Hari Anak Nasional 2026, Kemensos Gelar Tebus Ijazah hingga Khitanan Massa
Table of Contents
STIS Cibinong Gelar Rangkaian Layanan Sosial di Bogor Meriahkan Hari Anak Nasional 2026
Hari Anak Nasional 2026 Kemensos Gelar – Kota Bogor menjadi tuan rumah bagi kegiatan bakti sosial terpadu yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Cibinong, acara ini dilaksanakan sebagai wujud peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026. Berbagai layanan komprehensif hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mencakup aspek sosial, kesehatan, maupun pendidikan. Kegiatan ini dirancang khusus untuk menjangkau kelompok-kelompok yang paling membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah.
Dengan mengusung tema ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, inisiatif ini mencerminkan komitmen kuat Kemensos dalam memberikan pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Fokus utama adalah pada kelompok rentan yang memerlukan perlindungan dan pembinaan berkelanjutan. Melalui pendekatan holistik, pemerintah berharap dapat menciptakan dampak positif yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
Ragam Layanan untuk 270 Penerima Manfaat
Bakti sosial kali ini menghadirkan berbagai jenis bantuan dan layanan. Mulai dari penyaluran Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), pemeriksaan kesehatan secara gratis bersama edukasi, program tebus ijazah, operasi katarak, hingga khitanan massal. Seluruh kegiatan ini menjangkau sekitar 270 Penerima Manfaat (PM) dengan total nilai bantuan yang mencapai Rp549.019.000. Angka ini menunjukkan besarnya investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Bakti Sosial Terpadu merupakan wujud nyata kepedulian negara terhadap masyarakat, khususnya kelompok rentan,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Hasim dalam keterangannya, Jumat (17/7/2026).
Hasim menegaskan bahwa Kemensos terus berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan bakti sosial, tetapi juga melalui berbagai program rehabilitasi sosial yang berjalan secara berkelanjutan. Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan tidak bersifat sementara, melainkan menjadi bagian dari sistem perlindungan sosial yang konsisten.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Mitra
Sekretaris Hasim juga mengapresiasi pemerintah daerah serta berbagai pihak yang turut berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, dan berbagai mitra menjadi kunci dalam menghadirkan layanan sosial dan kesehatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kerja sama multidimensi ini memungkinkan cakupan layanan yang lebih luas dan efektif.
Dalam penyaluran bantuan ATENSI, Kemensos berkolaborasi dengan Dinas Sosial Kota Bogor memberikan bantuan kepada 143 PM. Penerima bantuan tersebut terdiri dari 8 anak, 21 kelompok rentan, 26 korban penyalahgunaan NAPZA, 35 orang dengan HIV, 25 penyandang disabilitas, dan 28 lanjut usia. Komposisi ini menunjukkan keberagaman kelompok sasaran yang ditangani dalam satu kegiatan.
Bantuan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima, mulai dari paket nutrisi, perlengkapan kebersihan diri dan kebutuhan medis, hingga alat bantu mobilitas serta kesehatan. Beberapa bantuan yang disalurkan meliputi 68 paket bantuan nutrisi, 74 paket perlengkapan kebersihan diri dan kebutuhan medis, 28 kursi roda dewasa, alat bantu dengar, tabung oksigen, kaki dan tangan palsu, korset penyangga, tongkat bantu jalan, serta 13 paket bantuan kewirausahaan untuk mendukung kemandirian ekonomi.
Layanan Kesehatan dan Pendidikan
Selain penyaluran bantuan, Kemensos juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi melalui program STIS Go to Community kepada 103 PM di LKS PPDI dan LKS Candra Naya. Layanan tersebut mencakup edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi psikososial mengenai pencegahan kekerasan di ranah daring, serta terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan motorik halus. Program edukasi ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat tentang kesehatan dan perlindungan anak di era digital.
Pada bidang pendidikan, Kemensos turut melaksanakan program Tebus Ijazah bagi 21 anak lulusan SMP dan SMK. Melalui program tersebut, seluruh tunggakan pendidikan telah dibayarkan sehingga seluruh ijazah berhasil ditebus dan diserahkan kepada masing-masing penerima manfaat. Program tersebut diharapkan dapat membuka kembali kesempatan anak-anak untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja. Akses terhadap ijazah menjadi krusial bagi mobilitas sosial dan ekonomi generasi muda.
Sementara pada layanan kesehatan, Kemensos melaksanakan operasi katarak. Dari 42 orang yang mengikuti skrining kesehatan, sebanyak 21 orang dinyatakan lolos dan menjalani operasi katarak di Klinik Mata Dokter Hasni Ainun Habibie. Selain itu, sebanyak 62 anak juga mengikuti layanan khitanan massal yang digelar di Rumah Sunat Estetika. Kedua layanan kesehatan ini memberikan manfaat langsung bagi kesehatan fisik penerima manfaat.
Seluruh rangkaian kegiatan terlaksana melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Bogor, Dinas Sosial Kota Bogor, fasilitas layanan kesehatan, serta berbagai mitra. Melalui sinergi tersebut, Kemensos terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan sosial, kesehatan, dan pendidikan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup serta keberfungsian sosial para penerima manfaat. Pendekatan terpadu ini menjadi model yang dapat dikembangkan untuk kegiatan serupa di masa depan.
