Key Issue: 9 Fakta Geger Penembakan di AS Bikin Trump Sampai Dievakuasi
Table of Contents
9 Fakta Penembakan di AS yang Mengguncang Trump hingga Dievakuasi
Sabtu (25/4) malam waktu setempat, sebuah insiden penembakan terjadi di acara White House Correspondents’ Dinner yang diadakan di hotel Hilton Washington DC. Akibat kejadian tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta Wakil Presiden JD Vance langsung dievakuasi dari lokasi acara.
Trump dalam Kondisi Aman
Menurut sumber yang dikutip CNN, Trump berada dalam keadaan aman setelah insiden. Seorang pejabat dari administrasi pemerintahan menyatakan bahwa anggota kabinetnya juga dalam kondisi baik.
“Presiden dan Ibu Negara aman bersama semua orang yang dilindungi. Satu orang ditahan. Kondisi mereka yang terlibat belum diketahui, dan penegak hukum secara aktif menilai situasi tersebut,” ujar Anthony Guglielmi, juru bicara Dinas Rahasia AS.
Penembakan Terjadi di Hotel
Insiden terjadi saat acara berlangsung di Washington Hilton. Tiga sumber mengungkapkan bahwa seorang anggota Secret Service terkena tembakan. Peluru mengenai peralatan pelindung petugas, lalu korban dibawa ke rumah sakit.
Di lokasi kejadian, beberapa agen Secret Service berteriak, “terjadi penembakan,” dan seorang dari mereka mengumumkan melalui radio bahwa pelaku telah ditangkap.
Trump Tegaskan Penegak Hukum Mengambil Langkah
Setelah evakuasi, Trump mengunggah informasi ke platform Truth Social bahwa pelaku penembakan sudah ditangkap. Ia menyatakan siap mengikuti instruksi dari pihak berwenang.
“Saya telah merekomendasikan agar kita ‘BIARKAN ACARA BERLANJUT’ tetapi, akan sepenuhnya mengikuti arahan Penegak Hukum,” ucap Trump.
Pelaku Diduga Bukan Anggota Kabinet
Pelaku penembakan, Cole Tomas Allen, ditangkap di hotel tempat acara berlangsung. Menurut Jeffery Carroll, kepala Kepolisian Metropolitan, Allen kemungkinan besar adalah tamu di Washington Hilton.
“Informasi awal. Kami yakin dia adalah tamu di hotel ini,” kata Carroll dalam konferensi pers.
Kemungkinan Motif Penembakan Belum Terungkap
Polisi telah mengamankan satu kamar di hotel, yang diduga digunakan Allen. Namun, alasan mengapa ia melakukan aksi tersebut belum diketahui.
“Kami telah mengamankan sebuah kamar di hotel ini, dan sekali lagi, kami akan melalui prosedur yang sesuai untuk menentukan apa yang ada di dalamnya,” tambah Carroll.
Cole Tomas Allen: Guru dan Pengembang Gim Video
Pelaku penembakan, Cole Tomas Allen, berusia 31 tahun dan berasal dari California. Ia bekerja sebagai guru serta pengembang permainan video.
“Mereka tampaknya berpikir dia adalah serigala tunggal. Dan saya juga merasakan hal itu,” ujar Trump.
Trump Bercanda tentang Bahaya Jabatan
Selama evakuasi, Trump menyampaikan bahwa jabatan presiden adalah pekerjaan yang penuh risiko. Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut sangat berbahaya.
“Dengar, saya di sini untuk melakukan pekerjaan. Itu bagian dari pekerjaan. Ini berbahaya, saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya. Tapi saya mencintai negara ini, dan saya sangat bangga,” ucap Trump.
Kondisi Pelaku dan Penegakan Hukum
Allen, yang telah ditangkap, disebut oleh Trump sebagai “lone wolf” atau bekerja sendirian. Aparat penegak hukum masih mengejar penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan latar belakang dan alasan aksi itu.
Peristiwa Terekam dalam Sejarah
Insiden penembakan di Washington DC ini menjadi momen yang mengguncang. Dengan kondisi Trump tetap aman dan pelaku ditangkap, kejadian tersebut segera ditutup. Namun, efeknya masih terasa dalam atmosfer politik dan publik.
