Key Strategy: Ojol Jakarta Dorong Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara, Perkuat Sinergi dengan Polri

Ojol Jakarta Dorong Pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara, Perkuat Sinergi dengan Polri

Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan kerja sama antara komunitas ojek online (ojol) dan kepolisian, perwakilan dari Jakarta, Erna, mengusulkan pembentukan Asosiasi Ojol Nusantara (AON) sebagai langkah strategis. Menurut Erna, organisasi nasional ini berpotensi menjadi wadah yang mampu menggabungkan pengemudi ojol dari berbagai wilayah dan platform aplikasi di Indonesia, memperkuat koordinasi serta perjuangan bersama.

Event Sosial Menjadi Momentum Diskusi

Konsep tersebut diusulkan Erna selama acara bakti sosial yang diadakan Polri bersama ratusan pengemudi ojol di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, yang akan mencapai puncaknya pada 1 Juli 2026. Erna menyatakan, kehadiran AON diharapkan bisa membangun jembatan antara para pengemudi ojol dengan pihak pemerintah, kepolisian, dan perusahaan teknologi penyedia layanan ojol.

Kehadiran sekitar 550 peserta dari berbagai komunitas ojol di wilayah Jabodetabek memperkaya diskusi. Sejumlah tokoh Polri seperti Dankor Brimob Komjen Ramdani Hidayat dan Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho turut serta dalam acara tersebut. Komjen Ramdani, yang juga ketua panitia perayaan Hari Bhayangkara ke-80, menyampaikan apresiasi atas kontribusi pengemudi ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Strategi Sinergi yang Terus Ditingkatkan

“Kami menginginkan hubungan sinergi yang telah terjalin dapat tetap berjalan lancar dan terarah,” tutur Erna, menjelaskan harapan masyarakat ojol untuk memperkuat koordinasi bersama. Erna menambahkan, AON bisa menjadi tempat untuk menyatukan aspirasi seluruh pengemudi ojol, baik secara regional maupun nasional, sehingga perjuangan mereka lebih terorganisir dan efektif.

Erna menekankan bahwa keberadaan AON akan membantu menyelesaikan berbagai tantangan yang dihadapi pengemudi ojol, seperti kenaikan tarif, pengaturan jam kerja, dan perlindungan hak pekerja. Ia menilai bahwa dengan adanya wadah nasional, para pengemudi bisa memperjuangkan kepentingannya secara bersamaan, terlepas dari platform atau wilayah tempat mereka beroperasi.

Komjen Ramdani Hidayat, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa program bakti sosial tersebut tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan ruang untuk membangun hubungan emosional dan profesional dengan komunitas ojol. Ia mengatakan, Polri terus berupaya untuk memperkuat sinergi dengan pengemudi ojol sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan nasional.

Peran Ojol dalam Kamtibmas

“Pengemudi ojol sudah menjadi bagian dari keluarga besar dalam menjaga kamtibmas. Kehadiran dan kerja sama ini sangat membantu tugas kepolisian,” ujar Komjen Ramdani. Ia menambahkan, berkat partisipasi pengemudi ojol, Polri bisa lebih cepat menangkap berbagai potensi gangguan sosial di masyarakat.

Komjen Ramdani juga menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini adalah salah satu dari rangkaian acara untuk mempererat hubungan Polri dengan para pengemudi ojol. Ia menekankan bahwa organisasi nasional seperti AON akan memperkuat koordinasi tersebut, terutama dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara itu, Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Polri secara aktif mengadakan program ‘Polri Menyapa Ojol’ sebagai bentuk pendekatan yang lebih humanis. “Hari ini wajah Polri sudah berubah. Kami ingin lebih banyak bersilaturahmi, berkomunikasi, dan mendekati masyarakat dengan hati,” ujarnya. Ia menuturkan bahwa rekan-rekan ojol adalah sahabat yang membantu menjaga keamanan sehari-hari.

Doa dan Dukungan untuk Kemajuan Ojol

Irjen Agus Suryonugroho juga mengungkapkan salam dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang berharap komunitas ojol bisa menjadi mitra utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Kami meminta dukungan dan doa dari seluruh pengemudi ojol agar Polri semakin profesional, dicintai masyarakat, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada warga negara,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Komjen Ramdani Hidayat menegaskan komitmen Polri untuk terus menghadirkan inisiatif sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Ia menyebutkan tema “Polri untuk Masyarakat” menjadi pedoman dalam semua kegiatan, termasuk program bakti sosial yang berfokus pada peningkatan kualitas hubungan antara lembaga kepolisian dan pengemudi ojol.

Respon Positif dari Komunitas Ojol

Sejumlah perwakilan dari komunitas ojol yang hadir dalam acara tersebut menyambut baik usulan pembentukan AON. Mereka menyatakan bahwa organisasi nasional ini akan menjadi bentuk perwujudan keinginan untuk memiliki wadah resmi dalam perjuangan bersama, baik di tingkat regional maupun nasional. Erna menambahkan, pembentukan AON akan membuka peluang untuk mengembangkan program-program yang bisa menguntungkan seluruh pengemudi ojol.

Dalam rangkaian acara di Tugu Proklamasi, Polri juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako dan alat pelindung diri kepada para pengemudi. Selain itu, kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi peran ojol dalam keamanan dan kenyamanan masyarakat. Erna berharap bahwa AON akan segera terbentuk, sehingga para pengemudi bisa berperan lebih aktif dalam berbagai kebijakan yang mengatur sektor ojol di