Jalan di Lenteng Agung Amblas – Pemprov DKI Antisipasi Sinkhole di Titik Lain

Jalan di Lenteng Agung Amblas, Pemprov DKI Antisipasi Sinkhole di Titik Lain

Jalan di Lenteng Agung Amblas – Dikutip dari laporan detikcom, jalan utama di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel), mengalami kerusakan akibat amblas yang terjadi pada Rabu (28/5/2026) lalu. Kejadian ini memicu perhatian Wali Kota DKI Jakarta Rano Karno, yang memberikan peringatan terkait risiko munculnya retakan tanah (sinkhole) di area lain di Jakarta. Menurut Rano, fenomena ini bisa terjadi karena adanya rembesan air yang tidak terdeteksi secara dini.

Peringatan Wali Kota Soal Potensi Sinkhole

Dalam pernyataannya di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026), Rano Karno menjelaskan bahwa kejadian amblas jalan bukanlah hal yang terjadi secara tiba-tiba. “Yang saya menjadi catatan, mungkin saja terjadi sinkhole itu bukan hanya di daerah-daerah itu. Karena ini rembesan air yang kita nggak tahu, wallahua’lam, akan terjadi di Jakarta,” ujarnya.

Kepala Daerah DKI Jakarta ini menekankan perlunya kewaspadaan terhadap titik-titik rawan di berbagai wilayah. Meski insiden di Lenteng Agung masih dalam investigasi, ia berharap Pemprov DKI dapat segera melakukan tindakan pencegahan di area lain. “Kita perlu antisipasi agar masalah serupa tidak terjadi di titik lain,” katanya.

Langkah Pemprov DKI Mengatasi Insiden

Rano Karno menegaskan bahwa penanganan insiden jalan amblas telah dimulai sejak Kamis malam setelah menerima laporan dari pihak terkait. Ia mengatakan sudah langsung berkomunikasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk memastikan tindakan cepat dilakukan. “Semalam saya sudah hubungi Dinas Sumber Daya Air untuk segera menangani itu,” ujarnya.

Dalam upaya menutupi lubang yang terbentuk, Pemprov DKI menggunakan pelat baja sementara. Meski belum sepenuhnya selesai, tindakan ini diharapkan mampu mengurangi gangguan pada arus lalu lintas. “Alhamdulillah hari ini tidak sempurna, tapi minimal bisa menambah frekuensi perjalanan tidak menjadi semakin kecil karena kita tutup dengan pelat baja,” kata Rano.

Sejumlah pekerja dari dinas terkait berada di lokasi untuk mengamati kondisi jalan. Pemprov DKI Jakarta melalui Satpel SDA Kecamatan Jagakarsa sedang melakukan pemantauan dan investigasi lebih lanjut. Rano Karno menyatakan bahwa seluruh saluran air di wilayah DKI menjadi tanggung jawab Dinas SDA, dan insiden di Lenteng Agung menjadi contoh penting untuk meningkatkan kewaspadaan.

Detail Penyebab Kerusakan Jalan

Dinas SDA DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penyebab utama amblas jalan di Lenteng Agung terkait dengan adanya saluran air penghubung (PHB) atau gorong-gorong lama yang terletak di bawah permukaan jalan tersebut. Kasudin SDA Jakarta Selatan, Santo, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan survei lapangan pada Kamis (28/5) kemarin.

“Betul bahwa di bawah Jalan Raya Lenteng Agung tersebut terdapat crossing saluran penghubung (PHB) UI berupa hong atau saluran lama dengan lebar kurang lebih 3 meter dan panjang kurang lebih 6 meter,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada wartawan Jumat (29/5).

Direktur Dinas SDA DKI Jakarta menyebutkan bahwa saluran air di bawah jalan memiliki fungsi penting dalam mengalirkan air hujan ke bawah tanah. Namun, jika terjadi rembesan yang tidak terkendali, bisa menyebabkan tanah longsor atau amblas. “Kita sudah lakukan penanganan darurat di lokasi jalan amblas untuk memastikan kawasan tetap aman,” tambah Santo.

