Key Strategy: Hari Posyandu Nasional, Tri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya 6 SPM

Hari Posyandu Nasional, Tri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya 6 SPM

Key Strategy – Pada momentum perayaan Hari Posyandu Nasional, Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK, menggarisbawahi peran penting lembaga kemasyarakatan ini dalam menyediakan enam layanan dasar kepada warga. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menegaskan bahwa Posyandu diharapkan menjadi pusat pelayanan yang mampu menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung, melalui empat bidang utama: kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, serta perumahan-permukiman. Di samping itu, tambahnya, layanan Trantibumlinmas dan sosial juga mendapat perhatian khusus.

“Layanan Posyandu harus mencakup enam aspek dasar, yaitu kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan-permukiman, Trantibumlinmas, dan sosial. Ini adalah tugas utama yang harus dipenuhi,”

kata Tri dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).

Tema: Transformasi Posyandu Enam SPM

Tema yang diusung dalam peringatan Hari Posyandu Nasional tahun ini adalah “Transformasi Posyandu Enam SPM: Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”. Pemilihan tema ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengubah Posyandu menjadi wadah pelayanan integral di tingkat desa, yang menggabungkan berbagai fungsi dalam satu tempat.

Dalam acara yang berlangsung di Gampong Geudeumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Tri menjelaskan bahwa Posyandu bukan hanya lembaga kependudukan, tetapi juga menjadi media untuk menghubungkan pemerintah dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa lembaga ini memiliki kapasitas strategis untuk menyediakan layanan secara langsung, tanpa harus melalui jalur yang rumit.

Kehadiran Posyandu enam SPM, menurut Tri, akan memudahkan warga dalam mengakses berbagai pelayanan, baik itu kesehatan, pendidikan, maupun kebutuhan sosial lainnya. “Konsep ini hampir mirip dengan Mal Pelayanan Publik di tingkat kabupaten atau provinsi, hanya saja diterapkan di desa,”

“Di kabupaten atau provinsi, kita sering melihat pusat layanan yang melayani berbagai kebutuhan warga. Dengan model enam SPM, desa bisa menjadi unit terdepan dalam menyediakan layanan yang lebih komprehensif dan aksesibel,”

tambahnya.

Tri juga mengungkapkan bahwa Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 menjadi dasar bagi transformasi tersebut. Peraturan ini memandu pemerintah daerah untuk meregistrasi Posyandu sebagai unit pelayanan yang resmi, dengan kapasitas menyediakan enam bidang layanan. “Tujuan utamanya adalah agar semua Posyandu dapat diakui secara legal, sehingga bisa mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pemerintah dan swasta,”

Pelayanan Terpadu di Tingkat Desa

Dalam acara yang dihadiri oleh masyarakat setempat, Tri menyampaikan bahwa integrasi enam SPM di satu tempat akan mengoptimalkan efisiensi pelayanan. Ia mencontohkan bahwa keberadaan Posyandu bisa mempercepat proses pengurusan administrasi, seperti pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sosial, tanpa harus mengunjungi instansi yang berbeda.

Ia juga mengapresiasi upaya Pemprov Aceh dan Pemkab Aceh Utara dalam mendorong implementasi model Posyandu enam SPM. “Mereka telah melakukan langkah nyata untuk memastikan bahwa Posyandu bisa berperan lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan warga,”

“Peraturan ini memberikan peluang besar bagi Posyandu untuk menjadi wadah terpadu yang melayani kebutuhan warga secara menyeluruh. Jika semua kecamatan dan desa bisa meregistrasi Posyandu mereka, maka pemerintah akan lebih mudah mengawasi dan memberikan dukungan,”

pungkasnya.

Dalam acara tersebut, Tri tidak hanya menyampaikan pidato, tetapi juga menyerahkan bantuan simbolis kepada masyarakat. Bantuan yang diberikan mencakup sumur bor, kompor tungku, santunan BPJS untuk dua ahli waris, sembako dan perlengkapan ibadah bagi 335 kepala keluarga (KK), serta bantuan dapur dan makanan untuk jumlah yang sama. Selain itu, tersedia pula ember dan gayung untuk 137 KK, pakaian sebanyak 4.775 potong, dan paket makanan ringan untuk 100 anak.

Tri menekankan bahwa bantuan ini merupakan bentuk dukungan untuk mengakselerasi program Posyandu enam SPM. “Bantuan ini adalah langkah awal untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan layanan secara tepat waktu dan efektif,”

Inspeksi Stan Pelayanan

Setelah menyerahkan bantuan, Tri melakukan inspeksi ke enam stan yang menampilkan berbagai bidang layanan. Pada stan pendidikan, ia mengunjungi mobil perpustakaan keliling yang digunakan untuk memperluas akses informasi ke warga desa. Di stan kesehatan, Tri melihat layanan pemeriksaan gratis yang dihadiri oleh dokter spesialis, memastikan warga bisa memperoleh diagnosis awal secara cepat.

Dalam bidang pekerjaan umum, Tri meninjau stan yang menampilkan proyek infrastruktur dasar. Ia menyampaikan bahwa Posyandu diharapkan menjadi pilar dalam mendukung pembangunan kebutuhan masyarakat, seperti jalan, jembatan, atau sanitasi.

Stan perumahan dan permukiman menampilkan layanan terkait pemenuhan rumah layak huni, serta pengelolaan kawasan permukiman yang terencana. Di bidang Trantibumlinmas, Tri memeriksa stan pengaduan langsung terkait keamanan dan ketertiban, yang diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Pada stan sosial, Tri meninjau layanan yang ditujukan bagi lansia, seperti pemenuhan kebutuhan pangan, bantuan kesehatan, dan perlindungan sosial. Ia menekankan bahwa posyandu harus menjadi pusat yang mampu menyediakan layanan lansia secara terpadu, tanpa harus mengunjungi berbagai lembaga.

Selama kegiatan, Tri juga melakukan kunjungan ke Posyandu Intan Permata Gampong Geudeumbak. Ia kemudian memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) umum, yang diharapkan bisa memberikan akses sanitasi kepada warga sekitar. Terakhir, Tri meninjau pasar murah yang menjadi upaya pemerintah untuk menurunkan harga kebutuhan pokok di masyarakat.