Polisi Kerahkan 200 Personel Evakuasi Warga Terdampak Kebakaran di Kemayoran

Polisi Kerahkan 200 Personel Evakuasi Warga Terdampak Kebakaran di Kemayoran

Polisi Kerahkan 200 Personel Evakuasi Warga – Kebakaran terjadi di permukiman padat penduduk Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Api yang melahap bangunan warga tersebut memaksa Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengirimkan sekitar 200 personel gabungan guna mendukung evakuasi dan memastikan keamanan sekitar lokasi. Kebakaran ini mengancam keselamatan masyarakat sekitar, mengingat area tersebut dikenal sebagai daerah dengan kepadatan penduduk tinggi.

Kerja Sama Tim dari Berbagai Instansi

Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, menjelaskan bahwa pihak kepolisian, TNI, serta tim dari Brimob bersama-sama turun ke lokasi kejadian. Mereka bertugas untuk menyelamatkan warga, mengamankan barang-barang yang masih bisa diselamatkan, dan memastikan proses pemadaman api berjalan lancar. “Pada saat kejadian, personel dari polisi, TNI, serta pemerintah daerah setempat turun langsung ke lokasi bencana, khususnya kami dari Polres Jakarta Pusat, Polda Metro, dan tim Brimob yang berjumlah sekitar 200 orang,” ujarnya kepada Antara, Selasa (2/6/2026).

Evakuasi berlangsung intensif di tengah upaya memadamkan kobaran api. Reynold menegaskan bahwa kondisi di lokasi membutuhkan koordinasi antarinstansi untuk menghindari penyebaran lebih luas. “Kami fokus pada penyelamatan warga dan pengamanan barang yang masih layak diselamatkan, sambil menunggu tim pemadam kebakaran melakukan tindakan lebih lanjut,” katanya.

Pengaturan Lalu Lintas untuk Pemadaman

Dalam rangka mempercepat proses pemadaman, petugas juga terlibat dalam pengaturan lalu lintas sekitar area terbakar. Beberapa akses jalan di sekitar lokasi ditutup sementara untuk memudahkan mobil pemadam dan ambulans bergerak. “Pengaturan lalu lintas dilakukan agar alat-alat pemadam dan kendaraan darurat dapat mencapai lokasi secara cepat,” tambah Reynold.

Langkah ini memberikan dampak signifikan pada arus lalu lintas di sekitar Kemayoran. Warga sekitar dihimbau untuk mematuhi arahan petugas dan menghindari daerah yang terkunci. “Kami melakukan penutupan jalan untuk memastikan kecepatan tindakan penyelamatan,” jelasnya.

Perkiraan Jumlah Warga Terdampak

Kawasan yang terbakar berupa permukiman padat penduduk dengan jumlah penghuni sekitar 400 hingga 500 kepala keluarga (KK). Informasi tersebut dihimpun dari pengurus RW setempat. “Di RW 04 Kelurahan Kebon Kosong ini, padat penduduk menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi,” kata Reynold saat diwawancara.

Menurut data dari pengurus RW, sejumlah rumah di area tersebut terkena dampak langsung dari api. Petugas evakuasi bergerak dengan cepat guna memindahkan warga ke tempat aman, terutama pada area yang paling rentan terhadap bahaya. “Kami telah berdiskusi dengan ketua RW, dan mereka menyampaikan bahwa jumlah warga terdampak berkisar antara 400 hingga 500 KK,” lanjutnya.

Pemadaman Api dengan Dukungan Khusus

Pemadam kebakaran (damkar) diketahui menambah jumlah personel yang dikerahkan ke lokasi kejadian. Saat ini, ada 165 personel damkar yang bekerja keras untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran ke objek lain. “Pemadaman berlangsung intens, dengan sebanyak 35 unit mobil pemadam dan 165 personel yang terlibat,” kata Command Center Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta.

Kebakaran dilaporkan ke damkar pada pukul 20.55 WIB, Senin (1/6). Operasi pemadaman dimulai sekitar satu jam kemudian, pada pukul 21.05 WIB. Upaya penanganan berjalan stabil, meski penyebaran api sempat mengancam bangunan sekitar. “Api telah dikendalikan, dan pendinginan sedang dilakukan,” kata Wali Kota Jakpus, Arifin, kepada detikcom, Senin (2/6).

Pencarian Penyebab dan Evaluasi Selanjutnya

Menurut Reynold, penyebab kebakaran dan kronologinya masih dalam investigasi. “Belum ada informasi pasti mengenai asal usul api, dan kami sedang mengejar data akhir mengenai korban yang terkena dampak,” ujarnya. Tim penyelidik dari damkar dan polisi bersama-sama melakukan pemeriksaan lokasi untuk menemukan akar masalah.

Sementara itu, warga yang berhasil dievakuasi diberikan bantuan awal, termasuk tempat penginapan sementara dan makanan. “Kami berupaya memberikan dukungan untuk warga yang terdampak, baik dalam bentuk logistik maupun perlindungan,” kata Reynold. Dengan keterlibatan berbagai pihak, proses penyelamatan terus berjalan teratur.

Kebakaran ini memberikan pelajaran penting mengenai pentingnya koordinasi dalam penanganan bencana. Upaya evakuasi dan pemadaman yang cepat berhasil meminimalkan kerugian. “Kerja sama antarinstansi menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi situasi kritis ini,” tutur Arifin.

Dalam waktu dekat, pihak terkait akan melakukan evaluasi lebih lanjut guna memperbaiki siapapun yang terlibat dalam penanganan. “Kami akan memastikan bahwa semua kebutuhan warga terdampak terpenuhi dan mempercepat proses pemulihan,” pungkas Reynold. Kebakaran di Kemayoran tetap menjadi sorotan publik, dengan harapan tidak terjadi kejadian serupa di masa depan.