Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror Tetangga: Tendang Pagar hingga Bawa Golok

Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror: Tetangga Tendang Pagar dan Bawa Golok

Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror Tetangga – Keluarga Azis Suraji di Pancoran Mas, Depok, kini merasakan langsung Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror. Konflik berkepanjangan dengan tetangga telah memicu berbagai tindakan yang mengganggu ketenangan rumah mereka. Novita, putri sulung Suraji, menceritakan bagaimana tetangga sering kali melakukan ulah di depan kediaman mereka. Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya mengganggu, tetapi juga menciptakan rasa tidak aman bagi seluruh anggota keluarga.

Rangkaian Aksi Merusak dan Mengganggu

Insiden terbaru terjadi pada Rabu, 15 Juli 2026. Novita menjelaskan bahwa tetangganya secara agresif merusak pagar rumah dengan cara menendang-nendang. Tindakan ini dilakukan dengan keras sehingga pagar terlihat goyah. “Itu barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Pakai kaki, ditendang,” ujarnya saat ditemui di rumah, Jumat (17/7/2026).

Selain merusak pagar, tetangga tersebut juga pernah mengganggu kegiatan keluarga pada tahun 2025. Saat keluarga Suraji menggelar pengajian ratiban malam Jumat, sang tetangga menyetel musik dengan volume sangat keras. Novita merasa hal tersebut tidak wajar mengingat momen spiritual yang sedang berlangsung.

“(Tahun) 2025, itu ketika, kenapa saya bilang nyetel musik itu benar adanya? Karena mama lagi pengajian ratiban malam Jumat. Wajar nggak tuh?” tanyanya.

Teror Menggunakan Golok dan Gangguan Verbal

Keluarga Suraji juga pernah mengalami teror yang lebih serius. Novita menyebutkan bahwa suatu hari saat perayaan Lebaran, tetangga datang membawa golok. Saat itu, seluruh keluarga sedang berkumpul di rumah. Novita menegaskan bahwa banyak saksi hidup yang menyaksikan kejadian tersebut, dan semua anggota keluarganya masih dalam keadaan sehat. Sayangnya, tidak ada kamera CCTV yang merekam momen itu secara langsung.

Di luar insiden-insiden besar, gangguan verbal terjadi hampir setiap hari. Novita mengakui bahwa ketegangan komunikasi antara kedua keluarga berlangsung secara konsisten. Gangguan verbal ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka dan menambah beban psikologis.

“Kalau untuk verbal itu hampir setiap hari kalau verbal ya,” katanya.

Akar Masalah: Salah Paham yang Berkepanjangan

Menurut Novita, konflik ini bermula dari kesalahpahaman sederhana yang kemudian berkembang menjadi besar. Ibunya Novita, yang memiliki suami warga negara asing, pernah bercanda dengan memanggil suaminya “orang gila”. Suami Novita tidak terlalu memahami bahasa Indonesia, namun mengerti kata-kata yang bersifat sarkastik. Saat itu, Novita sedang menangis, dan ibunya memanggil suami sebagai “orang gila” agar Novita tertawa.

Tetangga mereka yang kebetulan mendengar percakapan tersebut merasa sakit hati. Padahal, keluarga Suraji tidak pernah secara langsung mengatai tetangga tersebut. Novita menjelaskan bahwa tetangga merasa tersinggung dengan perkataan ibunya, meskipun maksudnya hanya bercanda untuk menghibur anak.

“Awal mulanya dulu kan suami saya WNA. Nggak mengerti bahasa Indonesia. Dia hanya paham kata-kata yang sarkas gitu, kayak intinyalah. Nah dia bercanda sama anaknya sampai nangis-nangis gitu. Terus Mama bilang ‘orang gila’, biar anaknya ketawa segala macam, biar nggak nangis lagi,” katanya.

Rekaman CCTV dan Proses Hukum

Sebelumnya, rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pria melempar helm ke rumah tetangga di Pancoran Mas, Depok, viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan seorang pria mondar-mandir menggunakan motor di depan pagar rumah korban. Kemudian, ia melemparkan helm dengan kencang ke dalam rumah. Pada hari yang berbeda, pria yang sama juga terlihat membuang sampah ke rumah korban.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka, membenarkan bahwa korban telah membuat laporan polisi pada Rabu, 15 Juni 2026. Nomor laporan polisi tercatat sebagai LP/B/1531/VII/2026/SPKT/POLRES METRO DEPOK. AKBP Made menyatakan bahwa laporan tersebut baru dibuat semalam saat dikonfirmasi pada Kamis, 16 Juli 2026.

“Iya baru buat LP semalam,” ujar AKBP Made saat dimintai konfirmasi, Kamis (16/7).

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Cerita Warga Depok Rumahnya Diteror ini menjadi perhatian warga sekitar yang berharap konflik dapat diselesaikan dengan baik.