Special Plan: Bamsoet Ungkap Sumbangsih Komunitas Otomotif untuk Ekonomi Kreatif

Kontribusi Komunitas Otomotif pada Ekonomi Kreatif Indonesia

Special Plan – Sebagai salah satu anggota DPR RI serta Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti peran penting komunitas otomotif dalam memperkuat dinamika ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, aktivitas dari para penggemar kendaraan bermotor bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga menjadi penggerak utama perekonomian yang mampu bertahan meskipun di tengah tantangan global yang terus berkembang.

Komunitas Otomotif: Pendorong Ekonomi di Era Ketidakpastian

Pada masa ketidakpastian global, seperti perlambatan perdagangan internasional dan gejolak geopolitik, komunitas otomotif justru menunjukkan ketahanan yang signifikan. Bamsoet menjelaskan bahwa sektor ini terus menciptakan peluang usaha baru, termasuk dalam menunjang pertumbuhan UMKM, industri komponen, modifikasi kendaraan, serta sektor kreatif lainnya. Bahkan di tengah tekanan pada industri manufaktur, kegiatan komunitas otomotif dinilai mampu menjaga kestabilan sirkulasi ekonomi di masyarakat.

Kinerja Industri Otomotif di Tahun 2025

Menurut data terkini, industri otomotif Indonesia memberikan kontribusi sekitar 1,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan III 2025. Dalam rangkaian sektor industri pengolahan nasional, posisi ini menempati empat besar, menunjukkan tingkat partisipasi yang konsisten dalam perekonomian. Selain itu, investasi di sektor ini telah mencapai angka sekitar 174 triliun rupiah, dengan penyerapan tenaga kerja langsung hampir mencapai 100 ribu orang.

Ekosistem After Market: Buktian Ketahanan Industri

Bamsoet menyoroti bahwa industri after market, yang mencakup produksi suku cadang dan aksesori kendaraan, menjadi salah satu sektor yang paling menguntungkan dari pertumbuhan komunitas otomotif. Ia menjelaskan bahwa meski penjualan kendaraan baru mengalami perlambatan, permintaan terhadap layanan perawatan, modifikasi, serta personalisasi mobil terus meningkat. Ini menciptakan prospek pasar yang stabil, didorong oleh jumlah kendaraan yang aktif di Indonesia yang mencapai ratusan juta unit.

“Komunitas otomotif hari ini telah menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi nasional. Di balik setiap kegiatan komunitas terdapat perputaran ekonomi yang melibatkan UMKM, industri kreatif, bengkel, produsen aksesori, sektor pariwisata hingga pelaku usaha kuliner. Inilah bukti bahwa hobi dapat melahirkan nilai tambah ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).

Aktivitas Komunitas dan Dampak pada Pariwisata

Di sisi lain, Bamsoet juga menegaskan peran komunitas otomotif dalam memperkuat perekonomian daerah melalui kegiatan touring dan eksplorasi destinasi wisata. Ia menambahkan bahwa ribuan anggota komunitas yang melakukan perjalanan lintas provinsi secara rutin memberikan dampak langsung pada sektor hotel, restoran, serta promosi tempat-tempat wisata yang sebelumnya kurang terkenal. Di era digital, setiap touring komunitas bahkan menjadi sarana promosi gratis yang menjangkau jutaan pengguna internet.

“Ketika ribuan anggota komunitas melakukan touring ke suatu daerah, sesungguhnya mereka sedang menciptakan perputaran ekonomi yang sangat besar. Hotel terisi, restoran ramai, UMKM memperoleh pelanggan baru, dan destinasi wisata mendapatkan promosi secara masif melalui media sosial para peserta,” pungkas Bamsoet.

Perkembangan Komunitas Otomotif dalam Masa Pandemi

Kontribusi komunitas otomotif terhadap perekonomian tampak lebih jelas selama pandemi, ketika aktivitas sektor lain banyak terganggu. Bamsoet menyebut bahwa keberlanjutan komunitas ini membuktikan kekuatan inovasi dan adaptasi dalam menghadapi perubahan. Dari sisi teknologi, ekonomi digital juga terbantu oleh keberadaan komunitas, karena akses ke informasi dan pengelolaan usaha bisa dilakukan lebih efisien.

Potensi Ekonomi Kreatif Melalui Modifikasi dan Keterlibatan UMKM

Sebagai bagian dari ekonomi kreatif, komunitas otomotif memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang. Banyak pelaku bisnis kecil, baik di bidang aksesori maupun modifikasi kendaraan, memanfaatkan kegemaran masyarakat terhadap mobil sebagai media promosi. Selain itu, kegiatan modifikasi mobil yang semakin populer juga mendorong pertumbuhan sektor kreatif lokal, seperti desain, teknologi, dan jasa penunjang lainnya.

Sikap Komunitas Otomotif dalam Menghadapi Perubahan Global

Bamsoet menekankan bahwa komunitas otomotif tidak hanya beradaptasi dengan perubahan ekonomi global, tetapi juga menjadi penggerak dalam menciptakan peluang usaha yang lebih inklusif. Dengan dukungan dari berbagai sektor, seperti pariwisata dan ekonomi digital, komunitas ini mampu menyajikan solusi yang kreatif dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa keberagaman aktivitas dalam komunitas otomotif tidak hanya memperkaya kehidupan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan secara kolektif.

Konteks Acara HUT Satu Dekade MBW212CI

Bamsoet menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan sambutan dalam acara perayaan ulang tahun ke-10 Mercedes-Benz W212 Club Indonesia (MBW212CI), yang diadakan di Avenue of The Star, Lippo Mall Kemang, Jakarta, Jumat (19/6) malam. Acara ini menandai keberhasilan komunitas otomotif dalam mengembangkan kolaborasi dengan pelaku industri, serta menegaskan peran mereka dalam mendorong kegiatan ekonomi yang kreatif dan produktif.

Menurut Bamsoet, keterlibatan komunitas otomotif dalam berbagai sektor, termasuk UMKM dan industri kreatif, membuka ruang untuk ekspansi bisnis yang lebih luas. Hal ini mencerminkan bagaimana hobi bisa bertransformasi menjadi peluang ekonomi yang berdampak signifikan, sekaligus menunjukkan kekuatan komunitas dalam mengubah tantangan menjadi peluang.

Kehadiran komunitas otomotif juga dianggap sebagai bukti bahwa kreativitas tidak hanya terbatas pada sektor teknologi atau seni, tetapi juga bisa berkembang dalam bidang-bidang yang lebih praktis. Dengan demikian, pertumbuhan ini menginspirasi peran aktif masyarakat dalam mendukung berbagai sektor ekonomi, terutama yang berbasis inovasi dan keunggulan lokal.

Bamsoet berharap momentum ini dapat terus ditingkatkan, baik melalui kebijakan pemerintah maupun kolaborasi antar sektor. Ia menilai bahwa pengembangan ekonomi kreatif harus dilakukan secara holistik, karena keberhasilan satu sektor akan memberikan dampak positif pada sektor lainnya. Dengan partisipasi aktif komunitas otomotif, ekonomi nasional diharapkan mampu bertahan dan berkembang di tengah ketidakpastian yang terus berlangsung.