New Policy: Wamensos Targetkan Sekolah Rakyat Permanen Lampung Timur Beroperasi Juli
Table of Contents
Kunjungan Wamensos ke Sekolah Rakyat di Lampung Timur Fokus pada Percepatan Pembangunan
New Policy – Kamis, 11 Juni 2026, Wakil Menteri Sosial Republik Indonesia, Agus Jabo Priyono, melakukan inspeksi langsung ke Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 34 yang berada di Kabupaten Lampung Timur. Selain itu, ia juga mengawasi kemajuan konstruksi Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kecamatan Sukadana. Tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memastikan proyek pembangunan sekolah bisa selesai tepat waktu, yakni pada pertengahan bulan Juli 2026.
Program Sekolah Rakyat Dimaksudkan untuk Membuka Akses Pendidikan yang Lebih Luas
Dalam acara tersebut, Agus Jabo menekankan bahwa Sekolah Rakyat di desain sebagai sarana untuk menyediakan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah. Ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengatasi kesenjangan akses pendidikan serta memutus siklus kemiskinan antargenerasi. “Sekolah Rakyat ini menjadi penyangga untuk anak-anak yang tidak bisa menempuh pendidikan di lingkungan formal, seperti SD, SMP, atau SMA,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/6/2026).
Pembangunan SR Permanen Diupayakan Selesai Sebelum Tahun Ajaran Baru
Kunjungan Agus Jabo ke Sukadana dilakukan bersamaan dengan kehadiran Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, serta perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Lampung. Mereka melihat langsung progres fisik bangunan sekolah yang sedang dibangun. Agus mengatakan, pemerintah sedang berupaya mempercepat pengerjaan agar sekolah bisa selesai sebelum masuk tahun ajaran baru.
“Kita sudah menggerakkan seluruh pihak terkait untuk memastikan SR permanen beroperasi tepat waktu,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa fasilitas pendidikan ini akan berfungsi penuh sesuai rencana, dengan jumlah siswa yang menerima layanan mencapai 270 orang. Jumlah ini terdiri dari tiga rombongan belajar untuk setiap jenjang pendidikan, yaitu SD, SMP, dan SMA. Selain itu, ada juga siswa dari sekolah rintisan yang akan tetap diterima selama proses akomodasi masih berlangsung.
Gotong Royong dan Budaya Menghormati Jadi Fokus Utama
Selama inspeksi, Agus Jabo menyoroti pentingnya pembentukan karakter siswa sebagai bagian dari program Sekolah Rakyat. Ia menekankan bahwa nilai-nilai gotong royong, saling menghormati, serta menghindari perundungan dan intoleransi harus dijadikan budaya utama di lingkungan sekolah. “Anak-anak harus dibina agar bisa tumbuh sebagai generasi yang tangguh dan beradab,” katanya.
Dalam pidatonya, Agus Jabo juga mengingatkan bahwa kolaborasi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat sangat krusial untuk memastikan keberhasilan program ini. “Ketiga pihak tersebut harus saling mendukung agar anak-anak bisa belajar secara optimal,” tambahnya. Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap lingkungan belajar dan sosial siswa akan menjadi prioritas dalam setiap tahap pengerjaan.
Masa Depan Anak-anak Terbuka dengan Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat permanen diharapkan menjadi penyangga pendidikan yang stabil bagi warga miskin di Lampung Timur. Agus Jabo menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi semua anak, terlepas dari kondisi ekonomi keluarga. “Anak-anak harus memiliki kesempatan yang sama untuk mengejar pendidikan, sehingga tidak merasa terbeban secara prematur,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas hidup generasi muda. “Pendidikan adalah kunci untuk merubah nasib, khususnya bagi anak-anak yang kurang beruntung,” ujarnya. Dalam menjalankan program ini, pemerintah menggandeng berbagai instansi untuk memastikan semua aspek kebutuhan siswa terpenuhi, termasuk kebutuhan nutrisi, fasilitas belajar, dan perlindungan sosial.
Siswa SRT 34 Berbagi Pengalaman Mengubah Masa Depan
Selama kunjungan, Agus Jabo juga berdialog dengan siswa yang bersekolah di SRT 34. Salah satu siswa, Devi (16 tahun), menceritakan bahwa sebelumnya ia sempat tertunda dalam mengejar pendidikan karena keterbatasan biaya. “Keluarga saya bekerja sebagai petani tanpa memiliki lahan, sehingga pendapatan terbatas. Saya harus menunda kuliah setelah lulus SD,” katanya.
Dengan adanya Sekolah Rakyat, Devi bisa kembali bersekolah tanpa harus mengorbankan waktu belajarnya. “Saya sangat bersyukur karena bisa menempuh pendidikan di sini. Ini menjadi langkah penting untuk meraih impian saya,” tutup Devi. Cerita Devi menggambarkan bagaimana program Sekolah Rakyat mampu mengatasi hambatan ekonomi sekaligus memberikan harapan bagi masa depan anak-anak desa.
Skema Tambahan untuk Menyeluruhkan Akomodasi Siswa
Agus Jabo juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan skema tambahan untuk memastikan anak-anak yang sudah melalui proses asesmen tetapi belum terakomodasi bisa tetap mendapatkan layanan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa skema ini akan membuka peluang bagi siswa yang memenuhi kriteria tetapi belum diterima karena keterbatasan kuota.
“Kita sedang memperluas sistem agar semua calon siswa yang berpotensi tetap bisa diterima,” katanya. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa seluruh rencana dan skema akan menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden. “Program ini harus selaras dengan visi nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” tambahnya.
Harapan untuk Pemenuhan Kebutuhan Pendidikan di Wilayah Terpencil
Kunjungan Wamensos ke Lampung Timur menjadi momentum untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur pendidikan. Dalam peninjauan tersebut, Agus Jabo mengapresiasi upaya masyarakat dan pihak terkait dalam mendukung program ini. “Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan anak-anak sangat penting untuk mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan bermutu,” ujarnya.
Agus Jabo berharap, dengan adanya Sekolah Rakyat permanen, lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu bisa mengejar pendidikan secara terus menerus. Ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga membantu membangun kepercayaan diri dan kemandirian anak-anak. “Sekolah ini menjadi tempat di mana mereka bisa belajar, bermain, dan berkembang secara menyeluruh,” katanya.
Program Sekolah Rakyat sebagai Solusi untuk Keterbatasan Akses
Dalam konteks nasional, program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjangkau wilayah yang masih kurang memiliki fasilitas pendidikan. Agus Jabo menyatakan bahwa Sekolah Rakyat menjadi solusi untuk mengatasi masalah akses pendidikan, terutama di daerah terpencil. “Program ini akan diutamakan di wilayah yang membutuhkan bantuan terbesar,” ujarnya.
Menurut Agus Jabo, Sekolah Rakyat juga diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berdaya. “Dengan pendidikan yang berkualitas, mereka bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masyarakat,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa program ini akan terus diperluas sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pemerintah.
Komitmen untuk Membangun Masa Depan yang Lebih Baik
Kunjungan Wamensos ke Lampung Timur menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat penyelesaian program pendidikan inklusif. Dengan fokus pada akses, kualitas, dan keberlanjutan, Sekolah Rakyat diharapkan bisa menjadi model bagi wilayah lain. Agus Jabo menyatakan bahwa pihaknya akan
