Important Visit: Pelarian Buron Most Wanted China Berakhir Saat Masuki RI

Pelarian Buron Most Wanted China Berakhir Saat Masuki RI

Important Visit – Seorang buronan kelas satu dari daftar most wanted Interpol, yang berasal dari Beijing, akhirnya terjebak di Indonesia setelah berhasil ditangkap saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Nama yang bersangkutan adalah Zheng Rongjing, yang diketahui terlibat dalam aktivitas penipuan online skala besar. Penangkapan ini menjadi penutup dari perjalanan lari dari hukuman yang telah berlangsung beberapa bulan.

Penangkapan Berawal dari Permintaan Internasional

Menurut informasi yang diungkap oleh Sekretariat NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, keberhasilan penangkapan Zheng Rongjing bermula dari permintaan yang dilayangkan oleh NCB Beijing kepada NCB Interpol Jakarta. Permintaan tersebut diberikan pada 5 Maret 2026, dengan tujuan untuk melacak keberadaan buronan tersebut. Setelah sejumlah upaya, jejak Zheng terungkap dan ia akhirnya mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu, 24 Juni 2026, pukul 23.50 WIB.

“Sesaat setelah mendarat, tim kami bersama rekan-rekan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Ditjen Imigrasi langsung melakukan penangkapan dan mengamankan Zheng Rongjing,” kata Brigjen Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, dalam konferensi pers di gedung Bareskrim Polri, Jumat, 26 Juni 2026.

Aktivitas Zheng di Kompleks Penipuan Terbesar Kamboja

Zheng Rongjing dikenal sebagai salah satu pelaku utama dalam skema penipuan online yang sangat merugikan masyarakat. Berdasarkan catatan Interpol, ia diduga aktif di salah satu kompleks penipuan terbesar di Kamboja, yang memiliki jaringan luas dan operasi terorganisir. Kompleks ini, yang merupakan pusat dari kegiatan scamming internasional, dikenal karena menghasilkan ratusan korban di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Subjek ini masuk dalam daftar most wanted Interpol Beijing, dengan peran penting dalam mengoperasikan tindak pidana penipuan online di salah satu compound terbesar di Kamboja,” tambah Brigjen Untung Widyatmoko.

Pemeriksaan dan Tujuan Zheng di Indonesia

Setelah ditangkap, Zheng Rongjing saat ini diamankan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polri sedang menelusuri alasan ia memilih Indonesia sebagai tempat berlabuh. Menurut Brigjen Untung, pihak kepolisian curiga adanya kemungkinan infrastruktur atau pihak tertentu di Indonesia yang siap mendukung aktivitas ilegal Zheng.

“Tentunya, jika seseorang yang menjadi pemain utama dalam skema penipuan online datang ke Indonesia, maka sudah ada persiapan dari pihak lokal untuk menampung kegiatan tersebut,” jelasnya.

Penelusuran ini dilakukan guna memahami apakah Zheng Rongjing memiliki rencana jangka panjang untuk menjalankan kegiatan scamming di Indonesia atau hanya sementara berlabuh. Kebutuhan untuk memperkuat kerja sama antar negara menjadi prioritas dalam kasus ini, karena penipuan yang dilakukannya bersifat transnasional dan melibatkan beberapa wilayah.

Kemitraan Internasional dalam Penegakan Hukum

Brigjen Untung Widyatmoko menegaskan bahwa penangkapan Zheng Rongjing adalah bukti komitmen Polri dalam meningkatkan kerja sama penegakan hukum lintas negara. Dalam konferensi pers, ia menyebutkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi ancaman kejahatan internasional yang merugikan bangsa dan masyarakat.

“Keberhasilan penangkapan Zheng Rongjing adalah bentuk komitmen Polri dalam memperkuat kemitraan internasional, terutama dalam menangani kejahatan transnasional terorganisir serta memerangi jaringan penipuan yang menyebarkan kerugian besar,” ujarnya.

Kemitraan ini tidak hanya terbatas pada pertukaran informasi, tetapi juga melibatkan koordinasi langsung antara lembaga kepolisian kedua negara. Polri bersama NCB Interpol Jakarta terus berusaha mengoptimalkan kerja sama tersebut, baik melalui pertemuan formal maupun komunikasi intensif. Langkah ini diharapkan mampu menjadi contoh efektif dalam menangani kasus-kasus serupa di masa depan.

Impak dan Langkah Selanjutnya

Kasus Zheng Rongjing dilihat sebagai pengingat penting mengenai keparahan kejahatan penipuan online yang sering kali menyebar melalui media digital. Kehadirannya di Indonesia juga membuka peluang untuk memperdalam investigasi terhadap jaringan penipuan yang berakar di Kamboja. Dengan penangkapan ini, Polri berharap bisa menghentikan operasi penipuan yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

Pengembangan kasus akan melibatkan analisis lebih lanjut terhadap data yang dikumpulkan, termasuk catatan keuangan, komunikasi, dan hubungan jaringan. Polri juga akan memantau apakah ada individu lain yang terkait dengan Zheng Rongjing yang berada di Indonesia atau sedang berencana muncul. Ini menjadi bagian dari strategi pencegahan kejahatan transnasional yang lebih luas.

Kerja Sama dan Antisipasi Kejahatan di Masa Depan

Brigjen Untung Widyatmoko menekankan bahwa penangkapan Zheng Rongjing adalah salah satu dari serangkaian langkah Polri dalam memperketat pengawasan terhadap kegiatan ilegal yang melibatkan luar negeri. Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah preventif, termasuk peningkatan kapasitas lembaga investigasi dan pembentukan mekanisme kerja sama internasional yang lebih cepat dan efektif.

“Kerja sama lintas negara ini menjadi kunci dalam menekan penipuan transnasional. Kami siap memperkuat sinergi dengan pihak Beijing dan negara lainnya untuk memastikan jaringan kejahatan tidak beroperasi lagi,” tambah Brigjen Untung.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Polri juga menyoroti pentingnya pendidikan masyarakat tentang risiko kejahatan online. Pihaknya berencana meluncurkan kampanye edukasi bersama lembaga internasional untuk meningkatkan kesadaran warga Indonesia mengenai cara menghindari skema penipuan yang sering kali mengincar pengguna internet.

Kasus Zheng Rongjing juga memberikan pelajaran bagi lembaga penegak hukum internasional. Selain memperkuat kemitraan dengan Beijing,