Topics Covered: Lagi-lagi Hoax Pocong Bikin Heboh di Depok

Lagi-lagi Hoax Pocong Bikin Heboh di Depok

Topics Covered –

Kota Depok kembali menjadi sorotan karena munculnya kisah mistis yang dianggap sebagai perangkat berita palsu. Terkini, cerita tentang pocong—sebuah makhluk mitos berbentuk manusia—menyebar cepat melalui media sosial, memicu kegundahan di sejumlah lingkungan. Setelah dilakukan investigasi, polisi menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar dan merupakan buatan orang.

Awal Munculnya Hoax di Pasir Putih

Dalam beberapa hari terakhir, foto penampakan pocong yang beredar di internet membuat warga kaget. Awalnya, gambar tersebut muncul di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok, pada April 2026. Seorang warga mengunggah foto sosok yang menyerupai pocong berdiri di depan pintu rumah. Foto tersebut kemudian dibagikan ke dalam grup WhatsApp RT, memicu respons cepat dari sesama penduduk.

Penyebaran Rumor di Komunitas Warga

Berkat perluasan informasi di grup WA, berita soal pocong segera menyebar ke lapisan yang lebih luas. Sebagian warga mempercayai bahwa makhluk tak berbentuk manusia itu benar-benar muncul, bahkan ada yang mengklaim telah kesurupan setelah bertemu dengan sosok tersebut. Menurut saksi, pocong itu diceritakan berkeliling lingkungan, termasuk mengunjungi Gang Nangka, Pasir Putih.

Investigasi Polisi dan Kesimpulan Hoax

Pola penyebaran rumor ini memicu tindakan langsung dari polisi. Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan Thohari, memerintahkan timnya untuk menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan di lokasi, polisi mengungkap bahwa berita soal pocong berkeliling adalah kebohongan.

“Kami sudah cek, bersama ketua RT setempat dan berita tersebut adalah hoax,” ujar Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari.

Ketua RT Menegaskan Tak Ada Pocong di Area Tersebut

Ketua RT 04/RW 04, Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok, juga memberikan pernyataan yang memperkuat kesimpulan polisi. Ia menjelaskan bahwa foto yang viral tidak menggambarkan kejadian nyata.

“Kami ketua lingkungan RT 04/RW 04 Kelurahan Pasir Putih, kami mau menyampaikan bahwa saat ini berita viral yang ada di medsos tentang pocong bahwa ini tidak benar,” ujar Ketua RT setempat.

Mayor Depok Minta Pemantauan Hoax Mistis

Isu ini tidak hanya menarik perhatian warga biasa, tetapi juga dibahas oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, dalam pidato saat upacara HUT ke-27 kota tersebut. Ia mengkritik adanya perpecahan yang dibuat melalui berita palsu.

“Tolong bantu kami untuk juga mengeliminir hoax yang ada di Kota Depok. Kemarin muncul hoax baru, bergentayangan pocong di Depok,” ujar Supian.

“Saya minta tolong, kayanya pocong sudah nggak berani gentayangan di Kota Depok karena hampir semua sudut Kota Depok sudah jadi rumah,” sambungnya.

Riwayat Hoax Sebelumnya

Sebelumnya, Depok pernah menjadi sasaran serupa karena berita tentang keranda terbang dan babi ngepet. Dalam upacara tersebut, Supian meminta warga untuk tidak terus-menerus menyebarkan berita mistis yang tidak terbukti.

Teror Pocong Kembali Muncul di Tapos

Dan kini, hoaks pocong kembali menggema di Depok. Kali ini, berita soal sosok tak berbentuk manusia muncul di Tapos. Foto yang beredar menunjukkan seorang warga duduk di teras rumah, tetapi diedit menjadi penampakan pocong.

“Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, bahwa kejadian foto yang beredar di medsos bahwa pocong sudah ketangkep itu tidak benar atau hoax,” ujar Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono.

Proses Verifikasi oleh Petugas

Setelah dilakukan investigasi, polisi memastikan bahwa penampakan pocong di Tapos adalah hasil editan. Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono, mengatakan bahwa warga setempat memberi keterangan bahwa foto tersebut tidak menggambarkan kejadian nyata.

“Itu adalah editan, menurut keterangan Ustaz Agus Salim, itu foto selesai salat Magrib sembari nunggu salat Isya ngobrol di teras musala. Namun, dengan orang yang tidak bertanggung jawab diedit ada pocongnya,” jelasnya.

Dampak Hoax pada Masyarakat

Penyebaran berita palsu ini memicu ketakutan di kalangan masyarakat. Banyak warga yang kehilangan rasa percaya pada informasi yang ditemui secara daring. Kapolsek juga menegaskan bahwa hoax pocong selama ini berulang, tetapi selalu bisa dibuktikan kebenarannya melalui pemeriksaan langsung.

Pola Penyebaran di Media Sosial

Seiring berkembangnya teknologi, hoaks seperti ini semakin cepat menyebar. Sosial media menjadi media utama yang mempercepat penyebaran informasi, terutama dalam lingkungan warga. Apalagi di wilayah Perumahan, tempat yang terbuka dan minim pengawasan.

Upaya Membatasi Penyebaran Hoax

Supian Suri mengimbau warga agar lebih waspada dalam membagikan berita. Ia menyoroti kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hoax. Selain itu, ia menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi yang belum pasti benar.

Respon dari Keluarga Warga dan RT

Warga yang terlibat dalam penyeburan berita juga memberikan penjelasan. Beberapa di antara mereka menyatakan bahwa cerita pocong adalah bualan untuk membangun kesan seram. Meski begitu, tidak semua orang menyadari bahwa berita tersebut tidak memiliki dasar fakta.

Perbandingan Hoax Sebelumnya

Pola penyeburan hoaks ini menunjukkan kebiasaan masyarakat Depok dalam menyebarkan informasi. Sebelumnya, kabar tentang keranda terbang dan babi ngepet juga pernah viral. Kini, pocong menjadi pelaku baru dalam memicu kegundahan.

Kesimpulan dan Pemantauan Ongoing

Kapolsek Bojongsari dan Cimanggis menegaskan bahwa kejadian pocong tidak memiliki bukti yang memadai. Namun, mereka terus memantau kemungkinan adanya penyeburan hoaks baru. Terlepas dari itu, polisi menilai bahwa semua berita yang disebarkan perlu dicek kebenarannya.

Kebutuhan Edukasi Warga

Dalam pidatonya, Supian juga menekankan pentingnya edukasi warga untuk tidak terburu-buru dalam menerima informasi. Ia mengatakan bahwa kebohongan ini sering disebarkan karena penasaran dan ingin menarik perhatian.

Kehadiran Ustaz dalam Verifikasi Hoax

Ust