Motor Karyawan Hilang di Area Parkir RSUD Cileungsi – Ternyata Dicuri Satpam
Table of Contents
Motor Karyawan RSUD Cileungsi Raib dari Area Parkir, Ternyata Dibawa oleh Satpam
Motor Karyawan Hilang di Area Parkir – Korban mengungkapkan bahwa sepeda motor milik seorang karyawan bagian office boy (OB) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cileungsi, Kabupaten Bogor, telah hilang. Awalnya, motor tersebut disimpan di area parkir rumah sakit, namun pada pagi hari Minggu (24/5) tidak ditemukan lagi. Penyebab kehilangan motor tersebut ternyata diselidiki lebih lanjut oleh polisi, yang akhirnya menemukan pelaku berupa seorang petugas satpam yang bertugas di tempat tersebut.
Kapolsek Cileungsi Laporkan Temuan Kejanggalan dari CCTV
Setelah menerima laporan kehilangan motor, petugas kepolisian langsung melakukan penyelidikan. Mereka memeriksa rekaman kamera pemantau (CCTV) di sekitar area parkir RSUD Cileungsi untuk memperjelas proses kehilangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tindakan mencurigakan yang menunjukkan kemungkinan keterlibatan seseorang dari dalam.
Dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, polisi menemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada dugaan keterlibatan orang dalam. Kecurigaan muncul karena pelaku diduga menggunakan kartu akses parkir karyawan untuk membawa kendaraan keluar dari area rumah sakit,” kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Kapolsek menjelaskan bahwa proses penyelidikan mencakup analisis keberadaan kendaraan dan kegiatan karyawan selama masa kejadian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis lebih dalam, hingga petunjuk bergerak ke satu individu tertentu. Setelah investigasi intensif, polisi berhasil mengidentifikasi seorang satpam bernama Adang sebagai tersangka utama.
Adang Mengakui Tindakannya Setelah Diperiksa
Dalam pemeriksaan, Adang mengungkapkan bahwa perbuatannya dimulai saat menemukan kartu akses parkir milik karyawan yang tertinggal di dasbor sepeda motor beberapa waktu sebelumnya. Ia tidak melaporkan kehilangan tersebut ke pihak berwenang dan justru menyimpan kartu tersebut untuk digunakan saat melakukan aksinya.
“Pelaku mengungkapkan bahwa perbuatannya bermula saat menemukan kartu akses parkir milik karyawan yang tertinggal di dasbor sepeda motor beberapa waktu sebelumnya. Namun kartu tersebut tidak dilaporkan kepada pihak berwenang dan justru disimpan untuk digunakan saat melakukan pencurian,” ucapnya.
Kapolsek menyebutkan bahwa Adang tidak hanya menggunakan kartu akses untuk membawa motor keluar, tetapi juga mengambil jaket milik rekan kerjanya di pos keamanan serta masker putih dan helm milik orang lain untuk menyamarkan identitas. Tindakan ini dilakukan agar tidak mudah terkenal dan menghindari perhatian dari pengawasan.
Deteksi Pelaku dengan Pemantauan Aktivitas Kendaraan
Proses penyelidikan berlanjut dengan memverifikasi aktivitas keluar masuk area RSUD sepanjang masa kejadian. Polisi membandingkan data transaksi kendaraan dengan keberadaan karyawan, hingga menemukan kecocokan antara waktu dan lokasi. Ini memperkuat dugaan bahwa Adang adalah pelaku utama.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan bukti yang diperoleh, anggota Resmob Polsek Cileungsi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kompol Edison segera mengamankan Adang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.
Dalam pemeriksaan, Adang mengakui bahwa aksinya terjadi pada pagi hari setelah pergantian shift malam ke shift pagi. Ia menjelaskan bahwa memanfaatkan kartu akses yang sudah ia miliki, pelaku bisa masuk dan keluar dari area RSUD tanpa hambatan. Kejadian ini mengungkapkan keterlibatan satpam dalam tindakan korupsi atau penggelapan.
Kapolsek menambahkan bahwa setelah mengamankan Adang, tim penyelidik terus mengejar bukti lain untuk memperkuat kasus ini. Proses ini melibatkan pengambilan kesaksian dari para petugas dan pengunjung rumah sakit. Edison menyebutkan bahwa Adang berusaha menyembunyikan identitasnya dengan menggunakan pakaian dan aksesori milik rekan kerjanya, sehingga perlu waktu untuk mengungkap seluruh detail kejahatannya.
Proses Penyelidikan dan Pemantauan Selama 2 Minggu
Penyelidikan terhadap kasus pencurian motor ini berlangsung selama dua minggu. Polisi terus menganalisis setiap gerakan Adang sebelum dan sesudah kejadian, termasuk penggunaan kartu akses di sejumlah titik lain di area rumah sakit. Data tersebut dikumpulkan melalui sistem keamanan dan pemeriksaan buku harian karyawan.
Edison menjelaskan bahwa Adang menyadari kejanggalan setelah polisi mulai memantau aktivitasnya. Ia mencoba menutupi aksinya dengan alasan bahwa motor tersebut ditinggalkan di area parkir tanpa pengawasan. Namun, pemeriksaan menyeluruh menunjukkan bahwa motor tidak pernah ditinggalkan di posisi yang jelas.
“Setelah berhasil menyalakan sepeda motor korban, pelaku membawa kendaraan keluar dari area RSUD menggunakan kartu akses parkir yang sebelumnya telah disimpannya,” pungkas Edison.
Dengan adanya bukti yang menyebar, polisi langsung mengambil tindakan tegas untuk menangkap Adang. Proses penyelidikan ini juga menjadi pelajaran bagi pihak RSUD untuk meningkatkan sistem pengawasan di area parkir. Mereka mulai menerapkan penggunaan kartu akses dengan lebih ketat dan menambahkan pemeriksaan rutin untuk menghindari tindakan serupa.
Kasus ini menimbulkan kejutan di kalangan karyawan RSUD Cileungsi, karena pelaku berada di lingkaran keamanan yang seharusnya menjadi pengawal. Edisi baru berita tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap petugas satpam bisa tergoyahkan jika tidak ada pengawasan yang memadai. Kapolsek berharap kasus ini menjadi contoh bagi pihak lain untuk meningkatkan kesadaran terhadap tindakan kriminal di lingkungan kerja.
