Latest Program: Perkuat Pengendalian Banjir, Walkot Semarang Kebut Pembangunan 5 Embung

Latest Program: Semarang Kebut 5 Embung untuk Reduksi Banjir

Latest Program – Sebagai bagian dari Latest Program yang digagas pemerintah kota, Agustina Wilujeng, Wali Kota Semarang, telah mengeluarkan arahan strategis untuk mempercepat pembangunan lima embung beserta kolam retensi. Langkah ini merupakan komponen kunci dalam upaya jangka panjang mengendalikan banjir dan genangan, khususnya di kawasan timur Semarang yang sering terdampak.

Kelima proyek embung ini merupakan subset dari dua puluh titik yang telah diidentifikasi sebagai lokasi potensial embung dan kolam retensi dalam kerangka Sistem Semarang Timur. Implementasi Latest Program ini bertujuan memperkuat sistem pengendalian banjir yang telah berjalan melalui normalisasi saluran, pembangunan jaringan drainase, serta pengoperasian rumah pompa secara maksimal.

Agustina secara tegas menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pemerintahannya. Melalui Latest Program, ia telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk mempercepat proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan embung, sehingga manfaatnya dapat segera dinikmati masyarakat.

Banjir adalah persoalan yang telah dihadapi Kota Semarang selama bertahun-tahun. Karena itu penyelesaiannya tidak bisa hanya bersifat jangka pendek,

Ungkapan tersebut disampaikan oleh Agustina dalam keterangannya pada hari Jumat, tanggal 10 Juli 2026. Ia pun menekankan pentingnya membangun sistem pengendalian banjir yang lebih komprehensif, mulai dari penguatan drainase, optimalisasi pompa, normalisasi sungai, hingga pembangunan embung yang saling terintegrasi dalam kerangka Latest Program.

Menurutnya, pembangunan embung merupakan investasi infrastruktur yang bermanfaat untuk mengurangi risiko banjir. Melalui Latest Program, pembangunan ini juga dapat meningkatkan cadangan air, mendukung ketahanan lingkungan, sekaligus menghadirkan ruang terbuka yang bermanfaat bagi masyarakat.

Agustina menegaskan Pemkot Semarang terus mengedepankan pendekatan yang terintegrasi dalam penanganan banjir. Setiap langkah dalam Latest Program dirancang untuk memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi warga Semarang.

Pekerjaan ini membutuhkan proses, tetapi yang terpenting adalah arah kebijakannya sudah jelas. Pemerintah Kota Semarang akan terus mengawal pembangunan embung secara bertahap hingga seluruh titik yang telah dipetakan dapat direalisasikan,

Tegas Agustina dalam pernyataannya terkait Latest Program yang sedang berjalan.

Rincian Lima Embung Prioritas dalam Latest Program

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati, menjelaskan bahwa kelima embung tersebut memiliki tingkat prioritas berbeda sesuai kesiapan teknis, kebutuhan penanganan, dan dukungan anggaran yang tersedia dalam Latest Program.

Embung Dung Tungkul yang berlokasi di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, menjadi prioritas pertama. Dengan luas mencapai 6,473 hektare dan kapasitas tampung sebesar 120.000 meter kubik, nilai investasinya mencapai sekitar Rp 56,75 miliar. Hal ini menjadikannya proyek strategis utama dalam sistem pengendalian banjir Semarang Timur melalui Latest Program.

Embung tersebut diproyeksikan mampu mereduksi debit puncak Kali Babon hingga 14,35 persen serta mengurangi genangan seluas sekitar 3,3 hektare di wilayah Meteseh dan Rowosari.

Prioritas kedua adalah Embung Sembungharjo di Kecamatan Genuk dengan luas 1,74 hektare dan kapasitas tampung 52.240 meter kubik. Dengan estimasi biaya Rp 12,5 miliar, embung ini masuk dalam rencana penanganan genangan tahun 2026 dan diperkirakan membutuhkan dukungan pembangunan saluran tersier terintegrasi senilai sekitar Rp 38,7 miliar untuk kawasan Sembungharjo dan Karangroto.

Selanjutnya, Embung Graha Estetika di Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, senilai Rp6 miliar. Embung ini diprioritaskan untuk mengurangi genangan di kawasan persimpangan Sirojudin dan Tembalang Selatan dalam kerangka Latest Program.

Sementara itu, dua kolam retensi di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, menjadi prioritas keempat dan kelima. Kolam Retensi Muktiharjo Kidul 1 sebesar Rp4,98 miliar, Kolam Retensi Muktiharjo Kidul 3 sebesar Rp1,98 miliar, serta pembangunan saluran penghubung inlet dan outlet kawasan Muktiharjo Kidul senilai Rp10,835 miliar.

Ia mengungkapkan kelima embung tersebut diproyeksikan mampu mengurangi potensi genangan dan banjir di kelurahan-kelurahan yang selama ini terdampak banjir seperti Meteseh, Rowosari, Sembungharjo, Karangroto, Tembalang dan Muktiharjo Kidul. Infrastruktur ini juga diproyeksikan mampu menekan risiko banjir yang sebelumnya pernah melanda hingga 23 kelurahan melalui implementasi Latest Program.

Kami bekerja berdasarkan skala prioritas dengan mempertimbangkan luas daerah tangkapan air serta besarnya dampak banjir yang ditimbulkan,

Menutup penjelasannya, Murni Ediati. Ia menambahkan bahwa Latest Program ini akan terus dievaluasi untuk memastikan efektivitas pembangunan embung dalam jangka panjang.