.

Di samping monorel, Pramono juga menyebutkan bahwa proyek Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, yang telah mengalami penundaan selama 14 tahun, akhirnya dapat dimulai lagi. Proyek ini diharapkan bisa menjadi rumah sakit internasional yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat Jakarta. Pramono menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah konkret untuk memulai konstruksi, dengan target groundbreaking pada bulan Agustus 2026.

Pembangunan Jalur LRT Jakarta

Pramono menambahkan bahwa proyek pembangunan jalur LRT Jakarta dari Velodrome menuju Manggarai yang sempat terhenti juga kini telah rampung. Proyek ini menempuh jarak sepanjang 12,5 kilometer dengan 11 stasiun. Ia menjelaskan bahwa Pemprov DKI telah memperoleh izin dari pemerintah pusat untuk melanjutkan proyek tersebut hingga Dukuh Atas. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat akses transportasi massal di wilayah Jakarta Timur.

“Nanti ini monorel mudah-mudahan bulan Agustus akan diresmikan. Panjangnya 12,5 kilometer, 11 stasiun dari Velodrome sampai dengan Manggarai. Kami sudah memutuskan atas izin pemerintah pusat untuk melanjutkan dari Manggarai sampai dengan Dukuh Atas,” katanya.

Dalam menguraikan dampak proyek-proyek ini, Pramono menekankan bahwa penyelesaian keempat proyek tersebut tidak lepas dari kontribusi Kejaksaan dalam memberikan pendampingan yang terus-menerus. Ia menyoroti bahwa kejaksaan tidak hanya mengawasi proses hukum, tetapi juga aktif dalam koordinasi teknis dan pemeriksaan pelaksanaan proyek. Hal ini membantu meminimalkan kesalahan yang sering terjadi selama beberapa dekade.

Pramono mengatakan bahwa kolaborasi ini membawa perubahan signifikan bagi keberlanjutan proyek pemerintah. Ia berharap hubungan kerja sama yang baik dapat terus terjaga untuk proyek-proyek masa depan. “Maka secara khusus Bapak Jaksa Agung saya ingin menyampaikan terima kasih karena koordinasi, kerja sama yang baik dengan jajaran