Ada Hidden Gem Buat Warga Santai-Olahraga di Jaksel, tapi Harus Lewati TPU
Table of Contents
Tempat Tersembunyi di Jagakarsa untuk Santai dan Olahraga, Hanya Perlu Lewati TPU
ceritaberkat.com – Bagi warga Jakarta Selatan yang mencari tempat baru untuk beristirahat dan berolahraga, kini tersedia opsi menarik di kawasan Jagakarsa. Tempat tersebut dikenal dengan nama Embung Pemuda, sebuah lokasi yang menawarkan suasana tenang namun memiliki akses unik karena pengunjung harus melewati taman pemakaman umum terlebih dahulu sebelum sampai di area utama.
Akses Menuju Embung Pemuda
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2026, jalur masuk ke Embung Pemuda melewati TPU Srengseng Sawah 2. Tempat pemakaman ini memiliki sejarah tersendiri karena pernah digunakan sebagai lokasi pemakaman bagi korban virus corona pada masa pandemi. Kini, TPU tersebut telah berubah fungsi menjadi gerbang menuju area rekreasi yang asri.
Kedatangan ke Embung Pemuda dapat dilakukan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Namun, bagi yang membawa mobil perlu memperhatikan bahwa lahan parkir yang tersedia tidak terlalu luas. Sementara itu, pengendara motor lebih leluasa karena tidak mengalami kendala berarti dalam hal tempat penitipan kendaraan.
Suasana dan Aktivitas Pengunjung
Di dalam area Embung Pemuda, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas. Sebagian besar orang memilih duduk santai sambil mengobrol bersama teman atau anggota keluarga. Beberapa pengunjung lain terlihat memancing di tepi air atau melakukan jogging mengelilingi area tersebut. Anak-anak yang datang juga tampak ceria, berlarian dan bermain di lapangan terbuka. Tidak jarang terlihat anak-anak bermain bola atau menerbangkan layangan di langit yang cerah.
Suasana yang nyaman membuat banyak orang betah berlama-lama di sini. Tidak adanya tukang parkir juga menjadi nilai tambah yang diapresiasi oleh pengunjung. Hal ini membuat pengalaman beristirahat menjadi lebih tenang dan tidak terbebani oleh biaya tambahan.
Pengunjung yang Baru Menemukan Lokasi
Ferry, seorang pengunjung berusia 55 tahun, datang ke Embung Pemuda dengan bersepeda. Pria yang tinggal tidak jauh dari lokasi ini mengaku baru pertama kali mengetahui keberadaan tempat tersebut. Ia biasanya mengunjungi waduk Brigif, Situ Babakan, atau danau-danau di Hutan Kota UI.
“Di sini baru pertama kali. Kita sering ke Waduk Brigif, ke Situ Babakan, ke Danau Hutan Kota UI. Di UI kan ada hutan kotanya tuh, banyak danaunya, kita seneng di pinggir danau-danau gitu,” ujar Ferry saat ditemui di lokasi.
Ferry datang bersama dua temannya setelah diajak oleh salah satu teman yang menemukan lokasi ini melalui media sosial. Ia menilai suasana di Embung Pemuda sangat bagus dan menenangkan. Yang paling ia sukai adalah tidak adanya biaya parkir di tempat ini.
“Overall oke, sip mantap. Dan bagusnya dia nggak parkir, nggak berbayar ya,” tambah Ferry dengan antusias.
Sementara itu, Abas yang berusia 32 tahun juga merupakan pengunjung baru di Embung Pemuda. Pria yang tinggal di kawasan Ragunan ini datang bersama istrinya menggunakan sepeda motor. Awalnya ia mendengar rekomendasi dari teman tentang tempat santai yang bisa dikunjungi.
“Datang ke sini awalnya dikasih tau temen ya. Ada tempat gitu katanya buat santai-santai bisa, akhirnya nyobain ke sini,” kata Abas.
Abas dan istrinya kemudian melakukan olahraga ringan dengan berjalan mengelilingi area Embung Pemuda beberapa kali. Ia merasa suasana di sini nyaman karena udaranya adem dan tidak terlalu ramai. Aktivitas berkeliling menjadi menyenangkan karena suasana yang santai.
Sejarah dan Fungsi Embung Pemuda
Embung Pemuda resmi diresmikan oleh Gubernur Jakarta, Pramono Anung, pada hari Selasa tanggal 19 Mei. Peresmian tersebut dilakukan bersamaan dengan Embung Jagakarsa. Pembangunan Embung Pemuda 1 dimulai pada tahun 2024 dan penyelesaian lanskap selesai pada tahun 2025. Fungsi utama embung ini adalah untuk mengurangi potensi banjir di wilayah Kelurahan Srengseng Sawah. Dengan adanya embung ini, warga sekitar tidak hanya memiliki tempat rekreasi tetapi juga mendapatkan manfaat dari sistem pengendalian banjir yang lebih baik.