Menurut Santo, saluran air tersebut sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari sistem drainase Jakarta. Ia menjelaskan bahwa saluran lama bisa menjadi titik lemah jika tidak terawat dengan baik. “Karena kondisi saluran di bawah permukaan sudah lama, kita perlu evaluasi lebih mendalam agar tidak terjadi kerusakan serupa di titik lain,” ujarnya.

Pencegahan dan Langkah Selanjutnya

Rano Karno menambahkan bahwa insiden di Lenteng Agung bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat dan pemerintah. “Kita harus bersiap mengantisipasi risiko di titik-titik lain, terutama di daerah yang memiliki saluran air lama,” katanya.

Menurut Rano, proses penanganan jalan amblas membutuhkan waktu karena harus dilakukan dengan alat berat. “Karena nggak mungkin dia tidak dikeruk,” ujarnya. Pemprov DKI Jakarta berencana melakukan excavasi untuk mengidentifikasi penyebab utama dan mengambil langkah pencegahan lebih lanjut.

Kasudin SDA juga mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pemantauan terhadap saluran air lainnya di sekitar area yang rawan. “Kita sudah lakukan pengujian di beberapa titik untuk memastikan tidak ada kebocoran yang berpotensi menyebabkan kerusakan serupa,” tambah Santo.

Rano Karno meminta seluruh jajaran Pemprov DKI untuk terus memantau kondisi jalan di berbagai wilayah. Ia menekankan bahwa penanganan sinkhole tidak bisa dilakukan secara instan karena memerlukan koordinasi yang terpadu. “Kita perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh dan perbaikan infrastruktur agar risiko amblas tidak terulang,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah, Rano Karno menegaskan bahwa Pemprov DKI telah siap mengambil langkah lebih lanjut jika diperlukan. “Kita harus proaktif menghadapi masalah ini, karena dampaknya bisa sangat besar terhadap mobilitas warga,” katanya.

Menurut warga sekitar, kejadian amblas jalan di Lenteng Agung terjadi secara mendadak, mengakibatkan gangguan pada lalu lintas. “Jalan itu biasanya ramai, jadi kejadian seperti ini sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga,” ujar salah satu warga, Ibu Lestari.

Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Pemerintah juga berencana memberikan informasi lebih jelas kepada masyarakat mengenai potensi sinkhole di titik lain, terutama di daerah yang memiliki saluran air lama. “Kita akan lakukan sosialisasi agar masyarakat lebih waspada terhadap gejala-gejala yang mungkin terjadi,” ujar Rano Karno.

Konteks Nasional dan Peran Pemerintah Daerah

Insiden amblas jalan di Lenteng Agung bukanlah kejadian pertama yang terjadi di Jakarta. Pada tahun sebelumnya, ada beberapa kasus serupa yang terjadi di kawasan lain, seperti Bekasi atau Tangerang. Namun, Jakarta menjadi kota yang paling rentan terhadap masalah geoteknik akibat pembangunan infrastruktur yang cepat.

Rano Karno menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah memperbaiki sejumlah saluran air yang rawan bocor. “Namun, kita masih perlu memperkuat sistem pengendalian air di berbagai titik,” katanya. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah juga sedang berupaya meningkatkan pengawasan terhadap saluran air yang ada di seluruh Jakarta.

Menurut pihak teknis, penyebab utama amblas jalan biasanya terkait dengan rembesan air yang berlebihan. Saluran air yang tidak memadai atau terkendala bisa menyebabkan penumpukan air di bawah permukaan, akhirnya mengakibatkan tanah retak atau amblas. “Kita perlu mengintegrasikan sistem drainase dan menambah titik-titik saluran air untuk mengurangi risiko ini,” kata Santo.

Menurut Rano Karno, Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan instansi lain untuk mengatasi masalah yang mungkin muncul. Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperbaiki infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Kita tidak