Mobil Damkar Tertimpa Beton Kantor DLH di Jaktim – Petugas Dibawa ke RS

Mobil Damkar Tertimpa Beton Kantor DLH di Jaktim, Petugas Dibawa ke RS

Mobil Damkar Tertimpa Beton Kantor DLH – Sebuah mobil pemadam kebakaran mengalami kecelakaan saat tertimpa balok beton di area kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, terjadi di Cililitan, Jakarta Timur. Insiden ini menimpa unit pemadam kebakaran yang sedang melakukan kegiatan kerja bakti di lokasi tersebut. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa tidak ada korban yang meninggal, meski seorang petugas mengalami cedera dan dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengungkapan Informasi oleh Kadis Gulkarmat

Dalam pernyataan resmi, Kadis Gulkarmat DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyampaikan bahwa situasi saat ini telah aman terkendali. Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun beberapa personel mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan.

Kami memastikan bahwa situasi saat ini telah aman terkendali dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” kata Bayu Meghantara dalam keterangan persnya, Sabtu (6/6/2026).

Bayu menjelaskan bahwa insiden terjadi pada pukul 13.11 WIB saat mobil damkar sedang berada di lokasi untuk pelaksanaan tugas pembersihan di area kantor DLH. Unit tersebut turut serta dalam kegiatan kolaboratif antardinas yang berlangsung di Cililitan. Menurutnya, situasi jadi berubah tiba-tiba ketika balok beton jatuh dan langsung menimpa bagian kabin depan mobil pemadam.

“Unit tersebut tertimpa material balok beton di tengah pelaksanaan kegiatan kerja bakti dan pembersihan di area Kantor Dinas Lingkungan Hidup pada hari Sabtu, 6 Juni 2026,” jelas Bayu.

Detail Proses Kecelakaan

Berdasarkan laporan yang diterima oleh Sub Command Center (SCC) Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, kejadian dimulai saat mobil damkar berangkat dari Pos PGC Kramat Jati pukul 08.53 WIB untuk menuju kantor DLH. Tujuan kegiatan kerja bakti ini adalah untuk memastikan area kantor tetap bersih dan siap digunakan oleh seluruh tim.

Menurut Bayu, selama perjalanan mobil tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kecelakaan. Namun, saat sampai di lokasi, sejumlah balok beton yang sedang digunakan untuk konstruksi bangunan jatuh secara mendadak. Kabin depan mobil pemadam menjadi titik sentuhan utama kejadian, dengan satu petugas yang berada di dalam unit saat itu.

“Pada pukul 13.11 WIB, SCC menerima laporan darurat dari Kepala Sektor Kramat Jati mengenai jatuhnya sebuah balok beton yang langsung menimpa bagian kabin depan unit pemadam kebakaran Pos PGC,” terang Bayu.

Berdasarkan penjelasan Bayu, petugas yang terdampak adalah Kepala Regu Pos PGC dengan inisial IS. Saat kejadian, IS sedang berusaha memindahkan posisi mobil untuk memudahkan proses pembersihan. Kondisi IS terlihat terganggu, tetapi setelah dikeluarkan dari mobil, petugas segera dilarikan ke RS Polri untuk pemeriksaan medis intensif.

“Saat ini, petugas telah dievakuasi dengan cepat dari lokasi kejadian dan langsung dilarikan ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif,” ujar Bayu.

Menurut informasi terbaru, IS dalam kondisi stabil dan sadar penuh. Tim medis di rumah sakit tengah melakukan observasi lanjutan, termasuk prosedur CT scan untuk memastikan tidak ada kerusakan serius pada bagian kepala. Pihak Gulkarmat mengakui bahwa prosedur evakuasi dijalankan secara profesional dan cepat, sehingga korban tidak mengalami komplikasi serius.

Koordinasi dan Penanganan Lanjutan

Sementara itu, tim SCC Sudin Gulkarmat Jakarta Timur melakukan koordinasi dengan Perwira Piket untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan lancar. Unit yang tertimpa di lokasi kejadian langsung dievakuasi dan ditsterilkan untuk pemeriksaan lanjut. Unit tersebut kemudian dibawa ke Kantor Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur sebagai bagian dari upaya mengevaluasi penyebab insiden.

“Berdasarkan hasil asesmen awal, lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan tidak terdapat potensi bahaya susulan,” ungkapnya.

Bayu menekankan pentingnya kecepatan respons dalam menangani insiden ini. Ia mengapresiasi kerja sama dari seluruh pihak, termasuk tim medis, personel keamanan, dan warga sekitar yang membantu proses evakuasi. Kecelakaan ini dianggap sebagai pembelajaran untuk meningkatkan keselamatan dalam operasi di lapangan.

“Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi guna memperkuat penerapan aspek keselamatan dalam pelaksanaan tugas, baik pada operasi penanggulangan kebakaran, penyelamatan, maupun kegiatan kolaboratif lintas perangkat daerah. Dinas Gulkarmat berkomitmen untuk terus memastikan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan aman, profesional, dan terlindungi,” pungkas Bayu.

Pihak DLH DKI Jakarta juga turut memberikan keterangan bahwa kejadian ini tidak mengganggu aktivitas rutin di kantor mereka. Seluruh proses pembersihan dan evakuasi dijalankan secara terkoordinasi, sehingga area kejadian segera kembali normal. Bayu menambahkan bahwa tim teknis sedang melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab jatuhnya balok beton, termasuk memeriksa struktur bangunan dan prosedur pengangkutan material.

Insiden ini menjadi peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan kerja bakti di area konstruksi. Dinas Gulkarmat berencana meningkatkan persiapan sebelum setiap operasi di lapangan, terutama saat melibatkan peralatan berat atau material yang berpotensi bergerak. Selain itu, pencahayaan dan pengamanan di lokasi kejadian juga akan diperbaiki untuk menghindari risiko serupa di masa depan.

Meskipun insiden tidak menyebabkan kerusakan berat pada mobil damkar, kondisi unit tersebut masih memerlukan perbaikan. Tim storing telah mengevakuasi kendaraan dan menyerahkan ke pihak teknis untuk pemeriksaan mendalam. Dinas Gulkarmat menyatakan optimisme bahwa kecelakaan ini tidak menghambat operasional mereka, sekaligus menjadi momen untuk memperkuat protokol keselamatan dalam setiap aktivitas kolaboratif.

Kecelakaan ini juga mengingatkan para petugas pemadam bahwa kehati-hatian tetap diperlukan, terutama saat berada di lokasi konstruksi atau area dengan risiko bahan bangunan. Dengan evaluasi yang dilakukan, diharapkan adanya peningkatan kesiapan dalam menghadapi situasi serupa di masa mendatang. Seluruh pihak menunggu hasil pemeriksaan untuk mengambil langkah-langkah pencegahan lebih lanjut.