Key Discussion: Sowan ke UAS, Mardiono Minta Masukan untuk Tugas Kenegaraan dan PPP
Table of Contents
Sowan ke UAS, Mardiono Minta Masukan untuk Tugas Kenegaraan dan PPP
Key Discussion – Di Pekanbaru, Riau, Muhamad Mardiono, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden di bidang ketahanan pangan dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), melakukan pertemuan silaturahmi dengan Ustadz Abdul Somad (UAS). Kehadiran Mardiono dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi komunikasi antarulama dan tokoh masyarakat, serta sebagai upaya untuk menggali perspektif baru dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan dan memimpin PPP.
Kunjungan untuk Penguatan Kerja Sama
Menurut Mardiono, selain mempererat hubungan persahabatan, kunjungannya ke Riau bertujuan untuk membagikan mandat yang diberikan oleh Presiden. Ia menjelaskan bahwa sebagai perwakilan negara, ia perlu mendengarkan wawasan dari tokoh agama dan masyarakat dalam menghadapi berbagai isu yang muncul di sektor ketahanan pangan, serta dalam menentukan strategi pembangunan nasional di masa mendatang.
“Kunjungan ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk bersilaturahmi dan membagikan tugas kenegaraan yang saya emban. Kedua, saya ingin menggali wawasan dari para ulama dan tokoh bangsa agar bisa memberikan panduan bagi PPP ke depan,” ujar Mardiono, Rabu (17 Juni 2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh kedua tokoh yang memiliki pengaruh besar di ranah politik dan agama. Dalam sesi diskusi, Mardiono menyampaikan bahwa arahan dari UAS sangat berharga, terutama dalam konteks tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa berbagai dinamika global saat ini memerlukan kebijakan yang lebih sensitif terhadap kebutuhan masyarakat.
Mardiono juga menjelaskan bahwa PPP, sebagai partai yang diisi oleh tokoh-tokoh ulama, memiliki peran khusus dalam membentuk kebijakan yang berpijak pada nilai-nilai keagamaan. Ia menekankan bahwa PPP akan terus menjaga jati dirinya sebagai partai yang lahir dari tradisi keagamaan, sekaligus berkomitmen untuk mendorong kesejahteraan umat, bangsa, dan negara.
Wawasan UAS tentang Peran Politik Umat Islam
Sebagai bentuk apresiasi, UAS menyampaikan bahwa kehadiran Mardiono menunjukkan semangat kolaborasi antara dunia politik dan keagamaan. Ia menyoroti bahwa Mardiono bersedia meluangkan waktu di tengah kesibukannya untuk berdiskusi secara langsung, yang dinilai sebagai tanda kepedulian terhadap dialog kebangsaan.
“Alhamdulillah, beliau mau meluangkan waktu datang ke tempat kami yang sederhana. Kami hanya duduk, minum teh, dan berbagi pengalaman. Semoga pertemuan ini memberikan manfaat yang nyata bagi umat dan bangsa,” kata UAS.
Dalam sesi diskusi, UAS menekankan pentingnya partisipasi politik umat Islam melalui jalur demokratis. Ia menyoroti bahwa agar aspirasi masyarakat bisa diterjemahkan menjadi kebijakan yang efektif, perlu adanya keikutsertaan umat Islam dalam lembaga perwakilan rakyat. “Aspirasi umat Islam harus disampaikan melalui parlemen agar memiliki payung hukum. Dengan demikian, kebijakan bisa lebih mengakomodir kepentingan publik,” tambah UAS.
UAS juga mengungkapkan bahwa kehadiran Mardiono menjadi momentum untuk memperkuat peran ulama dalam menopang pemerintahan. Ia menekankan bahwa keterlibatan tokoh agama dalam proses kebijakan nasional adalah hal yang sangat vital, terutama dalam menghadapi isu-isu yang berkembang di masyarakat.
Visi PPP dalam Menjaga Persatuan Bangsa
Mardiono menyampaikan bahwa PPP tidak hanya berfokus pada kepentingan partai, tetapi juga pada pembangunan nasional yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa partai tersebut akan terus menjadi garda depan dalam memperjuangkan kesejahteraan umat Islam serta menjaga persatuan bangsa.
“PPP adalah partai yang lahir dari kalangan ulama. Misi kami adalah memperbaiki kondisi bangsa dan negara melalui kebijakan yang berpijak pada nilai-nilai Islam. Kami berkomitmen untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan di tengah berbagai dinamika yang terjadi,” ujarnya.
Dalam suasana yang santai, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara Mardiono dan UAS. Keduanya sepakat bahwa partisipasi aktif dari tokoh agama dan masyarakat dalam kebijakan politik adalah kunci untuk menciptakan kemajuan yang berimbang. UAS menyampaikan bahwa ulama memiliki peran penting dalam mengarahkan umat Islam menuju peran yang lebih produktif dalam proses demokrasi.
Langkah Ke depan untuk Penguatan Diri
Menutup pertemuan, Mardiono memohon doa dari UAS agar dirinya dan seluruh pengurus PPP selalu diberikan kesehatan, keistiqamahan, serta kemampuan untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa. UAS, dalam sambutannya, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya Mardiono dalam menjalankan tugas sebagai utusan khusus presiden.
“Semoga Allah menggrantikan kemampuan beliau dan seluruh tim PPP untuk terus berkarya. Istiqamah dalam perjuangan adalah syarat utama agar bisa menghadirkan perubahan yang nyata,” tutur UAS.
Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih intensif antara ulama dan politisi dalam menyusun kebijakan yang inklusif. Mardiono menyatakan bahwa masukan dari UAS akan menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tugas yang menantang di masa mendatang. “Saya yakin, wawasan yang diberikan oleh beliau akan membantu kami dalam mengambil keputusan yang lebih tepat,” ujarnya.
Dalam konteks kebijakan pangan, Mardiono menggarisbawahi bahwa peningkatan ketahanan pangan adalah bagian dari upaya untuk membangun Indonesia yang lebih mandiri. Ia berharap masukan dari UAS bisa menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan, terutama dalam menghadapi krisis pangan yang semakin kompleks.
