Key Strategy: MPR Buka Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera di Kalteng
Table of Contents
MPR RI Luncurkan Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera di Kalimantan Tengah
Key Strategy – Hari ini, di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Palangka Raya, secara resmi dibuka oleh Anies Mayangsari Muninggar, Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI, lomba kreasi baris berbaris serta pengibaran bendera tingkat provinsi yang dihelat dalam kerja sama antara MPR RI, Purna Paskibraka Indonesia (PPI), dan Dinas Pendidikan Kalteng. Acara ini menargetkan partisipasi dari 10 sekolah menengah atas atau sederajat di wilayah Kalimantan Tengah, termasuk SMAN 1 Pangkalan Bun, SMAN 3 Pangkalan Bun, SMKN 2 Sampit, SMAN 2 Sampit, SMAN 1 Kapuas, SMAN 4 Palangka Raya, SMAN 5 Pangkalan Raya, SMKN 4 Palangkaraya, SMKN 2 Palangka Raya, dan SMK Karsa Mulya Palangka Raya.
Nilai-Nilai yang Dibanggakan dalam Lomba
Dalam lomba ini, peserta ditantang menampilkan kemampuan, keterampilan, kekompakan, serta rasa disiplin dalam menampilkan gerakan baris berbaris dan pengibaran bendera. Tim juri yang menilai peserta terdiri dari perwakilan kepolisian, TNI, dan PPI. Anies Mayangsari mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melatih karakter generasi muda Kalteng.
“Setiap langkah tegap, komando yang tegas, dan kibaran bendera Merah Putih yang gagah mencerminkan semangat Isen Mulang—semboyan luhur masyarakat Dayak Ngaju yang berarti pantang menyerah dan maju terus,” ujar Anies dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/6/2026).
Ketua panitia juga menjelaskan bahwa semangat Isen Mulang selaras dengan nilai-nilai lokal Kalteng, seperti gotong royong dan handep (saling membantu). Nilai-nilai ini diperkuat oleh Empat Pilar MPR RI, yang mencakup Pancasila sebagai ideologi, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara yang final, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu. Anies menekankan bahwa kegiatan seperti lomba baris berbaris, serta sosialisasi Empat Pilar, menjadi alat efektif untuk menginternalisasi kearifan lokal pada generasi muda.
Pentingnya Kegiatan untuk Pemersatu Bangsa
Menurut Anies, nilai-nilai lokal Kalteng seperti kekompakan dan semangat gotong royong tidak hanya terwujud dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga bisa dibuktikan melalui keterampilan yang ditampilkan dalam lomba. “Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membangun kesadaran tentang kebangsaan yang berakar pada budaya lokal Kalimantan Tengah,” tambahnya.
MPR RI dan PPI secara aktif menggandeng pihak berwenang untuk memastikan lomba ini menjadi bentuk penerapan nilai-nilai nasional. Anies mengingatkan peserta bahwa kemenangan sejati bukan hanya dilihat dari juara pertama, tetapi juga dari kemampuan mereka untuk menjadi agen pemersatu bangsa. “Kalian harus membawa pulang semangat Isen Mulang, jiwa gotong royong, dan komitmen kuat terhadap Empat Pilar MPR RI,” ujarnya.
Kemenangan terbesar, menurut Anies, adalah ketika para peserta mampu menjaga persatuan di tengah keragaman suku dan budaya di Kalimantan Tengah, serta di seluruh Indonesia. “Jadilah generasi muda yang tidak hanya pandai berbaris, tetapi juga mampu menjaga NKRI dan keharmonisan antar suku,” pungkasnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Dalam sambutan yang dibacakan oleh Darliansjah, Staf Ahli Gubernur Kalteng bidang pemerintahan, hukum, dan politik, Pjs Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah dr. Linae Victoria Aden menyampaikan apresiasi kepada MPR RI dan PPI atas inisiatif mereka dalam mengadakan lomba ini. “Ada empat nilai penting yang perlu ditanamkan kepada anak-anakku sekalian,” lanjut Darliansjah.
“Pertama, attitude—rasa hormat, kekompakan, dan kemampuan bekerja dalam satu tim. Kedua, mindset—semangat pantang menyerah, keinginan belajar, serta kemauan berkembang sebagai dasar meraih prestasi. Ketiga, karakter—tanggung jawab dan rasa percaya diri. Keempat, semangat kebangsaan yang mencerminkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Darliansjah.
Menurut Darliansjah, lomba ini menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai yang selaras dengan semboyan lokal dan nasional. “Nilai-nilai ini harus dihayati dan diamalkan oleh generasi muda sebagai fondasi untuk membangun bangsa yang lebih kuat dan harmonis,” ujarnya.
Peserta lomba diharapkan bisa menjadi contoh keberhasilan dalam penerapan nilai-nilai nasional. Anies Mayangsari menegaskan bahwa kegiatan serupa bisa menjadi bentuk latihan karakter yang bermakna. “Melalui aktivitas yang penuh semangat dan disiplin, peserta tidak hanya meningkatkan kemampuan fisik, tetapi juga membentuk sikap patriotik yang berkembang dari akar budaya masyarakat Kalteng,” katanya.
Persiapan dan Makna Lomba
Lomba ini digelar dalam rangka memperingati Hari Konstitusi, yang menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen terhadap UUD NRI 1945. Juara pertama dari Kalteng akan menjadi wakil dalam lomba nasional di Jakarta, yang berlangsung serentak dengan perayaan hari besar tersebut.
MPR RI dan PPI menjadikan lomba ini sebagai wadah menyatukan semangat kebangsaan. Anies Mayangsari menekankan bahwa kegiatan seperti ini bisa memperkuat rasa identitas nasional di Kalimantan Tengah, yang dikenal sebagai daerah dengan keberagaman suku dan budaya. “Nilai-nilai lokal Kalteng, seperti kearifan dalam menjaga alam, juga menjadi bagian dari budaya nasional yang lebih luas,” ujarnya.
Sebagai tambahan, Darliansjah menyoroti peran kegiatan seperti festival budaya dan sosialisasi Empat Pilar dalam membentuk generasi muda yang tangguh. “Kemajuan Kalimantan Tengah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari nilai-nilai yang dipupuk lewat kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya,” tuturnya.
Dengan partisipasi sekolah-sekolah yang dipilih secara ketat, lomba ini diharapkan mampu menciptakan kesadaran bersama tentang pentingnya persatuan. Anies Mayangsari berharap peserta bisa menunjukkan kekompakan dan kemampuan untuk memperkuat sikap patriotik mereka. “Kami berharap lomba ini menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat kebangsaan yang selaras dengan semboyan Isen Mulang,” katanya.
Dalam konteks nasional, kegiatan ini menegaskan bahwa nilai-nilai budaya lokal tidak terpisahkan dari identitas bangsa. Anies Mayangsari menambahkan bahwa lewat lomba, generasi muda Kalteng bisa menjadi contoh bagaimana semboyan lokal seperti Isen Mulang bisa menginspirasi kebangsaan yang lebih luas. “Dengan menghayati nilai-nilai ini, mereka akan menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” pungkasnya.
