Key Strategy: Termasuk AS, 22 Negara Ramai-ramai Serukan Iran Setop Serangan

22 Negara, Termasuk AS, Bersatu Minta Iran Hentikan Serangan di Berbagai Negara

Key Strategy – Dalam upaya menegaskan komitmen terhadap keamanan global, sebanyak 22 negara, antara lain Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa, menyatakan kecaman bersama terhadap Republik Islam Iran atas tindakan-tindakan serangan yang dilakukan terhadap warga di berbagai wilayah. Negara-negara ini menegaskan bahwa Iran terus-menerus melakukan perbuatan mengintimidasi, menculik, hingga membunuh individu di luar negeri, yang dianggap merusak kedaulatan nasional serta norma internasional.

21 Negara Tegaskan Kritik Terhadap Dinil Jauh Eropa

Sebuah pernyataan gabungan yang diterbitkan oleh 21 negara, seperti dilaporkan AFP pada Kamis (11/6/2026), menyoroti tindakan intelijen Iran, terutama Dinas Keamanan, yang disebut sebagai “geng kriminal internasional dan lokal yang tercela” dalam upaya merencanakan serangan di Eropa, Amerika Utara, dan Australia. Pernyataan ini mengingatkan bahwa kegiatan mengancam kehidupan, merusak reputasi, atau melecehkan warga di tanah mereka mengganggu keseimbangan keamanan bersama serta prinsip-prinsip internasional.

“Upaya untuk membunuh, menculik, melecehkan, mengintimidasi, atau menyerang warga di tanah kami merusak kedaulatan nasional serta norma internasional. Tindakan-tindakan ini harus segera dihentikan,” tegas pernyataan gabungan 21 negara tersebut.

Daftar Negara yang Menandatangani Pernyataan Gabungan

Pernyataan tersebut dirilis oleh kumpulan negara yang mencakup Albania, Australia, Belgia, Inggris, Bulgaria, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Prancis, Finlandia, Jerman, Irlandia, Latvia, Lithuania, Belanda, Selandia Baru, Makedonia Utara, Norwegia, Portugal, Swedia, dan Amerika Serikat. Negara-negara ini menegaskan solidaritas mereka dalam menghadapi ancaman dari Iran, yang dituduh menggerakkan serangan terhadap warga di berbagai negara.

Peran Pasukan Quds dan Ancaman terhadap Komunitas Yahudi

Pernyataan gabungan juga menyebutkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) serta Pasukan Quds, cabang operasi luar negerinya, terlibat dalam perencanaan mematikan dan tindakan jahat terhadap kelompok-kelompok oposisi Iran, jurnalis, serta komunitas Yahudi dan kepentingan Israel. Dengan kata lain, tindakan tersebut melibatkan upaya untuk menghancurkan pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh atau penyokong kebijakan luar negeri Iran.

“Kami bersatu dalam tekad untuk melindungi negara dan rakyat kami dari ancaman ini. Republik Islam Iran harus menghentikan tindakan-tindakan tersebut sekarang,” bunyi pernyataan gabungan.

Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya Dilaporkan Bertanggung Jawab atas Serangan di Eropa

Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiya (HAYI), kelompok yang dikaitkan dengan pemerintah Iran, dituduh sebagai pelaku beberapa serangan terhadap komunitas Yahudi di Inggris, Belgia, dan Belanda. Kelompok ini juga dianggap terlibat dalam aksi-aksi serangan terhadap warga negara Iran dan Amerika Serikat, yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan properti.

Dalam beberapa bulan terakhir, HAYI dilaporkan melakukan aksi penusukan terhadap dua pria Yahudi serta serangkaian pembakaran sinagoge dan tempat-tempat komunitas Yahudi di wilayah utara London. Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa kelompok tersebut terus berusaha memperluas dampak serangan di luar Iran, dengan fokus pada komunitas minoritas dan jurnalis yang dianggap menyampaikan pesan kritis terhadap kebijakan Teheran.

Reaksi Australia terhadap Serangan Anti-Semitisme

Di Australia, otoritas Canberra menunjukkan respons tegas terhadap kegiatan anti-Semitisme yang disengaja oleh Iran. Pada Agustus tahun lalu, pemerintah Australia memutuskan mengusir Duta Besar Iran, yang dianggap terlibat dalam menyebarkan kebencian terhadap komunitas Yahudi. Tindakan ini mencakup serangan seperti pembakaran sinagoge di Melbourne dan pembakaran kafe kosher di Sydney, yang dianggap sebagai bentuk pemerkosaan terhadap kebebasan beragama dan budaya.

Menurut pemerintah Australia, kegiatan anti-Semitisme yang terus-menerus dilakukan oleh Iran menunjukkan peran aktif dalam memanipulasi masyarakat lokal untuk menargetkan kelompok tertentu. Kebijakan ini dituduh memperparah perasaan ketakutan dan kebencian terhadap orang-orang Yahudi, serta memperkuat gambaran Iran sebagai negara yang memperluas ancaman ke luar negeri.

Impak dan Tantangan Kemitraan Internasional

Keberatan terhadap Iran ini memperkuat hubungan antar negara dalam menghadapi ancaman terorisme dan kekerasan yang berbasis ideologi. Meski demikian, tantangan dalam membangun konsensus global tetap ada, terutama karena perbedaan pandangan mengenai peran Iran dalam konflik regional. Perny