Kepala BRIN Ungkap Prabowo Tertarik Sepatu Buatannya, Diminta Kembangkan

arif-satria-dan-prabowo-subianto-1786024963610_169

BRIN Ungkap Minat Prabowo terhadap Sepatu Lokal, Instruksi Khusus untuk Pengembangan Industri

Ceritaberkat.com – Presiden Prabowo Subianto menunjukkan ketertarikan yang signifikan terhadap inovasi sepatu yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa sang presiden memberikan arahan langsung agar industri sepatu ini terus dikembangkan lebih lanjut. Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendorong pertumbuhan sektor manufaktur lokal yang berbasis pada sumber daya dalam negeri.

Pengembangan sepatu ini merupakan bagian dari upaya BRIN untuk memanfaatkan potensi bahan baku lokal secara optimal. Sepatu yang dipamerkan tersebut terbuat dari karet alam dan limbah industri sawit, dua komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan mengolah bahan-bahan ini menjadi produk jadi, BRIN tidak hanya menciptakan nilai tambah, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan limbah industri.

Inovasi Teknologi Cetakan Tunggal

Proses produksi sepatu ini menggunakan teknologi one piece injection molding atau yang dikenal sebagai sistem cetakan tunggal. Metode ini memungkinkan bagian atas sepatu dan sol menyatu dalam satu proses tanpa memerlukan perekat tambahan. Hasilnya adalah produk yang lebih kuat, tahan lama, dan dapat diproduksi secara konsisten dengan kualitas yang seragam.

“Satu lagi tadi Bapak Presiden juga sangat tertarik dengan sepatu ini. Ini sepatu, sepatu dari karet ya,” kata Arif kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Keunggulan teknologi ini terletak pada efisiensi produksinya. Dengan sistem cetakan tunggal, biaya manufaktur dapat ditekan secara signifikan, sehingga harga jual sepatu menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan visi BRIN untuk menciptakan produk riset yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional.

Harga Terjangkau untuk Masyarakat

Salah satu aspek yang paling menarik dari inovasi ini adalah keterjangkauan harganya. Arif Satria menjelaskan bahwa sepatu ini dibanderol dengan harga kurang dari Rp 75 ribu. Bahkan, terdapat varian yang lebih murah lagi, yaitu sepatu berbahan limbah sawit yang hanya dihargai Rp 47 ribu. Sepatu dengan harga Rp 47 ribu tersebut sempat dipakai oleh Wakil Kepala BRIN saat pameran berlangsung.

“Harganya sangat murah harganya kurang dari Rp 75 ribu ya. Ada lagi sepatu yang lebih murah lagi harganya Rp 47 ribu ya, yang tadi dipakai Pak Wakil Kepala itu harganya Rp 47 ribu, itu dari limbah sawit. Itu lebih murah lagi,” ujarnya.

Harga yang kompetitif ini menjadikan sepatu BRIN sebagai alternatif menarik bagi masyarakat, terutama bagi keluarga dengan pendapatan menengah ke bawah. Selain itu, harga yang terjangkau juga membuka peluang bagi program pengadaan seragam sekolah atau sepatu kerja yang dapat diakses oleh lebih banyak orang.

Arahan Presiden untuk Pengembangan Berkelanjutan

Setelah melihat langsung produk sepatu yang dipamerkan, Presiden Prabowo memberikan instruksi khusus agar industri ini terus dikembangkan. Arif Satria menyampaikan bahwa sang presiden menekankan pentingnya sepatu ini sebagai bagian dari industri rakyat yang perlu mendapat perhatian lebih.

“Jadi Bapak Presiden tadi sudah menyampaikan bahwa ini industri sepatu ini industri rakyat yang harus juga dikembangkan,” ujarnya.

Instruksi ini membuka peluang bagi BRIN untuk melakukan ekspansi produksi dan diversifikasi produk. Potensi pengembangan tidak hanya terbatas pada sepatu sekolah, tetapi juga dapat mencakup berbagai jenis alas kaki lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Pameran di Istana Kepresidenan

Produk sepatu BRIN ditampilkan dalam rangka pameran hasil riset para peneliti di Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo sempat memegang beberapa sepatu yang dipajang dan menekuknya untuk menguji kekuatan dan fleksibilitas produk. Sikap aktif sang presiden menunjukkan ketertarikan pribadi terhadap inovasi yang dihasilkan oleh lembaga riset nasional.

Pameran ini juga menjadi momen penting bagi BRIN untuk mempresentasikan berbagai hasil riset yang telah dikembangkan oleh para peneliti di bawah naungannya. Inovasi sepatu ini merupakan salah satu dari banyak produk riset yang memiliki potensi untuk memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Pengembangan industri sepatu berbasis bahan lokal ini memiliki implikasi ekonomi yang signifikan. Sebagai produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk memanfaatkan limbah sawit sebagai bahan baku industri. Hal ini tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga menciptakan rantai nilai baru yang melibatkan petani sawit, industri pengolahan, dan produsen alas kaki.

Selain itu, pengembangan industri ini dapat membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah. Proses produksi yang melibatkan bahan baku lokal dapat dilakukan secara terdesentralisasi, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan oleh masyarakat di tingkat akar rumput. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan dukungan penuh dari Presiden Prabowo, BRIN diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri sepatu ini. Kolaborasi antara lembaga riset, industri, dan pemerintah akan menjadi kunci dalam mewujudkan visi Indonesia sebagai negara dengan industri manufaktur yang kuat dan berkelanjutan. Inovasi seperti ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.

Frequently Asked Questions

What is Kepala BRIN Ungkap Prabowo Tertarik Sepatu?

Kepala BRIN Ungkap Prabowo Tertarik Sepatu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kepala BRIN Ungkap Prabowo Tertarik Sepatu matter?

Kepala BRIN Ungkap Prabowo Tertarik Sepatu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.