Latest Program: 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Table of Contents
5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu
Latest Program – Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah melakukan perombakan besar-besaran dalam kabinet pada Kamis (4/6) waktu setempat. Langkah ini menghasilkan penugasan baru untuk sejumlah posisi strategis, termasuk pemberian jabatan sebagai Menteri Luar Negeri kepada Pangeran Abdul Mateen, salah satu putra sultan. Perubahan tersebut dianggap sebagai upaya untuk mengarahkan pengelolaan negara kepada generasi pemimpin berikutnya, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi global yang kian berat.
Perombakan ini adalah yang pertama sejak 2022, saat Brunei mengalami tekanan akibat krisis energi yang memengaruhi harga minyak internasional. Penunjukan Pangeran Abdul Mateen sebagai Menlu juga menegaskan prioritas kesultanan dalam memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi, meski terjadi dalam situasi ketegangan antara AS dan Iran.
Trump Klaim Iran Hanya Punya 22 Persen Rudal Tersisa
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Iran telah kehilangan hampir seluruh kapasitas produksi rudal dan drone setelah serangan gabungan dari AS dan Israel sejak akhir Februari. Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengatakan bahwa Teheran kini hanya memiliki sekitar 21-22 persen pasokan rudal yang tersisa.
Menurut Trump, penghancuran sebagian besar pabrik drone Iran menjadi indikasi bahwa negara itu sedang dalam kondisi kritis. Meski demikian, Iran tetap mengirimkan ratusan rudal ke wilayah tetangganya di Teluk, meski gencatan senjata sementara dengan AS berlaku sejak April lalu. Trump menilai ini menunjukkan bahwa Iran belum sepenuhnya mengurangi kemampuannya dalam perang laut.
AS Tembak Jatuh 4 Drone di Selat Hormuz, Serang Instalasi Radar Iran
Operasi militer AS di Timur Tengah kembali memanas setelah komando pusat, CENTCOM, melakukan serangan terhadap instalasi radar Iran di kawasan Goruk, Pulau Qeshm. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (5/6) waktu setempat, setelah AS menembak jatuh empat drone yang diluncurkan Iran menuju Selat Hormuz, jalur perairan strategis.
Menurut laporan AFP dan Anadolu Agency, tindakan AS dianggap sebagai respons terhadap kegiatan militer Iran yang dianggap mengancam kestabilan wilayah. Serangan ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, yang berpotensi mempercepat hilangnya gencatan senjata yang sempat berlaku.
Presiden Lebanon Kecam Iran: Bukan Tugas Anda Campuri Urusan Negara Kami!
Presiden Lebanon Joseph Aoun memberikan kritik tajam terhadap Iran, terutama setelah kelompok Hizbullah yang didukung Teheran melancarkan serangan terhadap Israel pada awal Maret lalu. Aoun menganggap tindakan Iran dalam mendukung perang di Timur Tengah sebagai intervensi yang tidak pantas.
“Ini bukan negara Anda, ini negara kami,” tegas Aoun saat wawancara dengan Al Arabiya, Sabtu (6/6/2026). “Bukan tugas Anda untuk mencampuri urusan negara kami,” tambahnya dengan nada keras, merujuk pada Iran.
Kecaman tersebut menunjukkan ketegangan diplomatik antara Lebanon dan Iran, yang berdampak pada hubungan bilateral. Aoun menekankan bahwa Lebanon harus diberi ruang untuk mengambil keputusan sendiri, tanpa campur tangan dari pihak luar.
Iran Luncurkan Rudal-Drone ke Kapal Perang AS
Sejumlah kapal perusak militer AS yang beroperasi di Laut Oman menjadi sasaran tembakan peringatan dari militer Iran. Pernyataan militer Iran melalui kantor humasnya, seperti dilansir Anadolu Agency, menyebut bahwa serangan ini menggunakan rudal dan drone sebagai bentuk peneguhan.
Kapal-kapal perang Washington terpaksa mundur dari area perairan tersebut setelah mengalami serangan. Tindakan Iran ini dianggap sebagai bagian dari operasi berkelanjutan yang dilakukan sebagai respons atas tindakan-tindakan AS di laut dan penyitaan kapal tanker minyak Iran.
Iran Dan AS Terlibat Pertarungan Rudal di Selat Hormuz
Ketegangan antara Iran dan AS terus memanas di Selat Hormuz, tempat yang menjadi jalur perairan penting bagi perdagangan global. Pada Jumat (5/6) waktu setempat, Iran meluncurkan serangan rudal ke arah kapal perang AS, sementara AS secara aktif menyerang instalasi radar Iran di wilayah pantai selatan.
Central Command AS, atau CENTCOM, mengungkapkan bahwa empat drone yang diluncurkan Iran ke arah Selat Hormuz terlebih dahulu dihancurkan sebelum pasukan mereka menyerang situs radar Iran. Serangan ini memicu kekhawatiran tentang kemungkinan eskalasi perang laut antara dua negara.
Kontestasi Rudal dan Drone: Taktik Baru dalam Perang Timur Tengah
Di tengah kekacauan geopolitik di Timur Tengah, rudal dan drone semakin menjadi alat utama dalam perang modern. Iran dan AS terus mengambil langkah-langkah ofensif melalui penggunaan senjata udara, yang menunjukkan bahwa tidak ada jalan kembali dari konflik ini.
Dari laporan terbaru, serangan rudal Iran terhadap kapal perang AS dan penembakan drone AS ke instalasi radar Iran menggambarkan pertarungan sengit yang terjadi di perairan strategis. Peristiwa ini tidak hanya memperlihatkan kemampuan teknis kedua pihak, tetapi juga memperkuat posisi masing-masing dalam menyatakan dominasi militer.
