New Policy: Potensi Macet Imbas Demo di HI, Hindari 4 Ruas Jalan Ini
Table of Contents
Potensi Macet Akibat Demonstrasi di Bundaran HI, Ini Empat Ruas Jalan yang Harus Dihindari
New Policy – Sejumlah kegiatan unjuk rasa yang mengusung tema kritis akan digelar di berbagai titik strategis di Jakarta hari ini, Jumat (12/6/2026). Aktivitas tersebut diprediksi akan memengaruhi alur lalu lintas, khususnya di kawasan Bundaran HI. Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk waspada dan meminimalkan risiko penumpukan kendaraan di area tersebut. Dengan adanya serangkaian aksi protes, kemacetan bisa terjadi di sejumlah jalur utama, sehingga pengguna jalan disarankan menghindari empat jalur utama ini akibat risiko terjadinya kemacetan yang signifikan.
Aksi Demonstrasi di Bundaran HI: Penyebab Utama Gangguan Lalu Lintas
Dishub DKI Jakarta, melalui akun Instagram @dishubdkijakarta, mengungkapkan bahwa Bundaran HI menjadi pusat perhatian karena rencana demonstrasi yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI). Aksi ini bertujuan menyampaikan aspirasi terkait isu nasional yang sedang hangat dibahas. Berdasarkan informasi dari Dishub, kegiatan tersebut akan dimulai pukul 10.00 WIB dan diperkirakan akan berlangsung hingga siang hari. Sebagai antisipasi, Dishub meminta pengguna jalan untuk tetap memantau kondisi jalan dan mengikuti petunjuk dari petugas di lapangan.
“Sehubungan dengan akan berlangsungnya aksi penyampaian pendapat yang terpusat di Bundaran HI,” kata Dishub DKI, Jumat (12/6/2026).
Kawasan Bundaran HI menjadi salah satu jalur yang paling rawan terkait gangguan lalu lintas. Area ini sering kali menjadi pintu masuk utama ke pusat kota, sehingga kepadatan kendaraan selama aksi demonstrasi bisa berdampak signifikan pada arus lalu lintas. TMC Polda Metro Jaya juga memberikan peringatan serupa, menyebutkan bahwa potensi peningkatan volume kendaraan di sekitar Bundaran HI akan memicu antrean di beberapa ruas jalan.
“Diinformasikan mengenai potensi kepadatan arus lalu lintas di lokasi berikut: Kawasan Bundaran HI (Jakarta Pusat),” tulis TMC Polda Metro di akun media sosial seperti dilihat, Jumat (12/6).
Menurut informasi yang diperoleh, BEM UI memperkirakan partisipasi sekitar 5.000 orang dari berbagai elemen masyarakat. Aksi ini direncanakan berlangsung secara damai, tetapi potensi terjadinya kemacetan masih menjadi perhatian utama. Dishub DKI menyatakan bahwa arus lalu lintas di Bundaran HI bisa terganggu selama satu hingga dua jam setelah aksi dimulai. Mereka menyarankan pengguna jalan untuk mengatur waktu perjalanan atau mengambil rute alternatif agar tidak terjebak di jalan.
Empat Ruas Jalan yang Diprediksi Terkena Macet
Dalam imbauan Dishub DKI, empat ruas jalan utama di Jakarta dianjurkan untuk dihindari. Berikut adalah daftar lengkap jalur yang perlu diwaspadai:
- Jalan Jenderal Sudirman, terutama di depan kantor pusat Bank BRI.
- Jalan Kebon Sirih, yang berbatasan langsung dengan area BGN.
- Jalan Medan Merdeka Selatan, yang meliputi kawasan Balaikota, Monas, dan Gambir.
- Area sekitar Kampus UNJ di Rawamangun, Jakarta Timur.
Ruas-ruas jalan ini terpilih karena sering menjadi jalur utama bagi kendaraan yang menuju atau berasal dari Bundaran HI. Selain itu, kepadatan lalu lintas di sekitar Jl. Sudirman-Thamrin juga diprediksi meningkat drastis akibat aksi tersebut. TMC Polda Metro menambahkan bahwa masyarakat disarankan untuk menghindari kawasan ini atau mencari jalur alternatif agar tidak terganggu oleh kepadatan arus lalu lintas.
“Diperkirakan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan sekitar Jl. Sudirman-Thamrin. Bagi para pengendara, diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar kawasan ini atau mencari rute alternatif,” imbuhnya.
Pengendara yang menggunakan kendaraan pribadi atau umum perlu memperhatikan kondisi jalan sebelum memutuskan rute. Dishub DKI juga mengingatkan bahwa pengguna jalan yang terlambat akan menghadapi kesulitan untuk melewati area yang disebutkan. Selain itu, aksi demonstrasi ini bisa memengaruhi akses ke beberapa tempat strategis seperti pusat perbelanjaan, kantor pemerintahan, dan area pendidikan.
Menurut rencana, aksi demonstrasi di Bundaran HI akan berlangsung tanpa adanya penghalang fisik, sehingga masyarakat tetap bisa bergerak bebas di sekitar kawasan tersebut. Namun, kepadatan kendaraan di area ini bisa mencapai tingkat yang memperlambat laju arus lalu lintas. Dengan adanya penyesuaian arus lalu lintas, Dishub DKI memperkirakan kemacetan paling parah terjadi di sekitar Bundaran HI, terutama di jam sibuk seperti pagi hari atau sore hari.
Dishub DKI juga menyarankan pengguna jalan untuk mematuhi arahan dari petugas di lapangan. Mereka mengatakan bahwa kordinasi antara pihak keamanan dan pengendara sangat penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. Selain itu, pengguna jalan diimbau untuk tidak mengabaikan aturan lalu lintas yang berlaku, terutama di titik-titik yang rawan kemacetan.
Dengan memperhatikan situasi dan mengikuti imbauan dari Dishub DKI serta TMC Polda Metro, masyarakat bisa menghindari kesulitan saat melintasi kawasan Bundaran HI. Mereka juga bisa menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki untuk mengurangi beban pada jalan raya. Kegiatan demonstrasi ini menjadi kesempatan bagi warga Jakarta untuk mengekspresikan pendapat mereka, tetapi juga mengharuskan mereka mengambil langkah-langkah kecil untuk memastikan keamanan dan kelancaran di jalan raya.
